
Arum yang baru pulang dari rumah sakit segera masuk kedalam asrama dan masuk kedalam kamarnya, duduk sejenak dan pergi kekamar mandi untuk segera membersihkan diri.
Namun tiba tiba Arum mendengar seperti langkah kaki dihadapannya ada seorang hantu pria lengkap dengan seragamnya serta wajah yang tampan...
"Siapa kamu " tanya Arum.
"Hah kamu bisa liat aku "
"Oh jadi ini yang katanya kakak tingkat, bisa dong sekarang aku bisa liat kamu, wujud kamu tanpa harus mencium bau bau kamu "
"Kenapa bisa, seharusnya tak bisa "
"Dih gak usah ngatur ngatur ya, emang kenapa kalau aku bisa liat kamu "
"Ya gak juga, cuman aneh aja "
Saat Arum akan menjawab lagi ponselnya berdering, dan saat Arum menatap layar poselnya, yang menelfon dirinya adalah Angga, selama satu taun tak bertukar kabar sekarang Angga mengubunginya.
Dengan ragu Arum segera mengangkanya namun Arum sama sekali tak berbicara, menungga Angga yang berbicara rasannya tak percaya kalau Angga menghubunginya lagi.
"Hallo Arum apa kabar, sekarang Arum dimana Angga kerumah kok gak ada sih "
"Hallo Angga, Alhamdullilah baik, sekarang Arum kerja jaga perpustakaan di sekolah khusus putri, terus Angga selama satu tahun tinggalin Arum kemana gak ada kabar sedikit pun menghilang gitu aja tanpa kabar, kemana kemana kamu Angga "tanpa terasa air matanya mengalir
"Maafin Angga, Arum maaf Angga gak ada niat buat ninggalin Arum, gak ada pemikiran sampai kesitu, Angga kerja buat Arum buat bisa meminang Arum, buat bisa nikahin Arum, Angga kejakarta buat Arum, Angga kerja pagi malam, buat apa buat Arum kok "
Arum yang mendengarnya sedikit merekahkan senyumnya dan kakak tingkat itu melihat tingkah Arum, duduk di pinggir Arum dan menatapnya dengan fokus.
Arum segera kembali mencoba menghubungi Angga, namun gak bisa, gak bisa terhubunga sama sekali.
"Apa sih itu di sentuh sentuh pake tangan " tanya kakak tingkat yang kepo.
Arum segera membalikan badannya dan menatap kakak tingkat itu "ini namanya ponsel namun sudah cangih ini tuh ponsel lagar sentuh "
"Hah tapi aku dulu pake telfon rumah, gak ada yang kaya gini, ada sih tapi yang punya orang yang berada aja, tapi yang sekarang lucu ya "
"Iya lucu bagus, makin kemari makin berkembang ajakan teknologi itu"
"Lalu siapa tadi yang hubingin kamu, sampai buat kamu nangis lalu tiba tiba tersenyum gak bener, kamu tuh sebenernya pengen nangis aatau senyum pilih salah satu dong "
Tanpa Arum sadari dirinya malah tertawa dengan pertanyaan yang dilayangkan oleh kakak tingkat ini.
"Dua duanya kak, dia udah lama gak ada kabar, dia Angga laki laki yang selama ini ada didalam hati aku, bahkan sampai sekarang dan tak akan pernah bisa tergantikan, dulu aku sama dia sahabat. "
"Oh pantesan jatuh cinta ya, apa menyenangkan jatuh cinta itu "
"Apa dulu kakak tak pernah jatuh cinta atau naksir gitu sama perempuan sama lawan jenis"
"Aku aja sama nama aku lupa, apalagi sama cinta cintaan, aku sama sekali tak mengigat apa apa, aku hanya ingat aku pernah sekolah disini dan pamannku yang ditembak mati, padahal dia tak salah apa apa "
Arum hanya mengangguk anggukan saja kepalanya dan tersenyum pada hantu itu dibalas pula oleh hantu itu dengan senyum manisnya.