Mereka Yang Tak Terlihat

Mereka Yang Tak Terlihat
Harus melakukan itu


"Karena ya tidak ada bukti akurat bu, kita gak bisa gegabah negbongkar kaya gitu "


"Ya udah saya aja yang bongkar bu "


"Eh jangan bu, nanti saya coba suruh yang lain ya "


Ibu kepala sekolah segera menelfon lagi, lalu menganggukan kepala kepada Arum, meteka berdua segera beriringan pergi keasrama.


Disana sudah berkumpul banyak orang, pembongkaran pun dilaksanakan. Bahkan ada polisi juga disana, yang membantu.


Dan benar saat tembok itu sudah di buka didalamnya ada sebuah mayat bahkan sudah berbentuk tengkorak, anak anak yang lain berteriak karena kaget.


Sedangkan Arum bernafas lega, akhirnya bu Salma bisa mendapatkan keadilan . Arum sungguh tak habis fikir orang yang membunuh bu Salma adalah orang terdekatnya.


Arum yang sudah melihat semuanya segera pergi kekamar dan akan masuk kamarnya namun tiba tiba.


"Awas Arum " teriak hantu kakak tingkatnya itu.


Dengan refleks Arum segera menghindar dan tumpahlah air satu ember dari atas pintunya.


Arum segera mengedarkan pandangannya, tapi tak ada siapa siapa, segera Arum masuk di ikuti hantu itu.


"Kenapa kau bisa tau kak "


"Tapi aku menguping orang yang kau laporkan itu akan balas dendan padamu, karena kamu sudah berani beraninya membuat mereka di hukum "


"Oalah seperti itu ya, makasih ya "


"Iya sama sama, oh ya kok kamu bisa tau sih didalam sana ada jasad "


"Kau tau, pasti kau tak akan menyangka siapa yang pacar Putri Ayu"


"Ya aku tau. Bu Salma meninggal karena menguping pembucaraan Putri Ayu dan laki laki itu "


"Siapa dia "


"Sini aku bisiki "


Inara segera membisikan semuanya pada kakak tingkat itu, dan alangkah kagetnya kakak tingkat itu saat mendengar kalau orang itu yang telah memfitnah pak Paul, dan tega sekali dia membunuh istrinya temannya.


"Kau benarkan Arum "


"Ya aku benar, sudah yah aku akan mandi dulu "


Ponsel Arum berdering dan itu panggilan dari Angga, kakak tingkat yang melihatnya segera melakukan sesuatu yang selalu dirinya lakukan. Selama ini yang membuat Angga tak bisa menghubungi Arum ulahnya. dirinya tak mau Arum terganggu dengan yang lain. Arum harus fokus dengan misinya dan harus fokus dengan dirinya tidak dengan yang lain hanya dengan dirinya saja.


" Maafkan aku Arum telah menjauhkanmu dengan orang ini, tapi aku tak suka kau dekat dengan laki-laki lain selain aku dan kau harus fokus membantu aku memecahkan masalah ini "


Kakak tingkat itu segera pergi menghilang, entah pergi kemana tak ada yang tahu hanya dirinya saja yang tahu.


**


"Entahlah aku pun tidak tau, seharusnya berhasil tak gagal seperti ini, aneh banget ya, sungguh aneh, kita kan gak pernah gagal dalam membully orang " ucap Chika


"Bu Arum itu seperti tau apa yang akan terjadi, apakah benar dia bisa melihat hantu dan hantu yang memberitahunya, dari awal kedatangannya bu Arum kan sudah aneh, dia sering berbicara sendiri kalian ingatkan waktu yang dikantin itu" Jawab Dea.


"Gak mungkin deh, gak percaya deh kalau didunia ini ada hantu, mungkin bu Arum udah liat jebakan kita, atau sebelum kesini udah ada yang kasih tau dia, kita kan tadi pasangnya lama banget jebakan ini" sambung Novi


"Yaudah lah kita fikirkan rencana lain, sekarang kita pergi dari sini, kta buat rencana yang lebih gila lagi dari ini, supaya tuh guru kapok dan gak berani benani lagi sama kita"aja Farah


Segera mereka berempat pergi meninggalkan tempat itu, masih memikirkan keanehan itu, masa iya bisa menghindar.


**


"Pak Bima gimana, bapak harus tanggung jawab, aku hamil pak ini buktinya " ucap Sasa didalam ruangan pak Bima.


"Bohong pasti kamu pengen jebak saya ya, kamu kan yang awalnya menyerahkan diri kamu pada saya. Sekarang kenapa kamu meminta pertanggung jawaban. Kamu kan memberikan tubuhmu hanya untuk nilai kan. Tak ada dari awal kesepakatan kalau kita akan menikah atau pun bertanggung jawab atas apa yang nantinya terjadi padamu, sekarang kenapa kamu ngejar-ngejar aku untuk bertanggung jawab"


"Iya emang, saya gak minta itu tapi bagaimana dengan saya, saya harus berbicara apa pada ayah saya, Apakah Bapak tidak kasihan dengan anak saya dengan anak bapak ini "


"Anak saya, belum tentu siapa tahu kau juga memberikan tubuhmu itu pada laki-laki lain. Atau mungkin kau memberikan pada siapa gitu dan hamil oleh orang lain dan meminta pertanggung jawaban padaku. Jangan harap aku akan bertanggung jawab atas anakmu itu. Karena aku dari awal sudah bilang aku tidak akan bertanggung jawab atas Apapun yang terjadi padamu"


"Tidak bisa seperti itu pak "sambil mengguncang-guncangkan tangan Pak Bima dan menangis


"Sudah sudah saya tidak mau mendengar ucapan kamu lagi, Sekarang kamu keluar dari ruangan saya. Atau saya akan membagikan foto kamu yang sedang tertidur sambil tak memakai pakaian sehelaipun apa mau"


"Jangan lakukan itu Pak, jangan hancurkan hidup saya "


" Ya sudah kamu sekarang keluar, kalau tidak kamu gugurkan saja anak itu jangan selalu meminta pertanggung jawaban pada saya karena saya tidak tahu apa-apa dan saya tidak mau tahu tentang apapun itu"


Sasa dengan lunglai segera keluar dari ruangan Pak Bima, dan Farah CS mereka Langsung mencegat Sasa.


"Kenapa nih keluar dari ruangan pacar kok nangis sih, diputusin ya "Ledek Farah


" Nggak kok cuma aku nggak putusin atau apapun"


" Ah masa sih, kalau nggak diputusin kenapa nangis"


"Gak apa apa "


Rasa segera berlari meninggalkan Farah sebelum Farah bertanya yang aneh-aneh kembali padanya, lebih baik pergi daripada meladeni Farah dan teman-temannya bisa-bisa nanti terbongkar semuanya.


Sasa sekarang ada di di loteng asrama " kenapa aku bisa melakukan hal bodoh seperti ini, kenapa aku takk berfikir kalau ini akan berdampak buruk pada hidupku. Kalau saja waktu itu aku tak memberikan tubuhku ini pada guru itu hanya untuk nilai mungkin saja aku takkan seperti ini. Lalu sekarang apa yang harus aku lakukan, aku harus berbicara pada ayah Bagaimana aku sungguh bingung. Apakah aku bunuh diri saja agar semua ini ini menjadi rahasia ku dan juga ayah tak kecewa padaku "


Kata segera naik ke atas batas loteng, berdiri merentangkan tangan "Maafkan Sasa yang sudah mengecewakan ayah, dan maafkan juga Sasa yang sudah tidak becus menjaga tubuh Sasa sendiri. Dan untuk kak Arum terima kasih semuanya terima kasih atas bantuan yang kak Arum berikan pada Sasa"


Sasa dengan tersenyum memejamkan kedua matanya lalu menjatuhkam tubuhnya kebawahh.