
Ulangan pertama sudah selesai sekarang waktunya istirahat mereka semua segera bubar pergi kekantin untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan ingin segera di isi. Kepala sedang pusing setelah ulangan enaknya makan bakso ya.
Arum dengan teman-temannya segera bergegas pergi kekantin dengan sesekali bercanda gurau, dengan setia Angga mengekor dibelakang Arum. Angga ingin selalu menjaga Arum dimana pun Arum berada.
Tak akan meninggalkan Arum, sampai kapan pun dirinya akan seperti ini pada Arum tak akan betubah sama sekali. Kecuali bila maut yang memisahkan.
Segera mereka semua memesan makanan yang mereka inginkan , tanpa Arum sadari ada yang menatap Arum dengan sengit seperti sedang menatap musuhnya saja. Lalu perlahan dirinya pergi dari kantin.
Setelah selesai mereka semua berbondong-bondong untuk pergi dari kantin karena sudah bell juga, sampai Arum dan teman-temanya berlari dan terburu-buru untuk masuk kedalam kelas.
Namun saat Arum akan masuk kak Rey memanggilnya sambil tersenyum namun senyum itu segera hilang digantikan dengan wajah ketakutan saat melihat wajah Arum.
Arum yang dipanggil segera memberhentikan langkahnya, membalas senyum kak Rey, yang sudah berubah menjadi senyum ketakutan sampai Arum mengerjitkan jidatnya karena binggung.
Kak Rey tiba-tiba berlari sambil berteriak lalumencekik Arum, sampai tubuh Arum terjatuh, teman-teman yang lain segera melepaskan cekikannya pada leher Arum.
Segera Angga membangunkan Arum dan memeluknya, sedangkan kak Rey sedang dipegang oleh siswa yang lain. Bahkan ada pula yang memangil guru atas kejadian ini.
Angga segera membawa Arum kekelas, lalu mendudukan Arum dikusinya dan memberikan air minum pada Arum "kamu gapapa Rum"
"Engga Angga, aku hanya kaget saja kenapa dengan kak Rey "
"Entahlah disekolah ini sepertinya ada yang aneh deh Rum "
"Ya sepertinya begitu Angga"
Setelah kejadian itu kak Rey dibawa kerumah sakit. Karena dari tadi mengamuk dan menyerang murid yang lainnya juga. Saat diambilans pun sama berteriak-teriak tak karuan.
Segera ulangan kedua dilaksanakan, handphone sudah dikumpulan dan ketua kelas segera pergi untuk menyimpan handhpone. Tapi tiba-tiba dia kebelet dan memutuskan untuk segera pergi kekamar mandi.
Segera dia masuk kedalam kamar mandi, saat akan membuka bilik kamar mandi tiba-tiba saja pelafon menimpa kakinya dan membuatnya terjatuh sampai kakinya berdarah.
Dan dari salah satu bilik pelafon itu terbuka dengan sendirinnya dan mengeluarkan tali. Tanpa diketahui oleh ketua kelas tali itu sudah membelit kakinya dan menariknya masuk keatas pelafon.
Dengan sekuat tenaga dirinya sudah memegang kesetiap benda namun naas kekuatannya tak sebanding dengan yang diatas.
Saat bu Tika membagikan ulangan tiba-tiba tv yang ada dihadapan mereka menyala menampilkan seorang siswi yang ada didalam akuarium besar dan disana tertulis rumus matematika.
"Bu lihat itu " ucap Ayudia.
Segera bu Tika memutar badannya alangkah kagetnya bu Tika saat melihat siswi dari sekolahnya ada didalam akuarium. Siswa yang didalam akuarium itu mengedor-ngedor kacanya sampai menangis ingin segera dikeluarkan.
"Kali ini, ulangannya berbeda kalau kalian dapat menyesaikan soal yang ada di akuarium teman kalian akan selamat" ucap suara misterius yang tiba-tiba masuk didalam kelas mereka.
Arum segera bergegas berlari, Angga yang khawatir segera mengikuti Arum dari belakang. Arum dan Angga segera masuk keruang guru.
Mereka semua sedang menonton bola, dengan buru-buru Arum segera mengalihkan tv itu dan terlihat lah murid yang ada di akuarium "apa yang terjadi Rum " tanya pak Nur.
"Ga tau pak tiba-tiba aja kaya gini "
Mereka lalu menonton dengan fokus namun tanpa diduga-duga akuarium itu terisi oleh air dan entah siapa ada yang memasukan ikan piranha pula. Jumlahnya bahkan tak sedikit.
Sedangkan dikelas malah berteriak histeris saat melihat temannya itu dimakan hidup-hidup oleh ikan piranha. Bahkan ada yang sampai pipis dicelana karena saking takutnya.
Arum dan Angga beserta guru yang lain hanya bisa menontonya tanpa bisa menolong teman mereka yang sudah tewas dengan sangat mengenaskan. Bagaiamana mau menolong sedangkan waktunya hanya diberikan sebentar, bahkan tak ada setengah jam.
Arum tiba-tiba saja lemas dan untuknya saja Angga bisa menangkapnya dan segera mendudukan Arum dikursi yang ada. Arum sungguh tak menyangka akan terjebak didalam sekolah dan melihat orang yang mati secara langsung seperti ini. Sungguh sangat menakutkan sekali. Siapa sebenarnya yang melakukan ini, apa hantu yang menyerupainya tapi mana mungkin hantu bisa melakukan kejahatan ini.
"Kalian gagal menyelamatkan teman kalian. sebentar lagi kalian tunggu untuk ulangan kedua " ucap orang misterius itu menggema di seluruh ruangan.
Pak Nur dan pak Yandi segera berlari kekelas Arum, diikuti oleh Arum dan Angga juga, segera mereka masuk. Pak Nur segera menenangkan mereka semua yangs sedang ketakutan.
"Jangan sampai ada yang melapor pada polisi, kalian tak akan bisa keluar dari sekolah ini sebelum menyelesaikan ulangan ini " ucap suara misterius itu.
Pak Nur yang tiba percaya segera berinisiatif untuk keluar dan mencari pertolongan secepat mungkin agar semuanya bisa terselamatkan. Karena jaringan seluler tak ada sama sekali dan memang handphone mereka tak ada sudah dikumpulkan ke ketua kelas.
"Mana ketua kelas kalian " ucap pak Yandi.
"Tadi dia mau menyimpan handphone kami pak namu belum kembali " jawab Hanin.
Pak Yandi langsung memukul meja saat mengetahui murid yang satunya tak ada sial, kenapa bisa kecolongan seperti ini. Apa sebenarnya maksud dari semua ini sampai-sampai melibatkan murid muridnya.
Segera pak Nur berlari keluar, murid murid yang lain panik dan hanya bisa menagis, lalu ada murid yang memberontak dan membuat semuanya juga ikut memberontak mereka semua berbondong- bondong untuk keluar bahkan sampai berdesak desakan turun ketangga.
Belum juga mereka sampai pintu keluar menuju gerbang pak Nur tiba-tiba datang dengan penuh darah dan luka tusukan yang sangat banyak.
Pak Yandi segera membantu pak Nur untuk segera masuk, namun sebelum menghembuskan nafas terakhirnya pak Nur menunjuk salah satu orang yang ada di belakang salah satu siswanya.
Mereka bahkan menangis melihat keadaan pak Nur yang mengenaskan, pak Yandi segera membuka jaketnya dan menutup wajah pak Nur dengan jaketnya . Lalu memalingkan wajahnya dan mengusap air matanya.
Orang itu lalu menyeringai senang saat melihat pak Nur sudah terbunuh ditangganya rencananya masih aman tak perlu takut, karena saksi matanya tak ada. Tanpa mereka sadari ada murid perempuan yang dibekap mulutnya dan entah dibawa kemana oleh sosok itu.
.