Mereka Yang Tak Terlihat

Mereka Yang Tak Terlihat
Pulang


Sekarang bis sekolah dari tempat Arum sudah datang, bahkan semua murid dan korban dari sekolahnya akan segera pergi. Arum yang akan pamitan terlebih dahulu segera menghampiri kak Tri.


"Aku senang sekali bisa mengenal kakak, kakak harus selalu semangat ya. Aku dengan yang lain akan pulang. Kakak jangan lupaian kita semua "


"Pasti aku ga akan lupain kalian, apalagi kenangan sama kamu, aku seperti melihat Lidya hidup kembali. Kau tau aku sangat sangat bahagia bisa bertemu dengan mu dan membongkar semua kejadian yang terjadi kepada Lidya. Mungkin jika kamu tidak kesini semua ini ga akan terbongkar. Aku yang bisa berbicara dengan Lidya kembali meskipun sebentar namun aku bersyukur sekarang Lidya sudah tenang dialam sana. Jadi aku tak khawatir lagi kepada Lidya"


"Iya kak, aku juga senang bisa mengenal kalian berdua. Akan aku jadikan sebuah peristiwa ini menjadi yang sangat berarti dihidupku. Tentang kakak dan kak Lidya yang bersahabat sampai sekarang. Persahabatan yang kuat. Lalu apakah kakak melihat bu Tika "


"Iya Rum, aku tak akan mungkin bisa melupakan persahabatku dengan Lidya. Entah aku tak melihatnya setelah tadi bu Tika diobatin entah kemana dia "


"Padahal aku ingin pamitan pada bu Tika namun tak apa mungkin saja bu Tika pulang "


Arum dan Tri segera berpelukan, perpisahan terakhir mereka. Entah kapan mereka akan bertemu kembali lagi seperti sekarang. Tapi semoga saja bertemu.


Setelah puas berpelukan Arum masuk kedalam bis dengan masih menatap kak Tri yang tersenyum padanya.


"Lebay banget sih Rum, pamitan segerala, lama tau udah mau pulang nih " celetuk Tinah.


"Huuh apaan sih kamu, menurut mu itu lama dan ga berarti ya, karena kamu ga punya temen dan gak punya sahabat makannya seperti itu sirik aja " ucap Arum yang tiba-tiba berani pada Tinah.


"Jahat banget kamu Rum bilang kaya gitu " ucap Tinah maju kehadapan Arum yang masih berdiri di sisi tempat duduknya.


Arum segera lebih mendekati Tinah lalu berbisik kepada Tinah "Kamu yakin ini Arum, kamu masa ga kenal aku, aku Lidya yang suka ganggu kamu dikamar. Gimana kamu seneng ga ketemu aku lagi "


Tinah yang sudah pucat segera memundurkan tubunya dari Arum , lalu menatap Arum namun sudah tak ada. Malahan sekarang Arum sudah ada dikursinya duduk berasama Bella.


"Cepetan Tinah duduk ngapain masih berdiri, Arum aja udah duduk dari tadi " tegur Bella.


Tanpa menjawab pembicaraan Bella, Tinah segera kembali ketempat duduknya. Jadi tadi dirinya berbicara dengan siapa sedangkan Arum sudah duduk dikursinya. Ada apa dengan dirinya ini. Kenapa sosok yang mirip dengan Arum selalu muncul jika dirinya berbuat jahat pada Arum.


Bis segala berjalan dengan perlahan, selama perjalana Arum hanya menatap keluar jendela melihat pemandangan serta kenangannya selama disini. Meski tak lama karena ada sebuah kejadian yang tak terduga.


Seketika Arum melihat kak Lidya ada diluar sedang melambaikan tangannya kepadanya, dengan refleks Arum melambaikan tangannya pula dengan senyum manisnya.


"Rum kamu dadah sama siapa, diluar ga ada siapa-siapa loh " tanya Bella yang aneh dengan kelakuan sahabatnya.


"Eh engga Bell, aku lagi bersihin kaca, iya bersihin kaca aku" ucap Arum sedikit tak yakin dengan jawabannya sendiri


"Yaudah sini tidur " ucap Bella sambil menarik kepala Arum dan menyenderkannya kearah dadanya lalu memeluk Arum seperti kepada kekasihnya. Arum yang tak berfikir apa-apa hanya diam lalu menutup kedua matanya.


Karena memang dirinya sangat lelah sekali, tubuhnya ingin sekali beristirahat dan merileks kan semuanya agar lebih fress.


Hanin dan Ayudia hanya menatap mereka berdua saja dengan mata yang terbelalak "Hanin apa mereka pacaran " tanya Ayudia.


"Ish kamu gila ya Ayu, masa iya mereka berdua pacaran, mereka itu perempuan "


"Iya juga sih, nanti kita tanyain bareng-bareng deh sama Arum, apa bener mereka berdua pacaran siapa tau aja kan kita dapet sesuatu dari Arum "


"Boleh juga tuh, kita kan belum kenal Bella lama "


"Iya bener juga ya, kita ga tau kan gimana sikap dan sifat dia yang sebenarnya "


"Bener bener deh, ayo bobo mau aku peluk juga ga Nin " ucap Ayu menirukan apa yang dilakukan Bella tadi pada Arum.


"Ih gamau geli banget, awas ah Ayu, aku kasih batas ya agar kamu ga bisa peluk aku " ucap Hanin was-was menempatkan beberapa bantal yang dia bawa untuk menghalanginya.


"Hahahaha takut ni " ledek Ayudia


**


Angga yang ada dibelakang Arum diam sambil menatap kearah depan. Ingin mengajak Arum berbicara namun Arum pasti tidur.


Angga yang mengantuk segera tertidur namun tiba-tiba saja dia sudah ada disebuah padang pasir yang luas dan sangat indah sekali.


"Arum mau kemana " teriak Angga yang melihat Arum sedang berlari menjauh darinya.


Arum segera memberhentikan langkahnya dan diam membelakangi Angga. Angga segera menepuk bahu Arum, namun saat sosok itu berputar menghadap pada Angga.


Angga segera memundurkan langkahnya "kamu siapa " tanya Angga


"Ternyata kamu mengenali Arum dengan sangat baik ya" ucap sosok itu.


"Ya aku akan tau mana Arum yang sebenarnya dan bukan meski wajah kalian sama "


"Baiklah jadi kamu sudah tau siapa aku ya "


"Ya aku tau, kamu Lidya. Ada apa kamu menemuiku "


"Tidak ada maksud apa-apa aku hanya ingin memberitahu padamu saja. Jaga Arum baik-baik karena ada seseorang yang sedang mengiginkan Arum dan jika kemauannya tak tercapai Arum akan terluka "


"Siapa itu, kenapa seperti itu " tanya Angga pada sosok Lidya yang ada dihadapanya.


"Nanti juga kamu akan tau, dia mencintai Arum, namun itu sangat salah besar. Jagalah Arum orang yang paling kamu cintai jangan sia-siakan dia, sesalah salahnya dia sebesar besarnya salahnya pada mu jangan sampai kamu membiarkan Arum sendirian saat dia sedang membutuhkanmu. Apalagi sedang dalam bahaya. Boleh kecewa namun kamu tak boleh sampai menghilangkan rasa simpatimu pada orang yang kamu cintai"


"Baiklah kalau kamu tak mau memberitahuku, aku akan selalu menjaga Arum, bahkan kalau Arum mengecewakanku sekali pun atau Arum akan memghianatiku aku akan selalu ada untuk Arum dan selalu membuka pintu hatiku untuk Arum kapan pun itu "


"Baiklah selalu jaga dia, aku tak mau kejadiaku terulang pada orang lain, apalagi pada Arum, perempuan yang sudah baik dan mau menolongku. Aku titip dia padamu " setelah mengatakan itu Lidya hilang tak adalagi sosok apapun kecuali Angga disini sendirian.


Angga bahkan sudah berputar mencari seseorang siapa tau ada disini namun tak ada hanya dirinya seorang.