
Sekarang Arum sedang ada di perpustakaan, sendirian tak ada siapa-siapa. Ya memang jamnya mereka belajar makanya gak ada siapa-siapa.
Namun tiba-tiba Arum melihat sekelebat seorang perempuan melewati dirinya, dengan perlahan Aruk mengikuti perempuan itu.
Dengan mengendap endak dan saat Arum sudah dekat dengan perempuan itu, perempuan itu berbalik dan memegang tangan Arum.
Tiba-tiba saja Arum masuk ke dalam dunia Perempuan itu, perempuan itu bukan manusia dia adalah seorang hantu, dia ingin menunjukkan sesuatu pada Arum.
makanya dia membawa Arum pada saat dirinya mungkin saja akan dibunuh. Atau ada sesuatu yang penting kan tidak ada yang tau.
Arum melihat seorang perempuan cantik yang sedang duduk di tempat Arum tadi duduk " itu siapa ya suara berisik sekali"
Perempuan itu lalu mengecek ke arah tempat rak buku paling ujung dan melihat Putri Ayu sedang bertengkar dengan seorang laki laki.
"Aku sedang mengandung, kamu harus bertanggung jawab, kau harus membunuh istrimu, aku tidak mau tahu. Aku tidak mau dimadu ataupun menjadi istri kedua aku mau yang pertama dan aku mau menjadi satu-satunya"
" istriku sedang hamil Putri, Mana mungkin aku membunuhnya saat dia sedang mengandung besar. Dan mana mungkin juga aku bisa menikah denganmu. Bagaimana dengan orang tuamu pasti mereka tidak akan mau menerima aku yang hanya seorang laki-laki biasa tidak sepertimu keturunan bangsawan"
"Harus bagaimana apakah aku harus menerima anak ini, dan mengurusnya sendiri, sedangkan kau enak-enakan dengan istrimu dan mempunyai anak, lalu anak dalam kandunganku bagaimana"
"Kau tenang Putri, aku akan melakukan sesuatu pokoknya ini akan menguntungkan dan akan menguntungkan diri mu. Tak akan ada yang tahu kalau kau mempunyai anak oke, aku hanya perlu menyembunyikan kehamilanmu ini. Aku akan membantumu untuk berpura-pura sakit atau kau sedang ada kerjaan keluar atau bagaimana lah supaya kau menyembunyikan semua ini dan tak ada yang tau tentang anak ini "
"Jadi anaku tak di akui "
"Bukan begitu anakmu akan selalu menjadi anak mu, tapi aku akan membuat sebuah rencana seolah-olah kau mengadopsi anak, padahal itu anakmu sendiri. Mengertikan supaya orang-orang tidak curiga kalau kau mempunyai anak dariku. Apakah kau ingin merusak reputasi mu yang selama ini kau bangun. Kau ini seorang bangsawan dan kau belum menikah masa tiba-tiba hamil"
"Ya kau benar aku sampai tak kepikiran sampai situ "
"Ya sudah kau tenang saja aku akan mengurus semuanya, kau akan menjadi wanitaku satu satunya "saat laki laki itu akan mencium putri tiba tiba.
Gebruk, perempuan yang tadi mengintip tak sengaja menjatuhkan sebuah buku. Putri Ayu dan laki-laki itu mengalikan pandangannya dan menatap perempuan itu.
"Kau Salma, kesini kau " teriak Putri Ayu.
Perempuan itu yang bernama Salma segera pergi berlari menghindari Putri Ayu dan laki-laki itu. Dia tak menyangka ternyata selama ini dirinya dibohongi seperti ini.
Sungguh menyedihkan dan sungguh tidak percaya dirinya kalau semua ini bisa terjadi. Putri Ayu bisa melakukan kan kesalahan yang sangat fata, dirinya harus segera memberitahu pada ibunya dan juga ayahnya.
" Ayo kau tangkap dia jangan diam saja kenapa diam saja "marah Putri Ayu
Laki-laki itu yang baru sadar segera berlari mengejar Salma, yang akan keluar dari dalam perpustakaan. Dengan cepat laki-laki itu menarik Salma dan mendorong sama sampai terjatuh.
Badannya dibalikkan oleh laki-laki itu lalu perutnya diduduki dan lehernya dicekik, sampai dirinya tak bisa bernafas dan itu terakhir kalinya dia hidup dan memegang sebuah rahasia besar
"Apa yang kau lakukan "teriak Putri Ayu
"Tak ada cara lain, aku harus membunuhnya, kalau tidak di bunuh dia pasti akan berbicara kepada orang lain. Meskipun kita sudah mengancamnya tapi lambat laun dia pasti akan berbicara yang sebenarnya. Jadi lebih baik dia dibunuh saja. Tenang aja aku yang akan mengurusnya aku yang akan menguburnya kau hanya terima beres"
"Baiklah, aku tidak mau sedikitpun terlibat dalam masalah ini. Aku tidak mau nama baik ku rusak "
"Iya aku tau "
Laki-laki itu segera membopong Salma, dan membawanya keluar, membawanya ke tengah-tengah tangga dan membolongi tembok itu.
Lalu memasukkan mayat Salma ke dalam sana dan membenarkan tembok itu lagi, menjadi seperti semula. Arum baru sadar ternyata di dalam sana memang ada mayat.
Dan kenapa selalu keluar cairan hitam, ternyata itu menandakan bahwa di dalam sana ada sesuatu yang harus segera dikeluarkan. Ternyata ada mayat perempuan itu yang terkubur di dalam sana bertahun-tahun.
Setelah melihat itu Arum tiba-tiba kembali pada dunianya, namun tiba-tiba ada yang berbisik di sebelah telinganya
"Tolong aku, aku tahu kau bisa menolongku keluarkan jasadku, Aku ingin dikubur dengan layaka Aku ingin tenang aku tidak ingin bergentayangan seperti ini terus. Tolong aku, kau sudah tahu sedikit tentang teka-teki yang sedang kau pecahkan. Dan sekarang bantu aku keluar dari sana. Bantu aku tolong aku, aku ingin tenang "
Arum segera mengedarkan pandangannya, dengan cepat Arum segera berlari keluar untuk menemui kepala sekolah. Untuk menceritakan semua ini dan membongkar tembok yang selama ini menghantui semua orang di sini.
Tanpa menyetuk pintu Arum langsung masuk dengan nafas yang sudah tak beraturan.
"Ada apa ini bu Arum kenapa kau tiba-tiba masuk ke dalam ruangan ku tanpa memgetuk pintu "
"Maafkan aku bu ada sesuatu yang harus aku bicarakan dengan ibu, ini sangat penting tentang noda hitam yang ada di tembok dekat tangga itu, di dalam sana ada sesuatu kita harus membongkarnya"
"Maksudnya sesuatu apa, aku tak mengerti Bu Arum"
"Begini Bu, Ibu mau percaya atau tidak dengan saya. Saya mempunyai penglihatan gaib atau yang sering disebut dengan indra keenam. Saya mendapatkan penglihatan dan saya dibawa oleh sosok hantu itu ke dalam kedipannya dulu, saya diperlihatkan baaimana dirinya dibunuh saya melihatnya bu, dia dimasukkan ke dalam tembok yang ada di dekat tangga. Dan dia meminta tolong pada saya untuk melepaskan dirinya tolong bu, Ibu percaya sama saya saya tidak berbohong sama sekali. Kalau nanti saat berbohong dan tembok itu tidak ada apa-apa, Ibu boleh memecat saya "
"Baiklah saya akan menelfon staf lain ya, sebentar "
Arum mengunggyk dan diam menunguu kabar dari ibu kepala sekolah "kita tak bisa menbongkarnya."
"Kenapa bu didalam sana ada mayat, kenapa ada apa "