Mereka Yang Tak Terlihat

Mereka Yang Tak Terlihat
Teka teki


Bella dan Ayudia segera memasuki sebuah kelas yang membuat mereka semua kagum, disana juga sudah banyak teman-temanya yang lain dan ada 1 orang dari kelas mereka seorang laki-laki yang memakai seragam yang berbeda sama seperti kak Tri mungkin untuk nantinya yang memberi tahu mereka ada ruangan apa-apanya saja disini.


Sedangkan Arum dan Hanin baru datang diantar oleh kak Tri setelah beres makan mereka langsung memutuskan untuk kekelas, kak Tri tiba-tiba saja memeluk Arum dengan erat.


Arum binggung kenapa kak Tri ini, dengan ragu Arum memeluk kembali kak Tri, Hanin sudah lebih dulu masuk kekelas. Segera kak Tri melepaskan pelukannya dan menuntun Arum untuk masuk dan membawa Arum kepada seorang laki-laki yang asing tadi dikelas mereka.


Laki-laki itu terus saja menatap Arum, kemarin memang bertemu namun hanya sebentar dan dirinya tak terlalu memperhatikannya.


Namun laki-laki itu tiba-tiba mundur saat Arum dan kak Tri mendekatinya. Kak Tri yang tahu bahwa Reyhan akan pergi lantas langsung menangkap tangannya.


Kak Tri sekarang ada ditengah-tengah mereka berdua, "bagaimana Rey, apa kau mengenal wajah ini "


Tiba-tiba laki-laki itu mengulurkan tangannya pada Arum "kenalin aku Reyhan "


Arum yang binggung hanya menjabat tangannya dan memberi tahu namanya tak banyak bicara, sebenarnya ini ada apa kenapa semuanya menjadi membingungkan untuknya.


Kak Reyhan terus saja menatap Arum mengaguminya namun dalam artian bukan mengagumi Arum namun seseorang yang dulu pernah ada dalam hatinya dan sekarang hidup lagi namun nama yang berbeda namun semuanya sama seperti 1 tahun yang lalu.


"Ingat Rey. Ini Arum " ucap Tri mengingatkan Reyhan.


Reyhan hanya mengangguk dan pergi dari hadapan mereka berdua ,"nanti kakak akan menemui kamu lagi ya Rum "ucap kak Tri langsung pergi meninggalkan Arum.


Segera Arum duduk dibangkunya disebelah Bella, dengan masih memikirkan hal yang tadi yang membuatnya binggung , sebenarnya apa yang disembunyikan oleh kak Tri dan kak Reyhan.


Angga yang tadi melihat keanehan dari dua orang itu pada Arum menjadi curiga sebenarnya ada apa dengan diri Arum, apa Arum sebelumnya memang sudah mengenal mereka berdua.


Karena memang dari awal, perempuan yang memeluk Arum langsung menghampiri Arum dan seperti memang sudah saling mengenal saja kan. Sekarang satu lagi. Lelaki yang dari tadi diam disini, tiba-tiba saat melihat Arum menjadi tersemyum kembali.


Seperti ada teka-teki yang harus dirinya pecahkan tentang sekolah ini asrama ini pula, ada yang disembunyikan sepertinya dan mungkin saja ada maksud dan tujuan mereka dikirim kesini.


***


Hantu itu mencekik leher Tinah tanpa henti, bahkan Tinah sudah tak bisa bernafas kembali dan akhirnya dirinya merosot kebawah dan pingsan tak sadarkan diri.


Hantu itu lalu mengelilingi Tinah dan duduk kembali ke tempat tidur Arum, bersenandung lalu hilang begitu saja tanpa jejak sedikit pun.


Guru sudah masuk lalu mengabsen satu persatu namun saat bagian absen Tinah tidak ada "Bella,Arum Tinahnya mana, kalian satu kamarkan "


"Iya bu, tadi Tinah masih dikamar saat kami kekelas " jawab Bella.


"Kenapa tak sama-sama saat masuk kesinya. Kenapa ditinggakan sendirian "


Tak ada yang menjawab mereka hanya diam, masa sih kemana-mana harus berlima gitu.


Segera bu guru menyuruh feri dan Angga untuk mengecek keadaan Tinah di dalam kamarnya.


Mereka berdua dengan malas-malasan pergi kesan dan saling diam tak ada pembicaraan sama sekali.


Angga segera mengetuk pintunya namun tak ada yang membukannya, feri yang memang tak sabaran segera membuka pintunya dan alangkah kagetnya mereka saat melihat Tinah yang sedang tergeletak pingsan dilantai.


Segera mereka berdua menghampiri Tinah, feri segera memangku Tinah dan menidurkan Tinah ditempat tidur Arum. Angga segera berlari tergesa-gesa untuk memberi tahu gurunya.


"Bu Tinah dikamarnya pingsan " ucap Angga sambil ngos-ngosan


Segera bu guru bergegas pergi kesana di ikuti oleh Arum dan kawan-kawan ingin melihat keadaan Tinah.


Dan Tinah sudah siuman saat Tinah melihat Arum dia langsung berteriak takut "kamu hantu Rum, pergi pergi jangan ganggu aku " sambil menangis histeris.


Arum menjadi bingung apa maksudnya dirinya hantu, sejak kapan dirinya ini jadi hantu, perasaan belum mati deh dia.


Arum segera mencubit tangan Hanin "sakit Rum "


"Ish kamu percaya aja pasti dia drama lagi " .


Tinah yang sadar sedang tertidur di tempat tidur Arum segera bangkit dan tertatih-tatih untuk pindah ketempat tidurnya.


Bu guru segera memapah Tinah membantunya untuk segera berbaring kembali ditempat tidurnya.


"Apa yang terjadi Tin"


"Ini gara-gara Arum "


"Lah kok jadi aku sih " ucap Arum merasa aneh padahal dirinya bersama kak Tri dan Hanin.


"Apaaan sih loh ratu drama,Arum tuh lagi sama gue kali dari pagi juga, kalau ga percaya lo tanya aja sama kak Tri"


"Engga bu bohong, pasti Hanin bohong buat nutupin sahabatnya itu "


"Arum dari pagi sama saya bu " tiba-tiba saja kak Tri datang.


"Tuh kan apa gue bilang, tanpa kak Tri dipanggil pun udah kesini kok saksinya. Jadi orang tuh jangan asal nuduh aja. Lo ngelindur kali kebanyakan drama jadinya ya gini lah "


"Sudah sudah yang lainnya kekelas, Tri bawa Tinah ke uks "


"Baik bu ucap kak Tri "


Segera kak Tri memapah Tinah sedangkan yang lain sudah pergi kekelasnya kembali. Selama perjalanna Arum sungguh sangat bingung dengan semua ini. Tinah bisa melihat hantu yang menyerupainya.


Berarti ada sesuatu dikamar itu sebenarnya ada rahasia yang ditutupi oleh sekolah ini dan sepertinya hantu itu ingin balas dendam dan yang menjadi wadahnya adalah dirinya atau dia hanya ingin meminta tolong saja agar kematiannya ini terpecahkan.


Mungkin aku harus tanya kak Tri, sepertinya kak Tri dan kak Reyhan tahu sesuatu namun tak bisa mengungkapkannya sama sekali...


Dia juga curiga kak Tri itu orangnya misterius dan hanya berbicara padanya saja kebanyakan dan awal bertemu dengannyajuga kak Tri langsung mengakrabkan diri padanya.


Seolah-olah kak Tri itu sudah lama tak bertemu dengannya dan memang mengenalnya saja. Ya seperti itu kan benar dari tatapan matanya saja sudah terlihata kalau kak Tri memendam kerinduan yang mendalam.


"Rum kamu gapapa kan dari tadi ngelamun terus " tanya Bella yang memperhatikan Arum..


"Engga kok Bell, cuman aku aneh aja sama kejadian hari ini "


"Udahlah kamu jangan mikirin Tinah, diakan ratu drama gausah kamu hirauin deh percuma ga ada gunannya tau "


***


Sedangkan diuks kak Tri hanya diam saat Tinah mengajak ngobrolnya tak menjawab satu pun pertannyaan yang dilontarkan Tinah padanya.


Tinah yang kesal segera menutup matanya namun saat dirinya menutup mata dihadapan wajahnua kembali wajah Arum versi hantu muncul bahkan sampai meneteskan darah keatas wajahnya.


Tinah segera membuka kedua matanya dan segera bangun dengan nafas ngos ngosan, Tinah segera mengusap wajahnya tapi tak ada sedikit pun darah atau pun cairan yang mengenai wajahnya.


Diliriknya kak Tri masih saja diam mematung tanpa, menanyakan keadaan Tinah yang tiba-tiba saja bangun.


"Bagaimana apa kau masih berani " ucap kak Tri tiba-tiba.


"Maksud kakak berani apa "


"Lambat laun kau akan tau apa yang aku maksud. Sekarang segeralah istirahat sebelum ada yang datang lagi "


Tinah yang mendengar ucapan kak Tri menelan ludahnya dengan susah payah, apa yang dimaksud dengan datang lagi ada sosok yang menyerupai Arum itu ???


Masih menjadi teka-teki sebenarnya apa maksud mereka dikirim kemari dan ada apa sebenarnya ditempat ini di asrama ini di sekolah ini.