
Sekarang sudah satu minggu dan Tinah sudah kembali masuk sekolah, dikelas tak ada satupun yang mau bertegur sapa dengan Tinah. Mereka hanya nencibir Tinah saja dan sesekali melontarkan kata pedas kepada Tinah.
Tinah segera duduk dikursinya dan menundukan kepalanya karena malu semua orang mencibirnya karena masalahnya dengan Arum. Kenapa coba harus berurusan dengan Arum perempuan sialan itu. Seharusnya Arum yang ada diposisinya bukan dirinya.
"Rum liat deh siTinah liat kamu sinis banget " ucap Hanin
"Iya biarin ajalah Nin, mungkin dia masih marah sama aku "
"Tapi kamu jangan pernah mengalah lagi dengan perempuan itu Rum " timbal Bella.
Ya sekarang Bella sudah bergabung dengan Arum, Hanin dan Ayudia. Karena dia dengan perlahan mendekati mereka bertiga ya tujuannya hanya satu hanya ingin dekat dengan Arum. Bahkan sekarang Arum sudah duduk dengan Bella sedangkan Hanin dengan Ayudia.
"Iya Bella bawel " jawab Arum sambil mencubit pipi Bella karena gemas
"Kita ke bioskop yu nanti sore " ajak Bella sambil melihat satu persatu wajah sabahat-sahabatnya itu.
"Ayo " teriak mereka bertiga kompak bahkan sampai teman-teman yang lain menatap heran kepada mereka.
Namun bukannya malu bereka berempat malah terbahak-bahak senang karena kekonyolan mereka ini. Bella yang baru merasakannya sangat senang sekali hidupnya kembali berwarna tak seperti dahulu kelam. Memang tak salah dirinya ini memilih Arum untuk menjadi temannya dan untuk menjadi teman hidupnya kelak.
Tinah yang melihatnya sangat iri, kenapa Arum lagi, Arum lagi yang mendapatkan teman padahal dulu dirinya ini sudah menargetkan juga Bella menjadi temannya menjadi kawannya untuk selalu menjaili Arum tapi sekarang malah Bella bersama Arum. Strateginya sungguh gagal. Seharusnya dulu dia mendekati dahulu Bella mungkin sekarang dia tak akan terpuruk sendirian dan akan ada teman bersama Bella.
Selama seminggu ini sebenarnya apa yang dirinya lewatkan dari teman-temannya ini. Sampai bisa Bella berteman dengan Bella dan kawan-kawannya yang lain.
***
Sekarang Arum dan Ayudia sedang menunggu kedatangan Hanin dan Bella untuk pergi nonton di bioskop, mereka berdua menunggu digang rumah Ayudia, mereka ini lama sekali padahal sudah jam 5 sore mereka janjian akan pergi jam 4 tapi sampai sekarang belum pada datang coba.
Dan pada akhirnya jam 5 lebih mereka datang segera Arum dibonceng aleh Bella dan Ayudia oleh Hanin berangkat ke mall yang akan mereka tuju.
Tadi Bella sebelum berangkat sudah menjelaskan kenapa dia bisa sampai terlambat, dan Rumi serta Ayudia memakluminya dan tak marah sama sekali.
"Rum peganggannya " ucap Bella sambil mengambil tangan Arum untuk memeluknya. Arum jadi merasa aneh masa sih harus peluk gini tapi tak apalah daripada nanti marah Bellanya.
Dengan rasa cangung Arum memeluk Bella dan Ayudia serta Hanin yang melihatnya juga jadi geli sendiri sedangkan Bella sangat senang sekali dapat dipeluk oleh Arum.
"Yu kayanya s Bella suka deh sama Arum " ucap Hanin.
"Masasih kan Bella perempuan Nin " jawab Ayu yang kebingungan.
"Ih iya tau dia perempuan tapi lihat deh dari gelagatnya aja udah beda tau, dari awal deketin Arum aja udah beda kaya yang mau pdkt aja tau "
"Masa sih Nin, aku malah anggapnya biasa-biasa aja deh "
"Yaudah kita buktiin aja, aku yakin banget kalau Bella suka sama Arum "
"Iya deh ayo aku ikut kamu aja deh Nin "
Akhirnya mereka sampai dan segera memarkirkan motor mereka dan masuk kedalam mall selama perjalanan Bella terus saja menggenggam tangan Arum. Tak melepaskannya sekejap pun.
Hanin terus saja mengamatinya tak pernah pandangannya itu lepas dari gelagat Bella yang aneh ini. Sungguh dia tak mau sampai Arum celaka lagi.
Mereka sudah sampai dan sedang mengantri untuk membeli tiket namun mereka tak keburu karena sudah 30 menit yang lalu film dimulai jadi mereka harus menunggu waktu yang berikutnya.
Jadi mau tak mau mereka menunggunya soalnya mereka sampai hampir jam 7 malam karena terjebak macet dan yang mengharuskan mereka terlambat deh datang kesininya.
Agar tak terlalu lama menunggu akhirnya mereka makan terlebih dahulu masih satu lantai dengan bioskopnya takutnya nanti mereka tertinggal lagi kan. Huuh kalau sampai tertinggal sudah lag kecewa berat.
Segera mereka makan dengan lahap tanpa sedikit pun ada pembicaraan dan makan dengan lahap sesekali Bella mengusap sudut bibir Arum yang belepotan dan sesekali juga mengusap rambut Arum yang tergerai panjang.
Arum hanya diam saja tak bisa membantah sama sekali, biarlah mungkin Bella terlalu baik jadi setiap ada sedikit noda saja selalu memperhatikannya.
Arum menjadi ingat dengan Putri yang selalu perhatian kepada mereka bertiga. Bagaimana ya sekarang keadaan Putri sekarang Putri cukup susah untuk dihubungi karena sekarang dia sekolahnya asrama jadi tak banyak memegang handphone.
Sekitar jam 8 malam segera mereka bergegas masuk kedalam bioskop dan duduk ditempat masing-masing menikmati film yang mereka tonton, yaitu film Asih yang diangkat dari kisahnya nyata Risa Saraswati.
Arum sangat ngefans sekali dengan teh Risa bahkan Arum mempunyai semua koleksi buku novel teh Risa, Arum sangat kagum dengan sosok teh Risa yang bisa seenjoy itu saat berhadapan dengan hantu. Bahkan Arum sangat gemas dengan Petter cs. Arum menyukai sosok Hans yang suka membuat kue sangat pandai sekali didapur.
"Rum kalau kamu takut peluk aku aja ya " pinta Bella.
"Iya Bell " jawab Arum padahal kan sudah biasa Arum melihat hantu yang asli tapi biarlah tak apa biarkan Bella tak tau dan seolah-oleh memang dirinya ini normal seperti dia..
Selesai juga mereka menonton filmnya namun Hanin tiba-tiba saja pengen pup jadi mau tak mau mereka menunggu Hanin terlebih dahulu.
Entah kenapa Arum tiba-tiba saja merasakan hal yang aneh dan lampu tiba-tiba saja mati semuanya gelap gulita.
"Iya kita ga kemana-mana kok Nin tenang aja " terik Ayudia.
Bella segera menyalakan senter yang ada dihandphonenya dan menyalakannya Arum segera membalikan badannya kearah tempok tanpa disangka sangka ada penampakan yang mengagetkan Arum kepalanya ada dibawah dan badannya ada diatas dia mengantung seperti kelelawar.
Arum berteriak dan mundur perlahan hantu itu hitam seperti bekas terbakar banyak sekali luka bakar, Bella dan Ayudia binggung kenapa Arum berteriak dan terus saja mundur hantu itu mengikuti langkah Arum mengantung namun bisa bergerak.
Arum merosot dan segera menutipi wajahnya dengan tangannya ini, Hanin yang mendengar teriakan Arum segera menyudahi pupnya dan berlari kearah Arum memeluknya "Rum tenang ini aku Hanin " ucap Hanin mencoba untuk menenangkan Arum.
Arum yang tadi histeris segera mendongakkan kepalanya dan benar ini Hanin, jantungnya sudah berpacu dengan cepat "Hanin "
"Iya ini aku ayo bangun Rum "
Segera Arum berdiri dibantu oleh Hanin segera mereka berempat pergi keluar tapi kenapa kosong begini tak ada siapa-siapa padahal mereka hanya sebentar saja.
Segera mereka keluar untuk mencari jalan keluar, namun semuanya terkunci kenapa ini kenapa bisa seperti ini masa iya tak di cek dulu saat akan ditutup mallnya.
Segera mereka berempat berlari lagi namun saat dibelokan mereka melihat ada sepede jalan sendiri, bahkan sekarang yang lihat bukan Arum saja semuanya.
Mereka berteriak histeris dan berlari kembali menghindari sepeda yang tiba-tiba saja mengejar mereka.
Namun mereka tak sampai-sampai pintu keluar malah berkeliling ditempat yang tadi tadi saja sepertinya mereka tersesat di mall ini.
Karena sepeda itu sudah tak mengejar lagi segera mereka beristirahat sejenak dan Arum mendengar suara bayi menagis Arum segera mengikuti asal suara itu teman-temannya segera mengikitu kemana Arum akan pergi.
Dan benar saja mereka melihat anak kecil itu sedang menangis histeris sambil merangkak, Hanin segera mengaisnya dan mencoba menenangkannya.
Saat Hanin melihat wajahnya, bayi itu berubah menjadi menyeramkan kulitnya hitam sekali, Hanin langsung melemparkan bayi itu cukup jauh.
Lalu menarik teman-temannya untuk berlari kembali "kenapa kau lembar Hanin bayinya " tanya Ayudia masih dengan berlari.
"Itu bayi hanti Ayu oon, udah jangan banyak ngomong lari aja lah daripada nanti dikejar kaya tadi sama sepeda "
Arum seketika melihat Adell ada disini, Adell melambai-lambaikan tangannya kepada Arum. Arum segera mengikuti Adell dan teman-temanya segera berlari dibelakang Arum.
Adell segera menuntun mereka untuk mencari jalan keluar dan alhamdullilah mereka keluar dari mall ini.
Mereka semua masih ngos ngosan mengatur nafas masing-masing peluh sudah bercucuran bahkan baju mereka sudah basah "hebat banget Arum bisa tau jalan keluarnya " ucap Bella sambil memeluk Arum.
"Itu karena bantuan " Arum tiba-tiba berhenti berbicara karena Adel mengelengkan kepalanya agar tak memberi tahu keberadaanya kepada teman-temannya.
"Bantuan siapa Rum " tanya Ayudia yang penasaran
"Maksudku karena bantuan dari papan pengarah yang ada di mall " ucap Arum dengan cengegesan.
Mereka hanya mengangguk-angguk saja dan segera mereka bergegas untuk pulang kerumah mereka masing-masing. Mereka sudah sangat takut sekali dan syok dengan penampakan-penampakan yang mereka lihat.
Arum sudah sampai dirumah beserta Adell dan masuk kedalam kamar Arum..
Arum segera menutup pintu kamarnya dan Adell duduk dipangkuan Arum sambil memainkan rambut Arum " kamu tau kakak ada disana ya "
"Iya aku tahu, kan aku ngikuti kakak. Aku juga khawatir sama kakak. Kalau kakak ngak keluar kakak sama temen-temen kakak udah jadi tumbal loh "
"Kamu tau dari mana"
"Ya tau lah kak. Karena disana sudah banyak tumbalnya, kan biar mallnya sekalu ramai kak. Dan hantu-hantu yang kakak lihat itu adalah korban bekas kebakaran dari mall itu. Kenapa bisa cari tumbal ya karena dulu sepi banget kak karena masalah kebakaran itu dan menjadi angker yang punya nya ngamau bangkrut jadi ya mau gak mau bersekutu dengan iblis dan membuat perjanjian untuk setiap malam jumat keliwon harus ada tumbalnya. Dan hari ini pas hari jumat keliwon " cerita Adell panjang lebar.
"Makasih ya Dell kalau ga ada kamu kakak gatau gimana "
"Iya kak sama-sama tapi kakak harus berterimakasih juga pada gusti allah karena berkat allah kakak selamat bersama teman-teman"
"Iya Dell " ucap Arum sambil memeluk Adell dengan sayangnya.
Berarti tadi memang unsur kesengajaan yang dilakukan oleh pihak mall, terus orang-orang yang lain kemana kenapa cepat sekali perginya Arum baru teringat itu kan.
"Dell tapi kenapa teman-teman kakak yang lain bisa melihat mereka juga "
"Ya karena hantu itu ada maksud makannya memperlihatkan wujudnya, jadi kalau hantunya tak mau melihatkan wujudnya kakak yang indigo pun ya akan melihatnya "jelas Adell.
"Lalu prngujung yang lain kemana Dell serta penjaga-penjaganya "
"Entah lah kak mungkin mereka sudah tahu " ucap Adell ambigu