
"Hahahaha Arummm ih berisik " ucap Hanin.
Ya yang masuk kedalam selimbut Arum adalah Hanin yang tak bisa tidur jadi lebih baik tidur di kaki Arum. Memang Hanin ini jahil sekali.
Kirain Arum hantu yang masuk kedalam selimbutnya kan yang tadi aja masih tergiang-ngiang masa iya tambah yang baru lagi.
"Ih Nin kamu ngagetin aja tau, sini naik keatas "
"Hehehe maaf kan aku ga bisa tidur Rum jadinya ganggu kamu aja deh "
Hanin segera bangun dan langsung menata bantalnya untuk tidur disebalah Arum dan menatap Arum, mengobrol sebentar lalu tertidur dengan berpelukan. Memberi kehangatanya satu sama lain.
Tanpa mereka berdua sadari ada yang bangun selain mereka, mengatur nafasnya agar tak marah dengan Hanin, tadi dirinya ditolak oleh Arum untuk menemaninya. Tapi saat Hanin yang memintanya kenapa Arum tak menolaknya.
Apa Arum sekarang sudah curiga dengan dirinya, tapi tak mungkin karena sikapnya tak berlebihan sama Arum, hanya biasa saja.
***
Pagi tiba, Arum dan Hanin sudah bangun dan sekarang sedang mandi bersama, yang lainnya belum pada bangun mereka tak mau kalau harus membangunkan mereka.
"Rum airnya dingin banget beda ya ga kaya dirumah " ucap Hanin sambil memakai pakainnya di dalam kamar mandi.
"Iya bener dinginnya kebangetan ya " jawab Arum sama sambil memakai seragamnya juga.
Segera mereka keluar dan memasukan buku-buku mereka kedalam tas. "Rum ayo kita keliling dulu " ajak Hanin.
"Tapi yang lain gimana belum pada bangun "
"Gapapa ayo kita jalan-jalan Rum " sambil menarik tangan Arum
Mereka berdua berkeliling kesetiap tempat dan menemukan satu gudang yang pintunya terbuka sedikit dengan berani Hanin membukannya "Nin ih kok kamu buka-buka itu sih, gimana kalau nanti ada yang marah " tegur Arum.
"Ish ga akan mungkin Rum, ini kan cuman gudang udah ayo" jawab Hanin sambil menarik Arum untuk masuk entah kenapa dirinya ini sangat penasaran dengan gudang inu seperti ada daya tarik yang berbeda saja.
"Tunggu kalian mau apa "
Tiba-tiba saja ada yang berteriak dari kejauhan, Arum dan Hanin segera memberhentikan langkahnya.
"Kalina mau apa kesana " tegur kak Tri.
Ternyata itu tadi kak Tri yang menegurnya, Arum dan Hanin hanya diam lalu kak Tri menarik Arum dan Hanin tanpa menunggu jawaban mereka yang lama.
Segera kak Tri memesankan mereka makan dan mendudukan mereka berdua di meja pojok, kak Tri lalu menatap mereka berdua bergantian. Lalu saat menatap Arum wajahnya menjadi sendu.
"Kakak minta kalian jangan berani-berani masuk kedalam gudang itu lagi ya "
"Memangnya kenapa kak" jawab Hanin.
"Pokoknya gak boleh, sejak kejadian 1 tahun yang lalu. Gudang itu tak boleh dimasuki lagi "
"Tapi kok tadi pintunya kebuka kak Tri " ucap Arum.
"Hah terbuka " kaget kak Tri.
Kemarin aja waktu datang mereka semua sudah disambut dengan Arum yang kesurupan. seperti penyambutan mereka saja untuk sekolahnya.
"Karena dari dulu tempat itu terkunci tak pernah dibuka lagi" ucap kak Tri dengan wajah piasnya.
Hanin yang akan melontarkan kembali pertanyaan tidak jadi, karena makanan sudah datang dan mau tak mau mereka harus makan dahulu yasudah lah masih banyak waktu untuk dirinya bertanya nantinya pada kak Tri.
Hanin dan Arum makan dengan lahap, sedangkan kak Tri dari tadi terus saja menatap Arum pandangannya tak pernah putus kepada Arum.
***
Sedangkan dikamarnya Arum, Bella, Tinah dan Ayudia baru bangun dan melihat kearah tempat tidur Hanin dan Arum sudah tak ada siapa-siapa dan sudah rapih juga. Kemana mereka berdua sampai-sampai tak membangunkan mereka semua.
Bella yang masih mengingat kejadian semalam segera pergi kekamar mandi dan segera menuntaskan kegiatannya dengan cepat, disusul oleh Ayudia sedangkan Tinah masih diam memegang lehernya yang sakit akibat cekikan yang diberikan Arum kemarin.
Lihat saja dirinya akan memberikan pelajaran pada Arum, meskipun bukan Arum yang melakukannya tetap saja dirinya akan membalaskannya pada Arum. Namun tiba-tiba saja Tinah melihat sekelebat ada yang melewat diarahnya.
Sosok itu duduk ditempat tidur Arum, Tinah tak berani melihatnya namun terlihat di ujung matanya, kalau sosok itu sedang menatap dirinya dengan sengit sambil memainkan rambutnya yang panjang tergerai.
Tiba-tiba saja sosok itu berdiri dan berlari kearah Tinah "akhhhh tolong "teriak Tinah dengan histreris sambil menutup wajahnya.
Bella dan Ayu yang mendengarnya segera keluar dan menghampiri Tinah, "kenapa sih lo berisik amat " ucap Bella sambil membuka tangan Tinah yang sedang menutup matanya.
"Itu ta tadi ada hantu " jawab Tinah dengan terbata-bata.
"Mana ga ada, kamu ngelindur kali Tin. Mending kamu sekarang mandi " ucap Ayudia sambil melengos ketempat tidurnya.
"Tapi kalian jangan tinggalin aku "
"Iya iya ditunguin " kata Bella sambil lirik kearah Ayudia.
Segera Tinah pergi kekamar mandi, sedangkan Ayudia dan Bella segera bersiap-siap dan tergesa-gesa memasukan buku dan lain-lainya.
Mereka berdua ingin mengerjai Tinah, sebenarnya mereka tak akan menunggu Tinah, hanya alasan saja tadi mereka tak benar-benar akan menunggu Tinah.
"Ayo cepat Yu" bisik Bella.
Ayu hanya mengangguk dan mengendap-endap keluar lalu menutup pintunya dengan perlahan agar tak ketahuan, Ayu dan Bella segera berlari ngacir meninggalkan Tinah sendirian dikamar.
Lalu mereka berdua setelah cukup jauh berhenti dan tertawa terbahak-bahak karena rencananya berhasil, kali-kali kan ngusilin Tinah yang hidupnya penuh drama itu. Siapa tau dia sadar dan akan baik. Terutama pada Arum.
Tinah segera keluar dari kamar mandi celingak-celinguk mencari Bella dan Ayudia namun tak ada kamar mereka menjadi hening sekali tak dan Tinah mulai takut, kembali terbayang olehnya sosok tadi.
Segera Tinah memakai seragamnya dengan tergesa-gesa, dirinya sudah memiliki firasat yang tidak enak, kenapa dirinya bisa diganggu oleh makhluk halus, setiap dirinya ingin merencenakan sesuatu untuk mencelaki Arum pasti saja akan muncul sosok perempuan berambut panjang.
Tina segera mengaca melihat memar dilehernya, segera menyisir rambutnya namun rambutnya kenapa menjadi lebih panjang. Bahkan panjang sekali yang ini.
Dengan Berani Tinah membalikan badanya alangkah kagetnya Tinah sata melihat sosok perempuan itu, dengan jarak yang sangat dekat sekali dengan dirinya bahkan Tinah sampai bisa melihat sosok wajah itu, wajahnya hampir sama dengan Arum.
Tinah yang memang tidaka bisa bergerak sama sekali hanya diam sambil menangis, takut melihat wajah yang tiba-tiba saja menyerakan. hantu itu memutarkan kepalanya sambil tangannya mengarah keleher Tinah lagi dan ahhhhh..