
Hanin yang melihat itu sudah bisa menyimpulkan "biar aku aja yang bawa Rum, "
Arum hanya diam saja dan Hanin langsung memberikan bawannya yang banyak ke Bima "bawain juga dong yang aku, padahal aku loh yang bawaanya paling banyak, tapi kenapa kamu ambil yang Arum, yang sedikit "
"Ehh maaf gak kelihatan "
"Gak kelihatan segede gini gak kelihatan coba deh periksain matanya takutnya ada gajah didalam matanya makannya orang segede gini gak kelihatan, tapi istri orang bisa kelihatan. Ayo Rum kita beres beres lagi"
Hanin langsung menarik tangan Arum masuk lagi kekamar dan tak lama kemudian terdengar suata tawa ternyata itu dari Dean "periksain itu matannya katanya takutnya ada gajahnya"
"Diem ah Dean sama aja ya kalian nih bawa " sambil memberikan barang barang yang diberikan Hanin dan juga yang Arum bawa tadi
"Lohh kok jadi aku, dasar nasib nasib" .
Dean berjalan keluar dengan barang barang yang banyak ini, lalu setelah itu kembali masuk kedalam rumah dan melakukan pekerjaan yang lain, sebentar lagi akan selesai.
**
Mereka sudah ada dirumah baru mereka, dan ternyata rumahnya berdekatan dengan Bima, tadi saat diperjalanan Bima yang berbicara.
Saat mereka masuk rumahnya begitu sejuk dan sangat berbeda dengan rumah sebelumnya, Ayudia yang sudah ketakutan dirumah itu sekarang menjadi tenang, karena rumah yang Angga pilih enak dan biasa biasa saja tak menengangkan seperti tadi.
Mereka langsung lesehan dibawah dan mengistirahatkan tubuh mereka terlebih dahulu sebelum memasuk masukan kembali barang barangnya.
Angga langsung menatap istrinya "Rum ayo kamu mau lihat lihat dulu "
"Emm boleh Angga ayo "
Arum segera bangkit dan bergandengan tangan dengan suaminya tiba tiba saja Hanin berteriak "Angga peluk istrinya dong biar kelihatan suami istri "
"Susah dong Hanin, masa lagi jalan dipeluk nanti gimana jalannya "
"Iya juga ya, tapi pokoknya dirangkul istrinya Angga "
"Iya bawel Hanin "
Angga melakukan apa yang diperintahkan Hanin, dia merangkul sang istri dan terus berjalan untuk makin masuk kedalam rumah.
Angga membuka pintu berwarna putih dan didalamnya masih kosong tentu saja belum di isi "inu bakal jadi kamar kita Rum gimana kamu suka gak "
Arum berjalan lebih dalam lagi dan lagi, ternyata kamarnya luas sekali, kamar mandinya pun luas sekali " bagus aku suka Angga "
"Alhamdullilah kalau gitu " Angga tiba tiba saja memeluk istrinya dari belakang..
"Aku beli rumah ini loh Rum "
Arum langsung membalikan badannya dan melihat kearah suaminya " beneran kamu beli kok kamu gak bilang sih sama aku,"
"Kan biar kejutan Rum, aku beli rumah ini pake uang tabunganku, ini hadiah buat kamu "
Arum langsung memeluk suaminya dengan erat " makasih aku suka banget sama rumahnya Angga, alhamdullilah kita punya rumah sendiri "
"Iya sama sama sayang, apapun untukmu, selagi aku mampun dan bisa pasti aku akan memberikannya padamu, kamu suka aku senang sekali "
Angga makin mempererat pelukannya pada snag istri "ehmm" Angga dan juga Arum segera melepaskan pelukannya dan menatap orang yang dateng "kenapa Bim "
"Emm yaudah boleh. Ayo sayang " Angga kembali mengandeng sang istri dan melewati Bima.
Saat mereka sudah ada diruang tamu barang badang sudah ada yang dikeluarkan Angga langsung membantu menurunkannya dan para perempuan kembali memberekan barang barang sesuai tempatnya, bahkan sekarang mereka berani berpencar karena tak ada hantu lagi.
Dan 2 jam sudah berlalu mereka sudah menyelesaikan semuanya Angga sudah membawa minuman dingin dan juga makan berat.
"Kita isi lagi perut ya, maaf nih gak ada gelas sama piring, kalian tahu sendirikan hancur semuanya"
"Iya gak apa apa " ucap Hanin
"Apa mau pinjem yang aku dulu aja " tanya Bima
"Nggak usah kita makan kayak gini aja nggak usah bawa piring nanti malah cuci-cuci piring kan udah ini aja nggak masalah kok "jawabannya dengan sedikit sewot.
"Ok " jawab Bima
Tak ada lagi pembicaraan di antara mereka semua, hanya fokus dengan makanannya saja.
**
"Hanin Ayudia sama ibu nginep dulu aja di sini, jangan pulang capek kan biar Arum juga sama Angga ada temen sementara"
Hanin langsung menatap Ayudia "Bolehh aja kita nginep disini, Lumayan capek juga nih kita istirahat dulu aja lah besok kita pulang ya "
"Boleh deh" ucap Ayu
Setelah itu mereka masuk ke dalam kamar masing-masing. Sedangkan Angga masih mengobrol dengan kedua temannya berterima kasih atas bantuannya. Arum sendiri dia masuk ke dalam kamarnya dan saat dia akan ke kamar mandi ada Adel hantu anak kecil itu yang sudah lama tidak muncul di hadapannya.
"Kamu kok baru datang sih, kamu ke mana aja selama kakak tinggal di sana kamu kok nggak ada muncul "
"Aku nggak berani masuk rumah kakak yang dulu banyak banget hantunya seram-seram lagi, aku nggak mau di sana. Pas tahu Kakak pindah ke sini aku ikutin Kakak saat di rumah itu aku selalu diem di luar dan enggak berani buat deketin kakak, karena banyak banget hantu yang mau celakain kakak di sana tapi untungnya kakak udah pindah ke sini aku awalnya mau nolong Kakak tapi aku enggak sekuat mereka"
"Kakak kira kamu udah nggak mau lagi berteman sama kakak ternyata itu toh masalahnya, tapi sekarang kamu bakal ada di sini kan enggak akan kemana-mana"
"Iya aku nggak akan kemana-mana kak aku akan di sini sama kakak " Arum yang senang mengusap kepala Adel dengan pelan dan setelah itu dia masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Adel sendiri dia hanya mengelilingi kamar dan bermain-main di sana sendirian.
Hanin dan juga Ayudia sudah masuk ke dalam kamar. Ayudia ingin menanyakan sesuatu yang terus saja mengganjal di dalam pikiranya dari tadi.
"Kamu kok sama Bima perasaan ketus banget ada apa sih kalian dulu pernah berantem atau pernah bertemu atau emang kalian dulu teman terus jadi musuh"
"Nggak baru juga kenal sekarang kamu tahu nggak sih dia berusaha buat deketin Arum gila banget kan dia itu kan temennya Angga. Dia tahu kan Arum itu istrinya Angga tadi tetep aja waktu angkat barang aku yang banyak banget itu dia cuman ambil barang Arum aja, sedangkan aku enggak diambil udah kelihatan banget kalau dia lagi ngejar Arum"
"Parah banget sih harus hati-hati tuh. Apalagi katanya mereka dekat ya rumahnya, gimana tuh nanti kalau Angga nggak ada gimana kalau dia macam-macam "
"Ya makanya nanti kita harus sering-sering main ke sini deh, nggak tahu kan orang kayak gitu bakal lakuin apa "
"Boleh deh kalau rumahnya nggak ada hantunya. Aku berani main ke sini, ini rumahnya enak banget gede lagi ya nuansanya juga Asri banget banyak tanaman hebat juga ya Angga cari rumah. Nanti ah kalau nikah mau deh deket-deket sini rumahnya kayaknya enak banget gitu sejuk "
"Bolehlah juga ya aku juga mau ah nanti di sini biar kita kumpul-kumpul lagi kayak dulu udah yuk kita istirahat capek banget nih. Kita sekarang bakal tidur nyenyak dan enggak ada yang gangguin "
"Ayo ayo ayo aku juga ngantuk "mereka tanpa pergi ke kamar mandi dulu langsung membaringkan tubuh mereka.