Mereka Yang Tak Terlihat

Mereka Yang Tak Terlihat
Kerasukan


Yang lain hanya melihat saja, apa yang Arum lakukan. Mereka semua kaget dengan Arum kenapa Arum jadi berani dan kasar dan mereka semua melihat nafas Arum sudah tak beraturan bahkan mata Arum sudah merah.


Hanin yang melihat mata Arum takut sekali, tak pernah dirinya melihat Arum yang seperti ini. Arum terus saja mendekati Tinah lalu megangkat pakaian Tinah sampai Tinah berdiri dan mengusur Tinah cukup kasar. mendorongnya untuk duduk di tempat tidur yang sudah disediakan.


Tadinya Tinah akan marah namun saat melihat mata Arum yang merah dan raut wajahnya yang sedang marah diurungkan niatanya. Ini sepertinya ini bukan diri Arum yang sesungguhnya. Lebih baik diam dari pada terkena imbasnya.


Setelah melakukan itu Arum kembali ketempat tidurnya duduk menatap kosong kearah tempat tidur Ayudia. Dengan mengerak gerakan kepalanya kedepan kebelakang tak lupa senyum lebar yang menakutkan. Dikamar menjadi hening tak ada yang berani mengajak Arum berbicara atau menenangkan.


Adell hanya diam dipojokan melihat seorang hantu perempuan berambut panjang yang sangat mirip dengan kak Arum sedang menempel kepada tubuh kak Arum dan marah pada teman kak Arum yang tadi. Karena sudah berani-beraninya membentaknya.


Jadi hantu itu merasa kalau Tinah menengusirnya dari tempatnya makannya dia marah sekali, tak terima dengan kelakuan Tinah.


Arum yang tau dirinya sedang dikuasai oleh makhluk tak kasat mata segera beristigfar dan membaca doa-doa pendek. Mengatur nafasnya dan menguatkan imannya. Angar hantu itu tak menguasai seluruh badanya.


Ini untuk pertama kalinya dirinya dirasuki oleh hantu, biasanya hanya mengajak ngobrol atau menganggunya saja tak sampai lebih seperti ini, namun Arum tak bisa menahannya lagi energinya sangat kuat dan berbeda dengan makhluk-makhluk yang lain.


"Rum "ucap Bella memberanikan diri untuk memangil Arum.


Arum segera memalingkan wajahnya menatap Bella dengan perlahan-lahan mata Arum kembali teduh lagi dan tak ada kemarahan. "Iya Bell" jawab Arum dengan suara yang sedikit berbeda. Ternyata hantu itu telah menipu.


"Ini beneran Arum kan "tanya Bella sekali lagi


"Iya bener, kalau bukan aku siapa Bell "sambil tersenyum menyeringai.


Hanin dan Ayudia menelan ludahnya dengan susah payah, melihat seringai Arum yang menakutkan serta suara yang memang ini jelas-jelas bukan Arum.


"Ini bukan Arum, ini siapa. Arum mana " ucap Hanin memberanikan diri.


Arum segera mengalihkan pandangannya pada Hanin lalu tertawa dengan cekikikan suaranya sangat seram sekali, lalu Arum berlari kearah Tinah lalu mencekik Tinah. Bella segera memberhentikan aksi Arum yang diluar batas namun Bella malah tersungkur dan Arum masih menaiki tubuh Tinah dengan mata yang berputar kesegala arah.


"Cepat panggil guru " ucap Bella sambil bangkit lagi dan menarik tangan Arum, sekarang berhasil dan membuat Bella dan Arum tersungkur kebawah. Bella segera memeluk erat Arum.


Hanin dan Ayudia pergi ke ruangan guru dan membawa bu Dea serta pak Nur kedalam kamar Arum, bahkan suara teriakan Arum sudah terdengar sampai luar, tangisan serta raungan Arum yang menakutkan.


Tinah segera mengambil nafas sebanyak-banyaknya untung saja sudah terlepas, kalau tidak dirinya bisa mati siapa sebenarnya yang mencekiknya itu.


Angga yang melihat banyak yang berlarian kearah kamar yang entah Angga tak tau segera mengikutinya menerobosnya dan dirinya sangat kaget saat melihat bahwa Arum yang sedang berteriak-teriak sambil menangis pilu.


Angga tak tau apa yang sebenarnya terjadi dengan Arum, kenapa Arum menangis seperti ini.


Ka Tri sudah ada disana menyuruh untuk murid yang lain segera keluar untuk tak ada disini biarkan mereka yang mengurus Arum.


Angga segera mengangkat Arum merebahkannya ditempat tidurnya mengusap air mata Arum yang terus saja mengalir dan sesekali membekam mulut Arum agar tak berteriak-teriak seperti ini karena Angga kasihan dengan raga Arum yang nantinya pasti akan cape.


Angga sekarang sudah faham dengan apa yang terjadi dengan Arum, badan Arum sangat dingin dan wajahnya pucat sekali dengan mata terpejamnya.


"Ini siapa kenapa masuk ke anak murid saya " tanya pak Nur sambil membaca-baca surat pendek.


"Ga perlu tau siapa saya kalian " teriak hantu itu.


Kak Tri segera menghampiri Arum dan duduk diselah Arum, mengusap rambutnya dengan lembut, seketika hantu itu memalingkan wajahnya ke kak Tri raut wajah hantu itu langsung berubah dan memeluk kak Tri sambil menangis "dia mengusir saya " ucap hantu itu lagi sambil menunjuk Tinah yang sedang berdiri dipojokan tak mau mendekati mereka semua.


Tinah yang ditunjuk hanya diam dan menundukan kepalanya, segera bu Dea membawa Tinah untuk mendekat kearah Arum. Tinah dengan perlahan mendekat.


Hantu itu yanf melihat musuhnya mendekat segera mendorong Angga dan kak Tri lalu menerjang Tinah dengan melompat dan kembali memukul tubuh Tinah sampai Tinah terjatuh.


Segera Angga berlari kearah Arum dan memeluk Arum"sadar Rum jangan kaya gini. kamu harus bisa lawan dia Rum " ucap Angga.


Namun sekarang hantu itu malah menyerang Angga karena berani-beraninya menyuruh Arum untuk melawannya.


Segera pak Nur membacakan ayat kursi "bismilahirahmanirohim Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamawati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’ wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim.”


Sedangkan pak Nur membacakannya malah hantu yang ada didalam diri Arum mengikutinya dan tertawa terbahak-bahak "hemmmm hemmm hahahaha hik hik hik "


"Siapa ini " ucap bu Dea.


Namun tak ada jawaban hanya suara tawa yang menggema memenuhi seluruh ruangan ini. sampai badan Arum melengkung seperti ingin kayang. Angga yang sigap segera memegang pinggang Arum.


"Rum istigfar Rum kamu harus bisa kuat " ucap Angga didekat telinga Arum. Dengan masih setia memegang pingangga Arum.


Sedangkan didalam sebenarnya Arum sadar tak sadar, sangat sulit sekali untuk mengucapkan istigfar dalam hatinya bahkan untuk diucapkan dalam mulutnya saja susah tak bisa, dia tak bisa mengendalikan tubunya sendiri. Dirinya sudah dikendalikan oleh hantu ini, Bahkan sekarang dirinya hanya bisa kesakitan dengan apa yang dilakukan oleh hantu itu pada tubuhnya.


Hanin dan Ayudia sedang berpelukan sambil menangis melihat keadaan sahabatnya yang seperti ini, kenapa baru saja sampai diasrama ini tapi sudah ada kejadian mengerikannya yang menimpa sahabatnya ini.


Bella hanya bisa melihatnya sambil memeluk bu Dea sambil menagis pula melihat tubuh Arum yang dikuasai oleh makhluk halus.