
Arum sudah ada disana, dia bertatapan dengan Bella, sedangkan Bella hanya tersenyum dan memegang tangan Arum dengan begitu erat.
"Kenapa Bell "
Bella masih belum menjawab dia masih diam memegang tangan Arum dan masih dengan senyumnya yang menyeramkan "kenapa Bel, ada apa dengan, apa yang terjadi, apa yang kamu fikirkan "
"Kamu pengen tau kenapa, kamu gak akan nyeselkan dengernya dan kamu gak akan marahkan sama aku, kenapa aku lakuin ini "
"Ya aku akan mendengarkan mu tanpa penyesalan sedikit pun ada apa, sebenarnya kenapa, kenapa kamu melukai Angga, apa salahnya "
"Salahnya karena dia menikahimu, "
Arum mengernyitkan dahinya" kamu menyukai Angga kenapa gak bilang, mungkin bisa dibicarain baik baik Bell, kenapa harus melakukan kekerasan kenapa, kita sahabat kita bisa bicarain dengan baik gak usah lakuin kayak gini "
"Sebenernya aku sahabatan sama kamu ada alasannya dan aku memang ingin dekat dengan kamu, bukan karena ingin dekat dengan Angga, dan aku sama sekali tak menyukai Angga "
Arum yang mendengarnya makin pusing saja, jadi sebenarnya dia ini kenapa, kenapa kalau tak suka dengan Angga malah melukai Angga, apa sebenarnya yang Bella inginkan "jelaskan dengan benar jangan berbelit belit Bell apa yang sebenarnya kau rencanakan apa "
Arum yang mendengar kebenaran itu langsung melepaskan pegangan tangan Bella dan memundurkan langkahnya "apakah kau gila, kita ini sama sama perempuan kenapa kau menyukaiku kenapa kau malah membuat persahabatan kita menjadi berantakan, kenapa Bell kenapa harus seperti ini "
Bella hanya tersenyum kecut saja dan duduk menghadap Arum "memangnya kenapa kalau aku suka padamu, kenapa memangnya ada yang melarang kita tidak kan, jadi aku bebas menyukai siapa saja, kau tinggalkan Angga Arum, dia akan menyakitimu tinggalkan dia hiduplah bersamaku, aku akan membahagiakan mu, aku akan selalu ada untuk mu "
Arum mengelengkan kepalanya "kau ini kau perempuan aku perempuan dan itu sangat dilarang agama, aku tidak mau aku akan tetap menikah dengan Angga, kau sadarlah Bell sadar jangan seperti ini, Angga pasti akan memaafkan mu, tolong jangan seperti ini kita berteman lagi dan kau hilangkan rasa itu padaku"
Bella langsung bangkit dan mengebrak meja dengan keras "aku tak mau jika aku tak bisa memiliki mu Angga pun gak bisa keputusan ku sudah bulat, aku tak mau mengubah apapun itu "
"Aku tak akan mau dengan mu, namun jika kau ingin kembali menjadi sahabatku, aku akan menerimamu dengan senang, fikirkan semuanya, Allah akan marah jika kau terus saja begitu ingat didunia ini kita sudah dipasang pasangkan, ada laki laki dan perempuan untuk bersatu dan melakukan ibadah dengan cara menikah, "
Setelah mengatakan itu Arum langsung saja pergi meninggalkan tempat itu dirinya sudah tak bisa bilang apa apa lagi.
Sesangkan Bella yang mendengar jawaban Arum dan pergi begitu saja marah dia memukul mukul meja, semua orang didunia ini tak ada yang mengerti dirinya semuanya egois semuanya jahat tak ada yang baik semuanya sama saja seperti orang tuanya dirinya sakit hati dengan jawaban Arum.