
"Hai kau masuk dalam masa lalu ku, bagaimana apakah kau suka "
Arum langsung berbalik dan menemukan perempuan itu yang sedang berdiri dan menatap Arum dengan wajah yang datar.
"Kenapa kamu membawaku masuk ke dalam masa lalumu, ada apa apa ada sesuatu yang ingin kau ungkapkan atau ada sesuatu yang belum membuat dirimu tenang"
"Entahlah aku memang belum siap untuk mati dan aku ingin memperlihatkan betapa kejamnya suamiku. Aku hanya ingin memperlihatkan ini padamu aku memang benar-benar belum tenang. Aku tidak bisa tenang karena mati pun bukan karena mati biasa. Ayo kau ikut aku kau akan tahu kenapa aku bisa mati dan kenapa aku bisa terus ada di rumahmu kau akan tahu semua itu"
Arum segera mengikuti kemana orang itu pergi, ternyata masuk kedalam kamar dirinya dan juga Angga, alangkah kagetnya saat Arum melihat pasangan suami istri yang sedang bertengkar.
Lalu perempuan itu di cekik oleh suaminya, dibanting, di pukuli dan ditonjok dibeberapa bagian tubuhnya, Arum sungguh tak mau melihat ini, namun kenapa dirinya tak bisa memejamkan kedua bola matanya sedikit pun.
Lalu laki laki itu keluar dan masuk lagi membawa pisau "janggan " teriak Arum namun itu sama sekali tak membuat laki laki berhenti.
Laki laki itu menusuk perut perempuan itu, lalu kearah wajahnya dan kepalanya bertubi tubi, Arum hanya bisa mengangis melihat ini semua, Arum mundur tak bisa melihat ini semua, sungguh itu menakutkan sekali.
"Sekarang kau tahu kenapa aku ada di sini dan kau juga tahu asal-usul rumah ini , kenapa begitu banyak penunggunya. Iya beginilah saat aku mati dan suamiku di penjara rumah ini menjadi kosong dan akhirnya kau yang mengisinya "
"Apakah kau bisa tidak menggangguku dan suamiku aku minta tolong aku hanya ingin tinggal di rumah ini aku hanya mengisinya saja"
"Aku tanya padamu apakah ada seseorang yang kau tunggu sampai-sampai kau tidak bisa kembali pada Tuhan"
"Iya ada aku menunggu anakku, aku menunggu dia kembali padaku aku tidak bisa meninggalkannya sendiri ya namun dia pergi dari rumah ini, tapi aku malah terjebak di sini dan tidak bisa mengikuti anakku. Aku ingin menjaganya aku tidak bisa melepaskan anakku begitu saja, dia begitu berharga untukku tanpa aku siapa yang akan mengurusnya dia akan sendirian"
"Kau harus bisa mengiklaskannya siapa tahu anakmu dijaga oleh ibumu atau mertuamu "
"Aku masih belum bisa percaya apakah kau bisa membantuku untuk memastikan apakah anaku diurus dengan benar apakah kau bisa "
"Aku tidak tau dimana anakmu dan kau juga tak mengenalmu jadi bagaimana "
"Aku akan memberitahumu aku akan menceritakan semuanya padamu, aku janji padamu setelah kau membantuku aku , aku tak akan mengangumu dan aku akan membuat yang lain juga tak menganggu kalian "
Arum sedikit ragu, namun bagaimana kasian akhirnya "baiklah aku akna membantumu "
Perempuan itu langsung tersenyum dan senang dengan jawaban Arum, ternyata makin cantik saat tersenyum namun yang tak adil adalah hidupnya.