Mereka Yang Tak Terlihat

Mereka Yang Tak Terlihat
Sedikit penerangan


"Gimana Arum kamu suka kan makanannya, "


"Iya dok suka , jadi cairan apa yang disuntukan itu dok, saya ingin tau "


"Nanti dulu kita jangan bahas itu ya, kita bahas yang lain saja "


"Tapi dok "


"Arum kita bahas yang lain dulu nya "


"Baiklah apa yang dokter inginkan dan apa yang ingin dokter tau dariku "


"Apakah kau sudah mempunyai kekasih, masudku pasangan hidup kelak "


"Sudah dokter saya sudah mempunyainya "


"Tapi waktu itu kata paman mu kau belum punya pasangan. Ayo kau berbohong padaku pasti kau belum punya pasangan kan jujurlah"


"Aku bilang sudah dokter, Pamanku saja yang tak tahu kalau aku sudah mempunyai pasangan. Aku tidak mungkinkan akan membicarakannya pada setiap orang kalau aku sudah mempunyai pasangan"


"Siapa pasanganmu, aku sangat Penasaran sekali setampan apa pacarmu itu sampai kau ya tak mau berkencan dengan ku"


"Aku akan memberitahunya, tapi dokter harus memberitahuku dulu cairan apa yang disuntikkan pada Putri Ayu "


"Karena kan waktu itu keluarga Putri Ayu tak mau di otopsi dan pada waktu itu pula kan belum bisa melakukan itu maksudnya belum sebagus sekarang alat-alatnya. Makannya langsung di makamkan, karena Putri Ayu adalah orang berpengaruh di kota ini, kami semua maksudku para dokter yang dulu menangani Putri Ayu dan polisi polisi juga akhirnya membiarkan Putri Ayu langsung dikuburkan."


"Sedangkan untuk Pembantu Putri Ayu itu langsung dihukum mati, tanpa diselidiki dengan lanjut apakah benar paman itu yang membunuhnya karena darah Putri ayu memang ada di cangkul orang itu dan juga ditemukan beberapa emas, berlian dan uang di kamar pembatu itu saat pemeriksaan jadi para polisi sudah meyakinkan kalau yang membunuh Puutri Ayu memang paman itu begitu ceritanya"


"Oh begitu ya dokter ceritanya ya sudah saya pulang dulu ya Terima kasih Dokter atas infonya. Saya sangat-sangat berterima kasih pada dokter karena mau menceritakan apa yang saya ingin ketahui sungguh saya sangat senang sekali"


"Tapi kan makan malam kita belum selesai Arum, Kenapa kau tiba-tiba saja pulang makananmu saja masih utuh. Ayo makan dulu lah jangan tiba-tiba pergi seperti itu. Kau sangat sulit diajak oleh ku kan padahal kita hanya makan saja tidak melakukan apa-apa Arum cepat makanlah habiskan ya"


"Tapi dokter aku harus pulang nanti penjaga asrama marah padaku karena aku pulang telat. Aku pulang yang nanti kapan-kapan kita ketemu lagi deh ya ya aku pulang ya bye Makasih buat semuanya dokter"


"Tapi Arum arum tunggu "


Saat dokter itu akan berdiri dan mengeja Arum, tiba-tiba saja sang dokter tak bisa bergerak, pantatnya sepeti lengket dan lampu dihadapannya mati lalu menyala lagi mati lagi nyala begitu seterusnya.


Tiba tiba saja da yang berbisik pada sang dokter "jangan ganggu Arum dia miliku "


"Siapa itu "


Dokter itu segera mencari asal suara dan tanpa memikirkan apa apa lagi dia berlari sambil membawa kursi itu. Tanpa mengiraukan panggilan pelayan yang menyuruhnya kembali lagi ketempat