
Chika, Novi dan juga Dea sudah ada diruangan kepala sekolah "jadi ada perlu apa kalian menemui ibu "
"Bu kami ingin bilang sesuatu " ucap Novi sambil menundukan kepalanya.
"Apa itu, yang ingin kalian bicarakan , ibu akan mendengarkannya"
"Ini tentang Farah bu, Farah yang telah membuat Sasa seperti itu, sebelum Sasa jatuh dari tangga Farah telah mendorong Sasa bu, dan Sasa memegang perutnya terus entah ada apa, dan dari situ kami tak tau apa apa lagi " ucap Dea
"Dan ya bu, tadi Farah menyuruh kami untuk membunuh Sasa, entah apa alasannya dia sangat kejam bu, dia pembunuh bu " sambung Dea kembali
"Apa kalian yakin, kalian bertigakan bersahabat lalu kenapa kalian berbicara seperti itu pada Farah, kalian kan berteman sangat akrab lalu ada apa sebenarnya ini "
"Iya dia memang teman baik kami, tapi tidak sekarang dia menganggap kami hanya seorang pelayan bu, jadi kami semua mengatakan yang se jujur jujur nya kalau farah itu sangat membenci Sasa, karena Sasa mempunyai hubungan dengan pak bima bu , dia sangat membenci Sasa dan ingin membuat Sasa menderita, kami tidak mengada ngada memang itu kebenaran bu"
" Sasa berhubungan dengan pak Bima sejak kapan. Kenapa tidak ada yang memberitahu pada ibu, kenapa semuanya diam"
" Baiklah ibu akan menyelidiki semuanya, dan ibu juga akan menemui Sasa dan juga Farah nanti agar semuanya lebih baik dan tidak ada masalah"
"Baik bu kami permisi " ucap Chika
Mereka semua segera keluar dan pergi kearah asrama untuk segera beristirahat dan menyegarkan diri sejenak saja.
"Kalian apa lihat bagaimana ibu kepala sekolah yang tidak percaya dengan kata-kata kita, kalau Farah itu adalah dalang dari semuanya, seperti ada sesuatu yang ibu kepala sekolah sembunyikan apa ibu kepala sekolah lebih memihak pada Farah ya"tanya Novi
" Entahlah aku pun berpikir seperti itu sepertinya ibu kepala sekolah sudah disogok. Masa sih bisa disogok ibu kepala sekolah tapi waktu masalah Sasa ibu kepala sekolah sangat membela Sasa , apa hanya didepan bu Arum saja, apa perlu kita meminta bantuannya "jawab Dea
"Nanti saja, waktunya tidak tepat bu Arum masih marah pada kita, nanti pada saatnya kita bicara sama dia, kalau ibu kepala sekolah tidak percaya dengan kata-kata kita ya. Sekarang Kita mending istirahat dulu dej, capek banget tahu dari tadi kita cari ibu kepala sekolah dan pulang dari rumah sakit,apa lagi kita kan belum tidur juga semoga aja di asrama nggak ada hantu itu lagi. Jangan sampai kita diganggu lagi kan kita gak ikut ikutan dorong Sasa. Sasa kan cuman nggak suka sama Farah kita kan enggak ikut-ikutan, kita cuman jadi anak buahnya aja tapi sama aja deh kayaknya kita ngebully dia dengan cara ikutin Farah, udah lah ayo ke kamar"
Mereka bertiga segera pergi ke dalam kamar mereka untuk segera beristirahat, mengistirahatkan tubuhnya yang lelah dan banyak sekali pikiran yang mereka punya, semoga saja mereka tidak dikeluarkan dari sekolah karena sudah berbicara semuanya tentang Farah.