
"Bu " ucap Nova
"Akhirnya kalian datang juga Ibu bingung harus hubungi siapa, bu Wati sekarang lagi urus pak Bima"
"Ada pak Bima juga bu "
"Iya Farah sama pak Bima dan pak Bima meninggal dunia "
"Apa pak Bima meninggal Inallilahi "
"Yaudah ibu minta sama kamu Nov jaga Farah sama temen temen yany lain ya, mungkim Farah udah jahat sama kalian tapi ingat kalian pernah berteman, jangan sampai kalian bertengkar ya "
"Ya Bu mungkin untuk hari ini kami akan menjaga dia tapi untuk seterusnya kami tidak bisa bu karena kami sudah sangat kecewa dengan apa yang Farah sudah lakukan pada kami"
"Iya Ibu tahu ibu ngerti kalau kalian kecewa sama Farah tapi ibuu minta tolong, tolong jaga dia sampai orang tuanya datang ke sini karena kalau bukan kalian siapa lagi, Ibu tidak bisa ibu harus menjaga Sasa ibu harus menjaga Bibi Ibu pula yang ada di sini masa ibu harus ketiga tempat sekaligus apa kalian tidak kasihan dengan ibu"
Mereka bertiga menundukan kepalannya, lalu Novi yang memang selalu mewakili teman temannya mengangguk.
"Baik bu, kami akan menjaga Farah sampai orang tuanya datang kemari, Setelah itu kami tidak akan berurusan lagi bersama Farah karena kami sudah sangat kecewa dengan dia Bu, kami tidak mau lagi berteman dengan dia karena kami selama ini kan Hanya dianggap sebagai babu saja Jadi untuk apa kita berteman dengan orang seperti dia itu tidak bagus"
" Baiklah mungkin untuk saat ini pertemanan kalian tidak bisa diperbaiki, namun Ibu berdoa semoga kalian bisa berteman lagi seperti dulu karena kaliankan sangat kompak sekali dalam segala hal apapun jadi ibu permisi dulu ya mau ke ruangan Sasa Ibu ingin melihat keadaannya"
"Baik bu "
Setelah Arum keluar mereka bertiga duduk dan menatap Farah dengan sengit.
"Iya bener makanya gini nih perempuan yang suka rebut pacar orang akhirnya akan dapat Karma langsung dibayar kontan sama Allah baru tahu rasa kan udah ma jahat sama temen sendiri, sekarang udah rebut malah kecelakaan dan rusak wajahnya " sambung Novi
"Ya itu emang hukumannya buat orang jahat kita juga untungnya mau gitu ya nungguin orang kaya dia. Sebenarnya sih enggak mau tapi karena Bu Arum yang minta Ya udah sih jaga dulu aja, lebih baik lo mati aja deh susul pacar lo itu pacar baru loh yang baru aja mati"sambung Chika sekarang.
"Hei kenapa kalian bicara kayak gitu jangan gitu dong jangan olok-olok Farah. Dia lagi sakit loh, dulu kalian berteman jangan saling ejek Oke sekarang kalian jaga Farah dengan baik jangan seperti itu "
Mereka sangat kaget saat Arum tiba tiba datang "Hehe iya bu maaf, ibu ngagetin aja deh, tiba tiba ada yang bicara " jawab Chika.
Arum hanya tersenyum, langsung pergi dan sekarang memang benar benar pergi kearah kamar Sasa.
"Sasa "
"Eh kakak, gimana Farah baik baik aja "
" Farah udah baik-baik aja sih tapi enggak tahu mukanya dia bakal seperti biasa lagi atau harus ya operasi dulu kan mukannya parah banget, tenang aja udah ada temen-temennya juga jadi kamu lebih baik lebih banyak istirahat lagi ya Kakak pengen kamu cepet-cepet sembuh"
"Iya kak aku juga pengen cepet cepet sembuh tapi ayah bakal bawa aku dan nggak akan bolehin Aku sekolah lagi di sini"
"Kenapa Apa itu udah mutlak bahwa Ayah kamu akan bawa kamu pindah, karena masalah ini apa karena masalah pembullian "
"Semuanya karena masalah semuanya Ayah bakal pindahin aku"
Arum menundukan kepalannya, kenapa jadi seperti ini.