Mereka Yang Tak Terlihat

Mereka Yang Tak Terlihat
Ketauan semuanya


Arum berjalan kearah ruangan bibinya dengan lesu, karena kakak tingkat sudah tak datang lagi padanya, kemana dia kenapa tak ada, apa dia sudah senang, Arum masuk dan masih melihat bibinya yang masih koma.


Arum duduk dan mengengam tangan bibinya, "bibi kapan bibi sadar, aku sangat ingin melihat Bibi baik kembali melihat Bibi sadar kembali. Kapan bisa memasak lagi dengan bibi, mengajakku jalan-jalan dan melakukan hal lainnya rasanya tanpa babi hampa sekali, sama paman juga kasihan menunggu mu bibi "


Inara yang samar-samar mendengar seorang yang akan masuk ke dalam ruangan bibinya, segera berlari ke arah belakang kursi dan mengumpat disana menunggu siapa yang akan datang kedalam ruangan ini.


Arum yang melihat orang itu sangat kaget orang itu tiba-tiba saja duduk dan memegang tangan bibinya


"Saidah kapan kau akan sadar. Apakah kau tidak kasihan dengan ayah, ayah sendirian ayah sudah membuatmu menjadi seperti ini, maafkan ayah kalau saja tidak ada yang tahu kalau kau adalah anak Putri Ayu pasti semua ini tidak akan terjadi Saidah,bangunlah jangan meninggalkan ayah seperti ini"


Inara yang mendengar ucapan itu kaget dan tak menyangak ternyata selama ini bibinya adalah Saidah, anak yang hilang, anak Putri Ayu, kenapa selama ini keluargannya tak tau.


"Saidah ayo bangunlah bangun jangan seperti ini, ayah sudah menyelamatkan mu, kalau ayah tak menyelatkan mu, aku yang akan di tembak mati karena telah membunuh ibu mu sendiri, bangunlah nak, jangan seperti ini "


"Kau tau ayah kesepian tanpamu, dan ayah tak bisa menegokmu sama sekali karena anak itu, soudara paman mu menganggu dia datang kemari terus menerus, aku jadi tak punya kesempatan untuk menemui mu, ini juga ayah bersyukur tak ada anak itu, anak yang ingin tau tentang kematian ibumu, apa ayah harus melenyapkannya seperti ayah melenyapkan anak laki laki itu "


Arum menutup mulutnya, berarti benarkan penglihatannya kalau dia membunuh kakak tingkat.


"Arum "


"Kenapa kau mengagetkan ku "


"Kau temui pria tua itu dan tanyakan, ayo cepat "


"Kau ingin aku mati hah, kau tak dengar dia akan melenyapkan ku seperti dia melenyapkanmu, kemana kau sebenarnya, kenapa menghilang begitu saja , aku menunggumu "


"Aku hanya ingin menenangkan dikiranku itu saja, sepertinya sebentar lagi aku akan menghilang bahkan aku sudah mulai memudar "


" Apakah kau tega melupakanku Apakah kau tega meninggalkanku begitu saja kau mau pergi kemana Kenapa harus secepat ini kita kan belum menyelesaikan misi ini, kenapa kau pergi, Bukannya kau akan menyelesaikannya denganku bersama-sama Apa kau mengingkari semuanya"


"Aku sudah tahu tentang kematian ku dan tak ada lagi yang membuatku untuk merasa penasaran dan aku juga sudah tahu ternyata yang membunuh Putri Ayu itu adalah anaknya sendiri bukan Pamanku, Sekarang aku sudah tahu semuanya dan aku tak ada lagi yang perlu aku khawatirkan, aku bisa tenang di alam sana karena sudah mengetahui semuanya. Aku akan membalas dendam pun tak ada gunanya karena Paman ku pun sudah tak ada sedangkan Sekarang orangnya membuat pamanku di penjara adalah Bibimu sendiri Mana mungkin aku bisa membalas dendam padanya tidak mungkin""


"Kau jahat " teriak Arum, Arum membekap mulutnya.


"Siapa ituuu "