Mereka Yang Tak Terlihat

Mereka Yang Tak Terlihat
Sudah biasa


Arum yang sudah menyiapkan sarapan untuk suaminya segera memberikannya dan mengantarkannya kedepan rumah "kamu benerana mau kerja Angga. Kamu gak cape emang langsung kerja "


"Gak sayang, aku gak cape kok "


Arum segera membuka pintu dan diluar sudah ada Bima "Bima kamu ngagetin aja " ucap Angga sambil mengusap dadanya"


"Ehh maaf tadinya mau ketuk pintu tapi udah duluan dibuka sama kamu, ayo kita bareng berangkat kerjanya, aku kan kalau kayak gini ada temennya "


"Ohh iya ayo "


Angga segera berbalik kearah istrinya dan mengusap pipinya "aku pergi dulu ya ayang, kamu hati hati dirumah ya " ucap Angga sambil mencium kening Arum dan Arum menyalimi tangan Angga.


Dan tanpa mereka sadari ada yang mendengus dibelangkang mereka, dia tak suka melihat kemesraan kedua pasangan ini, sungguh membuat hatinya panas saja.


"Iya kamu juga hati hati ya dijalannya Angga, awas bekelnya harus dimakan "


"Iya sayang pasti Assalamualaikum"


"Walaikumsalam "


Angga langsung menaiki motornya dan Bima menatap Arum sekilas dan naik motornya juga, lalu pergi meninggalkan pekarangan rumah.


Saat Arum akan masuk dirinya melihat Hanin yang baru saja bangun, dan menghampirinya "gimana kamu nyenyakan tidur disini "


"Nyenyak banget, pokoknya disini gak ada gangguan aku senang banget tidur aku gak ada yang nyempil ditengah "


Arum malah tertawa dan hanya bisa mengelengkan kepalanya "kamu ini ada ada saja untung ajakan hantu anak kecil itu gak ikutin kamu, kalau sampai ikutin gimana coba "


"Ih jangan gitu dong ahh Rum, aku jadi takutkan, kanu jangan bicara kayak gitu lagi ah "


"Makin seneng deh kalau gini udah disiapin semuanya jangan marah ya kalau aku nanti betah disini "


"Gak akan marag kok, yang ada aku seneng ada temennya "


Hanin tersenyum senang dan masuk kedalam kamar mandi sedangkan Arum yang akan masuk kedalam kamar dicegat oleh Adel "kayaknya ada yang aneh sama om om tadi deh kak"


"Yang mana sayang "


"Itu loh laki-laki gemuk yang tadi samper Kak Angga. Dia tuh aneh tau nggak natap Kakak kayak gitu, apa dia bukan om-om baik ya kok mukanya nyebelin banget sih Kak hati-hati loh nanti malah Kakak di main-mainin sama dia"


"Nggak akan sayang. Emangnya kakak ini apa mau dimain-mainin kakak bukan barang kamu tenang aja sayang Kakak bisa jaga diri kok tadi malam kamu ke mana"


"Aku main di kamar sebelah yang ada 2 perempuan itu loh teman kakak yang waktu itu bandel, aku di sana duduk-duduk dan main-mainin rambut mereka tapi mereka nggak sadar mereka cuman tidur aja, aku padahal ada di tengah-tengah mereka loh kak"


Arum langsung tertawa teringat perkataan Hanin. Dia bilang tak ada yang nyempil tapi nyatanya ada Adell, kalau dikasih tahu pasti takut deh dia, sudahlah biarkan saja tak usah diberitahu.


"Kakak kenapa "


"Engga kakak gak apa apa "


Kebetulan sekali Hanin keluar dari kamar mandi "kamu bicara sama siapa "


"Sama Adel udah gih sana kamu sarapamn dulu, kasian perutnya "


Hanin menganggukan kepalanya sudah biasa dengan kelakuan sahabatanya itu yang selalu berbicara dengan makhluk halus, berbicara sendirian seperti itu. Sudahlah biarkan yang penting hantunya tak menganggu dirinya.