Mereka Yang Tak Terlihat

Mereka Yang Tak Terlihat
Liontin


Sedangkan Hanin sekarang terbangun sudah diikan kaki dan tangannya "apa ini yang terjadi, kenapa aku di ikat seperti ini"


"Tolong lepaskan aku, apa yang kau lakukan pada ku anak kecil. Katanya kau akan menolongku "


Anak kecil itu hanya tersenyum saja lalu membawa payung Hanin, yang entah sejak kapan ada disini. Anak kecil itu naik keatas tempat tidur berdiri dan menacapkan payung itu keperut Hanin.


"Akhh apa yang kau lakukan, lepaskan aku. Jangan bunuh aku tolong tolong tolong


"Hahahaha tak bisa, tak bisa kau harus mati, kasihan ibuku sendiran tak ada temannya. Makannya aku membunuhmu ya jadi tenang jangan banyak bergerak nanti makin sakit tau"


Setelah membuat perut Hanin terluka anak kecil itu turun, lalu mengambil gunting dan mengunting kedua jari kelingkin Hanin. Sampai Hanin tak sadarkan diri. Saking sakitnya.


"Hahaha kau payah, kau pengecut baru saja aku potong jarimu sudah pingsan hahahaha. Sama saja seperti yang lain ternyata. Ku kira kau kuat "


**


Saat dibelokan Arum melihat payung yang sering Hanin gunakan terbuka begitu saja. "Hanin kamu disana " sambil berlari menghampiri payung yang penuh darah.


Namun payung itu seketika tertutup dan menampakan anak kecil yang tadi ada dalam rekaman cctv yang mempengaruhi Arum untuk mebunuh Bella.


"Apakah ini punya temanmu" tanya anak kecil itu.


"Kau apakan sahabatku, mana dia sekarang hah jangan main-main dengan ku "


"Mari kalau kau ingin tau kejar aku dulu, baru aku kasih tau "


Arum yang kesal segera mengejarnya dengan Angga sekarang memimpin. Namun hantu anak kecil itu tiba-tiba berhenti menghadap pada Angga lalu mendorong Angga. Setelah Angga tersungkur hantu itu menodongkan gunting besar ingin untuk menusuk Angga


Arum segera berlari kearah Angga dan mengorbankan tubuhnya sendiri. Namun "akh " hantu anak kecil itu terpental saat akan menusuk Arum lalu menghilang begitu saja.


Arum segera mengeluarkan kalung yang tadi dia bawa, benarkan berguna. "Kamu dapat dari mana kalung itu Rum"


"Tadi saat aku di obati Bella, tiba-tiba ada kotak terjatuh dan ada kalung didalamnya aku membawanya saja Angga"


"Coba kamu buka liontinnya, siapa tau ada pentunjuk didalamnya "


Arum segera membukannya didalam liontin itu, ada foto seorang anak kecil dan seorang wanita. Namun seketika Arum melihat sebuah kejadian. Kejadian yang sesungguhnya yang terjadi pada Sarah.


Dimana seorang suster sedang dikejar-kejar oleh seorang laki-laki "tolong lepaskan saya pak, saya tak mau "


"Tidak, apa susahnya sih kamu memuaskan saya dulu, saya jamin kehidupan kamu dan Sarah akan menjadi lebih baik dari sekarang "


"Tidak pak, saya tidak mau. Saya masih punya harga diri ya pak " teriak perempuan itu.


Lalu berlari lagi, saat ditengah-tengah tangga kakinya malah menginjak sesuatu dan membuatnya kaget. Yang pada akhirnya membuatnya jatuh kebawah tangga.


Kepalanya sudah banyak mengeluarkan darah, laki-laki itu segera turun sambil mengeleng-ngelengkan kepala "kamu ini jadi jatuhkan, aku bilang apa kau hanya perlu memuaskan ku ini semua pasti tak akan terjadi sama kamu "


Laki-laki itu lalu mengampiri anak kecil itu, yang ternyata itu Sarah. Memcekik Sarah sampai kakinya terangkat keatas. Sarah sudah mencoba melawan namun tak bisa tenaganya kalah kuat dengan laki,-laki itu.


Dirinya yang hanya seorang anak kecil tak bisa melakukan apa-apa. Hanya bisa pasrah menerima takdirnya yang tak bagus.


"Tolong jangan sakiti Sarah tolong dia tak salah apa-apa " ucap ibunya yang sudah sekarat.


"Tak bisa dibiarkan, Sarah harus mati agar saksi mata tak ada. Agar aku bebas dari hukum " laki-laki itu makin mengencangkan cekikannya pada anak kecil itu. Sampai Sarah tak bernafas kembali.


Segera lelaki itu membawa Sarah keruang bawah tanah, menyembunyikan mayatnya disana sampai sekarang. Sampai dibuatkan sekolah entah kenapa tak ketemu mayat itu.


Namun malah menjadi legenda. Dan membunuh anak-anak yang tak bersalah. Jika ada yang masuk kedalam alam gaib malah dia bunuh juga. Sarah sudah menjadi hantu yang jahat dan bukan anak yang baik- baik lagi seperti dahulu.


"Rumm lepaskan " ucap Angga sambil merebut kalung itu


"Anak kecil itu adalah sarah, mayatnya ada diruang bawah tanah, kita harus kesana Angga. Ayo cepat sambil mencari Hanin saja Angga "


"Ayo Rum, kita pecahkan semuanya


Sedangkan Tinah sekarang sedang ada dilorong memegang sobekan kertas punya Arum, menatapnya dengan penuh kembencian. "Kamu akan selamanya disini Rum, aku pasti akan mendapatkan Angga seutuhnya " segera Tinah membakar kertas Arum sampai tak tersisa sedikut pun.


Setelah membakarnay Tinah segera bangkit dan mencari keberadaan Sarah memasuki setiap ruangan, namun saat diruangan terakhir dia menemukan Hanin yang sedang pingsan sambil di ikat.


"Apa yang terjadi ya Tuhan, Hanin apa kau baik-baik saja "


Tinah segera menghampiri Hanin dan melepaskan Hanin "bertahanlah Hanin, bertahan " setelah semuanya lepas ada suara anak kecil yang sedang tertawa.


Ternyata itu Sarah yang sedang duduk disebuah meja sambil mentertawakan Tinah dan Hanin.


Tinah yang ketakutan segera mengendong Hanin keluar, sambil sesekali berlari. Katanya ingin bertemu dengan Sarah namun saat ada malah kabur.


Namun dibelakangnya tiba-tiba ada orang yang membawa palu,makin takut saja kan dirinya. Dengan sekuat tenaga Tinah berlari sambik mengendong Hanin.


Namun malah terjatuh, dan orang itu sudah ada didepan Tinah sambil mengacungkan palunya untuk membunuh Tinah "akhhh "


Bruk, tiba-tiba laki-laki itu terjatuh didorong oleh Feri yang ternyata mencari Tinah "bisa apa kau sendirian, liat apakau kau mampu " ledek Feri.


Orang yang membawa palu itu lalu bangkit lagi dan beralih kearah Feri, lalu memeluk Feri dengan sekuat-kuatnya "Akhhh cepat pergi Tin, pergi cepat " teriak Feri. Tulang Feri bahkan sudah patah semuanya diremukan oleh orang itu. Kuat sekali ya dia sampai bisa meremukan tulang dengan tangan kosong.


Tinah segera mengendong lagi Hanin, "maafkan aku Fer maaf, aku meninggalkan mu sendirian. Terimakasih kamu mau menolong aku dan Hanin "pergi berlari dengan tertatih-tatih meninggalkan Feri yang mengorbankan dirinya demi teman-temannya.


Tinah menabrak seseorang dan membuat dirinya terjatuh, untungnya saja yang dia tabrak adalah Arum "Tinah apa yang terjadi pada Hanin, kenapa dia pingsan seperti ini. Tapi dia tak apa-apakan Tinah " ucap Arum sambil menghampiri Hanin yang masih pingsan.


"Entahlah aku gatau "jawab Tinah dengan ketus. Lalu berdiri mendekati Angga yang berdiri tak jauh darinya