
" Bagaimana Apakah kau sudah menemukannya atau buku apa gitu yang bisa kakak temuin ada enggak Kak. aku sama sekali enggak temuin apa-apa Kak di sini apa bukunya disembunyikan oleh seseorang kita nggak tahu kan Kak "ucap Arum yang sudah kebingungan
" Iya aku sama temanmu kan apa-apa ko ma di mana yang mereka menyimpan buku sejarah tentang bangunan ini ada di suatu tempat mana mungkin kan buku sejarah bisa hilang begitu saja. kita harus cari kebenarannya kita harus cari semuanya aku mau Pamanku bisa mendapatkan keadilan karena dia memang tak salah"
" Ya sudah Kak Ayo kita pergi Ayo kita cari ke perpustakaan perpustakaan lain siapa tahu kan ada disana "
" Ayo let's go kita pergi"
namun baru juga mereka membuka pintu tiba-tiba saja ada Sasa yang akan masuk akhirnya Arum tak jadi keluar dan masuk lagi ke perpustakaan.
" Ibu apakah aku boleh di sini menemani Ibu aku Aku sungguh ingin berbicara dengan ibu. aku ingin berteman dengan ibu Apakah ibu mau berteman denganku "
" Tentu saja tapi kau jangan memanggilku ibu dong ,masa iya kita berteman tapi kau memanggilku Ibu nanti aku Akan terlihat tua"
" Lalu aku harus memanggil apa-apa aku harus memanggil atau apa pada ibu "
"Boleh saja kau panggil aku kakak aku tak akan keberatan. Oh ya aku boleh tanya sesuatu padamu"
"Bertanya apa Kak aku akan menjawabnya "
"Apa teman-temannya sangat membencimu apa ada sesuatu yang kamu perbuat, maksudku Farah kan yang paling tak suka denganmu Ada apa sebenarnya apa kalian punya masalah pribadi "
" Entahlah dari awal aku masuk parah memang sudah tak suka denganku Kak, Dia selalu menggangguku bahkan saat aku berpacaran dengan pak guru Dia sangat suka"
" iya kenapa kakak bisa tahu, apakah selama ini kakak me mata-mataiku, guru-guru lain tak tahu Kakak aku berpacaran dengan Pak Bima hanya Farah saja yang tahu dan teman temannya"
" Tidak aku sama sekali tak memata-matai mu tapi aku tahu kalau kamu berpacaran dengan dia kau tahu ibumu tak suka kau berpacaran dengan dia, dia bukan laki-laki baik Sasa seharusnya kau tak usah mendekati dia "
" Gak mungkin Kak, ibuku sudah meninggal Mana Mungkin dia bisa bicara dengan kakak, itu sangat mustahil Kak "
" Kenapa mustahil memang aku benar-benar berbicara dengan ibumu, dia tak suka melihat kau dekat dengan guru itu dia tak baik Sasa dia bukan laki-laki yang seharusnya kamu dekati, kemarin malam ibumu mendatangiku dan memintaku untuk menjauhkanmu dari pak Bima"
" Apa buktinya kalau aku memang berbicara dengan ibuku Apakah tahu bagaimana perawatan Ibuku dan wangi Ibuku Seperti apa Kakak tahu "
"Tentu aku sangat tahu, ibu mu berambut panjang ikal, berkulit putih, Dan Dia memiliki mata yang sipit sepertimu berbola mata coklat muda, dan memiliki senyum yang manis dia semasa hidupnya sangat suka dengan mawar putih sampai-sampai wanginya saja terciumz tercium bau mawar putih dari tubuhmya Apakah Aku Benar Sasa"
Salsa yang bingung hanya menatap Arum lalu tiba-tiba pergi begitu saja meninggalkan Arum.
" Ayo apa kau sudah selesai berbicara dengan anak itu, kita selesaikan misi kita ini " ucap kakak tingkat itu
"Ayo kita pergi sekarang Maafkan aku, aku harus mendengarkan dia dulu mari mari mari kita pergi"
Mereka berdua segera keluar dari perpustakaan dan cepat-cepat keluar dari sekolah Takutnya nanti ada yang menghentikan Mereka lagi.