Kekasihku Anak Tiriku

Kekasihku Anak Tiriku
Pembukaan Klub Malam


Suara hingar bingar musik telah terdengar. Dentuman musik khas dj mulai dikumandangkan. DJ kelas dunia sedang berada di atas panggung memainkan tangannya pada peralatan di sana.


Lampu warna warni mulai berputar. Para pelanggan dan tamu mulai berdatangan menuju klub malam milik Madam Fey yang telah dibuka kembali, setelah satu tahun tutup.


Madam Fey, akhirnya menarik para pekerjanya untuk mengembangkan klub di Singapura dan Vegas.


Kini, setelah ia merasa yakin dan Arumi bersedia membantu dan bekerja sama, Madam Fey akhirnya membuka kembali klub di tanah air.


Kali ini dia membuat konsep yang baru. Ia mengundang band papan atas untuk menjadi bintang tamu malam itu untuk menghibur para tamu yang datang.


Setelah penampilan band, akan dilanjutkan dengan penampilan DJ dan para penari tiang andalan klub Madam Fey. Kali ini, bintangnya adalah Audi, yang tak lain dan tak bukan adalah Arumi.


Leon masuk pintu pemeriksaan dengan tenang, setelah ia diperiksa, ia mengambil barang bawaannya di lorong berikutnya.


Malam ini, ia diundang oleh Andin untuk datang ke acara pembukaan klub Madam Fey. Leon datang bersama Dito dan Bin.


Sejak kembali ke ranah air, Leon lebih sering berkumpul dengan teman temannya, dan kini Andra sering ikut berkumpul bersama mereka.


Bin datang bersama Bela, dan kini mereka tengah berpacaran. Dito masih sendiri, sedang Andra. Dia dan Andin memiliki hubungan yang rumit, namun mereka sadar akan sulit untuk bersatu, jadi mereka hanya menikmati saat saat bersama saja selama ini.


Leon masih sendiri. Ia sangat percaya Arumi masih hidup. Meskipun, papanya mengatakan telah menemukan Arumi yang telah tak bernyawa di sebuah Van yang ditemukan di dekat hutan.


Tuan Haris tak mengijinkan otopsi jenazah, dengan alasan tidak ingin jasad dibedah, dan ingin menghormati keluarga Arumi. Tuan Haris memang melakukan pamakamaman secara layak, namun tertutup. Lalu setelah tiga hari ia menikah dengan Viona, seolah semua telah mereka rencanakan.


Dito yang pertama protes..


"Mama, tak punya perasaan. Arumi baru meninggal, dan baru hitungan hari, lalu tiba tiba Mama menikah dengan Tuan Haris. Publik akan menilai buruk pada Mama. Apa Mama tidak takut akan hancur reputasimu?" Protes Dito.


Namun, Viona, sang mama, tak menggubris.


Leon pun terlibat pertengkaran sengit pula dengan Tuan Haris setelah pemakaman Arumi.


"Apa Papa tidak ingin memeriksa kembali? Memastikan itu benar Arumi atau bukan? Bisa jadi, jasad itu bukan Arumi, apalagi wajahnya tak begitu jelas karena penuh dengan lebam pukulan."


"Papa yakin."


"Lalu Papa ingin langsung menikahi Viona?"


"Ya. Papa membutuhkan pendamping untuk melakukan tugas tugasku. Baik dalam hubungan bisnis, maupun tugas negara." Sahut Tuan Haris.


"Secepat ini? Apakah Papa tidak memikirkan perasaan Thomas dan Gisel? Arumi masih saudara mereka. Apa Papa tidak memikirkan pendapat orang di luar sana?"


"Aku tidak peduli ucapan orang lain. Aku hanya peduli orang yang baik padaku."


*


*


Band pembuka telah memulai alunan musiknya. Para pengunjung yang mengetahui dan hapal lirik, maju mendekati panggung dan langsung ikut berjingkrak-jingkrak sambil ikut bernyanyi.


Lalu, band utama telah mulai. Pengunjung pun semakin ramai malam itu. Penampilan band papan atas itu membius semua penonton yang hadir di sana. Mereka menyatu dalam penampilan itu. Ikut menyanyikan lirik lagunya..


*


*


Malam kian larut, namun klub itu kian ramai. Pertunjukan demi pertunjukan memanjakan pengunjung makam itu.


Terlebih penampilan yang telah ditunggu tunggu oleh para pengunjung adalah tarian tiang yang menjadi andalan klub Madam Fey.


Terlihat Pak Broto berbincang dengan beberapa rekan bisnisnya di ruang VIP klub. Namun, tak ada Tuan Haris di sana.


Tuan Haris diundang, namun hingga tengah malam, dia tak datang. Viona pun tak datang. Seolah tak peduli dengan klub baru itu.


"Ladies and gentleman, mari kita sambut penampilaaaannn dari para penari kita malam ini....!" Seru MC dari klub.


DJ memainkan jarinya dengan lincah di atas catwalk. Lalu satu persatu gadis gadis keluar dan menggerakkan tubuhnya mengikuti alunan musik.


Lalu masuk gadis gadis memakai kostum dan topeng pada wajahnya. Beberapa dari mereka melakukan aksi menari di tiang yang tersedia di sana.


Sorak gembira penonton terdengar malam itu.


Beberapa gadis menghampiri ke tempat duduk Leon. Gadis gadis itu tersenyum menggodanya. Leon dan kawan kawannya.


Mereka melihat penampilan tarian yang di sajikan malam itu. Bela bertepuk tangan kencang saat melihat Andin keluar dari balik tirai dan melakukan aksi panggungnya malam itu.


Lalu tiba tiba lampu meredup, dan musik mengalun dengan tenang. Lalu seorang penari yang bernama Audi itu muncul.


Dia menampilkan atraksi tarian tiang dengan sangat hati-hati elegan. Penampilan Audi yang berlangsung saat itu


Leon dan teman temannya terpukau dengan penampilan Audi malam itu. Sekilas Leon seakan melihat sosok Arumi yang sedang menari di atas panggung malam itu.


Leon memperhatikan dengan seksama penari yang memakai topeng tersebut.