
Waktu sudah lewat tengah malam. suasana begitu sunyi, bahkan tidak terdengar suara jangkrik dan binatang malam lainnya. tiga orang itu juga masih diam membisu. entah apa yang berada di dalam pikiran mereka. potongan- potongan dari tubuh dua mayat 'Resi Kembar Bejat' yang tadinya membeku kini sudah mulai mencair.
Malam ini begitu menyeramkan bagi Retno Item dan kedua orang tuanya. tapi juga ada perasaan syukur karena yang di atas masih memberi mereka umur panjang hingga bisa tetap berkumpul sebagai satu keluarga yang utuh.
''Kurasa tidak ada lagi yang bisa kita lakukan di dunia luar ini. kupikir sebaiknya kita bertiga kembali ke tempat kediaman kita di lereng gunung Arjuna..''
''Kau benar kakang., kita patut berterima kasih kepada pemuda pincang itu karena sudah dua kali menyelamatkan keluarga kita. aku juga nyaris tidak percaya kejadian tiga tahun silam dapat terulang lagi di sini..'' ucap Dewi Bintang Hitam menyetujui pendapat suaminya.
''Anakku Retno Item., ibu tahu apa yang kau rasakan saat ini, tapi dia manusia bebas yang mungkin saja punya kesulitan sendiri dan tertutup sifatnya hingga lebih suka hidup menyendiri..''
''Benar kata ibumu Retno., kalau memang ada jodoh bertemu tentu kita kelak akan dapat bertemu lagi dengan pemuda pincang itu..''tambah Ki Wedhus Jenggot Putih coba menghibur putri semata wayangnya yang sedang dilanda keresahan hati.
''Pemuda pincang., kenapa hanya itu yang bisa kita ketahui tentangnya. paling tidak seharusnya kita tahu siapakah namanya..'' gumam Retno Item menghela nafas sedih.
''Ayah, ibu., mari kita kembali ke rumah. setidaknya kita bisa menuruti pesan dari tuan penolong kita..'' kata Retno Item sambil tersenyum pahit menatap kedua orang tuannya. sekali berkelebat gadis itu bergerak lenyap mendahului.
Dewi Bintang Hitam dan Ki Wedhus Jenggot Putih saling pandang sekejap. dalam hati mereka berkata ''Putri kita sudah mulai dewasa jalan pikirannya. hingga kesedihan hati dan rasa kecewa tidak membuat dirinya terpuruk..'' tubuh dua orang suami istri itupun lenyap menyusul anak gadisnya.
Baru sepeminum teh berlalu tempat itu sudah kembali di datangi orang. yang tiba di sana adalah dua orang lelaki tua muda. yang satu umurnya mungkin lebih enam puluh tahun. berjubah putih lusuh dengan rambut yang juga putih panjang menjela bahu. ada satu keanehan sekaligus keseraman pada kedua tangannya yang kurus dan panjang. tangan lelaki tua ini berwarna biru pekat dan licin mengkilap.
Orang kedua umurnya belum genap tiga puluh tahunan, berpakaian dan berikat kepala hijau tua. wajahnya cukup tampan namun sangat pucat bagai tidak berdarah. sepasang matanya yang tajam dan bersinar kehijauan seakan penuh hawa membunuh. rambutnya yang hitam lurus di sisir rapi panjang sebahu. yang cukup di sayangkan tubuh lelaki muda ini meskipun kekar namun terlihat sedikit bungkuk.
Orang tua berjubah putih dan bertangan biru terlihat tersentak saat melihat potongan daging sekepalan tangan dari mayat dua orang manusia berselimut es yang sudah mulai mencair. dia hendak mengucapkan sesuatu tapi merasa ragu.
''Apa yang hendak kau katakan sobat tua, kenapa dirimu terlihat gelisah melihat pemandangan ini. biarpun kuakui keadaan potongan mayat ini sangat aneh dan mengerikan, tapi apakah itu perlu untuk kita takutkan.?'' ucap pemuda bungkuk berbaju hijau itu seraya terkekeh. ada nada ejekan yang meremehkan dalam ucapannya.
Biarpun tahu sindiran pemuda bungkuk berbaju hijau itu, tapi orang tua bertangan biru mengkilap cuma mendengus dan terus diam berpikir. semakin lama raut wajahnya semakin terlihat khawatir kalau tidak mau di bilang ketakutan. hal ini tentu membuat pemuda bungkuk semakin heran karena dia tahu betul siapa orang tua yang berada di sampingnya ini.
Seorang kakek berjubah dan berambut putih yang mempunyai sepasang tangan berwarna biru mengkilap adalah suatu ciri bagi orang persilatan untuk dapat mengenali siapa adanya orang tua ini. dia bukan lain adalah seorang tokoh silat golongan hitam yang di kenal dengan julukan 'Iblis Tangan Biru'.
''Kau pasti heran kenapa aku sampai merasa khawatir melihat potongan tubuh mayat ini. pertama meskipun sudah hancur daging tulangnya hingga sekepalan tangan dan sempat membeku, tapi aku dapat pastikan kalau semua ini berasal dari tubuh dua orang..''
''Tapi yang membuatku tidak habis pikir adalah siapakah di dunia persilatan sekarang yang mampu membunuh dengan cara sehebat ini.?'' ujar Iblis Tangan Biru seakan bertanya pada pemuda di sampingnya yang cuma bisa diam, sepertinya orang ini juga baru menyadari keanehan yang ada di sana.
Dalam dunia hitam pemuda ini termasuk pendatang baru. karena belum genap dua tahun muncul di rimba persilatan. meskipun demikian julukannya sebagai si 'Arwah Hijau' sudah dapat di sejajarkan dengan pesilat kawakan seperti 'Iblis Tangan Biru.!'
Iblis Tangan Biru merenung sebentar baru berkata. ''Terus terang saja aku tidak yakin dengan pikiranku sendiri., tapi kira- kira dua puluh lima tahun silam aku pernah melihat pertarungan antara seorang tua sakti yang di keroyok lima orang pesilat hebat berilmu tinggi dan ternama. setelah bertarung lebih dari dua ratus jurus orang tua sakti itu dengan hebatnya mampu menghabisi kelima pengeroyoknya..'' suara Iblis Tangan Biru sampai gemetaran saat menuturkan semua kejadian yang pernah di lihatnya. jelas orang tua ini masih merasakan kengerian.
''Saat semuanya berlalu dan orang tua hebat itu pergi, diam- diam aku dan beberapa orang lainnya muncul untuk melihat apa yang terjadi dan kau tahu seorang di antara lima sosok mayat pengeroyok itu mati dengan dengan tubuh hancur terpotong pecah sekepalan tangan dan membeku di selimuti salju. persis seperti yang ada di hadapan kita saat ini.!''
''Kau tentunya penasaran siapa orang tua yang berhasil lolos dari kepungan maut lima orang pesilat tangguh itu..'' pancing Iblis Tangan Biru menyeringai seakan ingin balas mengejek si 'Arwah Hijau'. rekannya hanya menoleh tanpa bersuara. namun jelas dia inginkan jawaban.
''Mungkin juga kau merasa kalau lima orang pengeroyoknya saja yang berilmu rendah hingga dapat terbunuh. dengar Arwah Hijau., diantara kelima orang itu tidak satupun yang punya ilmu di bawah kita berdua.!'' desis Iblis Tangan Biru hingga membuat si Arwah Hijau gemetaran ketakutan, seram dan penasaran.
''Mem., memangnya si., siapa orang tua sakti itu sobatku Iblis Tangan Biru.?'' tanya Arwah Hijau tanpa sadar bergidik ngeri.
Yang ditanya tidak langsung menjawab melainkan malah mengucapkan beberapa kalimat yang aneh. ''Menebar ketakutan di delapan penjuru., Menjadi mimpi buruk rimba persilatan., raja di raja dalam aliran hitam., momok nomor satu golongan putih.!''
''Apa kau pernah mendengar kalimat seperti itu sobat mudaku Arwah Hijau.?'' gumam Iblis Tangan Biru sambil melirik rekanya.
Pemuda yang rada bungkuk itu terdiam menunduk. tubuhnya mengigil seakan terkena demam parah. meskipun dia masih termasuk pendatang baru dalam dunia hitam rimba persilatan, tapi dari gurunya dia juga pernah mendengar cerita tentang orang ini.
''Kau sudah tahu siapa orang yang aku maksudkan Arwah Hijau.?''
''Si Setan Kuburan., orang yang kau maksud pastilah dia. tapi tunggu dulu., dari yang aku pernah dengar 'Setan Kuburan' sudah lenyap puluhan tahun silam. ada yang bilang dia mati terjatuh ke dalam jurang, ada juga yang bilang sengaja kabur ke sebuah pulau terpencil di tengah lautan untuk menghindari musuh- musuhnya. bahkan ada berita kalau orang tua itu sudah mati karena terjebak di dalam 'Lembah Seribu Racun.!''
''Dulu kabarnya yang mulia ketua partai 'Gapura Iblis' pernah memerintahkan orang- orangnya untuk membunuh Setan Kuburan, tapi dia sudah lenyap tak karuan rimbanya. jadi kurasa sangat tidak masuk akal kalau orangnya muncul lagi di dunia ramai.!''
''Masalah ini harus kita laporkan segera pada atasan. kita juga belum mendapatkan petunjuk tentang terbunuhnya beberapa orang pembawa bendera perlindungan dari partai 'Gapura Iblis'. terakhir kita juga melihat belasan mayat anggota perkumpulan jasa pengawalan barang 'Elang Perkasa'. anehnya bendera Gapura Iblis yang punya kekuasaan besar tidak terlihat di sana..''
''Padahal 'Elang Kuning Botak' termasuk paling rajin membayar upeti perlindungan, bahkan sanggup membayar untuk beberapa bulan sekaligus..''
''Kau benar sobat Iblis Tangan Biru., kejadian aneh ini sudah berulang hingga empat atau lima kali, dan bendera perlindungan lambang partai Gapura Iblis selalu lenyap dari tangan para korban..''
''Keparat sialan., siapa sebenarnya bangsat yang berani mati mencari perkara dengan partai Gapura Iblis.!'' geram si Arwah Hijau sambil hantamkan tangannya kedepan. segulung angin dan cahaya kehijauan menyambar dahsyat menyapu ratusan potongan daging beku hingga lumer menjadi cairan lumpur panas berwarna hijau.!
Rupanya Iblis Tangan Biru dan si Arwah Hijau adalah dua orang utusan dari partai Gapura Iblis yang di tugaskan untuk menyelidiki pembunuhan para tokoh silat yang menjadi pelanggan jasa perlindungan bendera hitam lambang dari partai aliran hitam terkuat itu.
Malam semakin berlalu mendekati pagi, dua orang utusan partai Gapura Iblis inipun berkelebat pergi tinggalkan tempat itu.