Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
Kecantikan yang terkutuk. (bag2)


Nenek tabib itu sempat tertegun setengah tidak percaya saat mendengar gadis yang dia kemudian ketahui bernama Cahya Intan Maharani itu mengisahkan semua riwayat hidupnya. ''Aaiih., biarpun diriku bukanlah orang baik- baik yang suka menolong tanpa pamrih tapi segala penderitaan yang gadis ini alami memang agak keterlaluan..''


''Kalau saja aku tidak sedang diburu waktu untuk bisa sampai di 'Lembah Seribu Racun' dengan senang hati aku akan meracuni semua orang yang telah mencelakainya biar modar semuanya. terutama gadis pelayan rendahan berhati culas itu. kurasa., dia sangat cocok untuk dijadikan permainan racunku. Huhm., sialan betul.!'' batin si nenek sembari mendengus kesal sambil mengusap ukiran kepala tengkorak keperakan yang ada diujung gagang tongkat besi hitamnya.


Sepasang mata tuanya yang tajam menatap raut muka seram si gadis. suatu perasaan iba hati yang sangat jarang timbul dalam hatinya. setelah cukup lama berpikir keras nenek itupun bicara, ''Begini saja., aku akan katakan padamu sebuah tempat persembunyian seorang tokoh sakti yang pernah kutolong dari kematian..''


''Walaupun ilmu silat dan kesaktiannya sangat tinggi namun tubuhnya sudah separuh lumpuh hingga dia terpaksa bersembunyi dari kejaran para musuhnya. orang ini berhati kejam tapi selalu pegang janji. dia pernah bersumpah padaku akan melakukan apapun untuk membalas pertolonganku..'' terang si nenek lalu mencabut salah satu tusuk konde berukiran kepala tengkorak yang terbuat dari perak dari gelungan rambutnya kepada gadis di depannya.


''Berikan tusuk konde ini kepadanya. jika nasibmu baik kau bisa mendapatkan semua ilmu kesaktian yang dia miliki. tapi mungkin juga, dia akan memintamu untuk melakukan sesuatu untuknya. karena bagaimanapun juga dia hanya merasa berhutang jiwa padaku dan bukan kepada dirimu.!''


''Semuanya terserah pilihanmu. ingat orang itu sangat jahat. jadi pikirkan baik- baik sebelum menentukan sikap, karena untung ruginya bakal kau tanggung sendiri..'' bisik si nenek sambil menerangkan letak tempat persembunyian rahasia tokoh silat golongan hiram yang dimaksudkannya.


Sebelum pergi nenek tua berjubah hitam itu sempat memberikan sebuah guci kecil yang lapat- lapat memancarkan aroma wangi dan manis dari dalamnya. ''Dalam botol ini adalah cairan madu yang kudapatkan dari sarang lebah tawon emas dan sangat langka..''


''Madu ini sudah kucampur dengan beberapa tanaman obat. minumlah seteguk demi seteguk setiap harinya. kecuali wajah burukmu, seluruh kulit daging tubuhmu yang rusak akan segera pulih bahkan jauh lebih putih mulus. malahan kau akan awet muda selamanya Hik., hi..'' saat gema tawa mengikik itu belum habis, si nenek aneh sudah lenyap dari depan Cahya Intan Maharani.


Dengan tekad membulat putri semata wayang Ki Karta Mandara dan Nyi Marlini itupun berangkat menuju ke tempat rahasia yang dikatakan sang nenek penolongnya. saat itu usianya baru beranjak delapan belas tahun. setelah melalui bermacam kesulitan dan nyaris putus asa dia akhirnya dapat juga menemukan tempat persembunyian rahasia pesilat jahat yang dimaksudkan si nenek.


Orang itu adalah seorang lelaki tua renta yang lumpuh kedua kakinya hingga tinggal kulit pembungkus tulang. biarpun begitu tetap terlihat seringai jahat dan tatapan mesum di bola matanya. dengan berbekal tusuk konde tengkorak pemberian nenek tabib gadis inipun berhasil menjadi murid orang tua itu.


Tetapi sayangnya orang tua lumpuh itu cuma dua tahun saja mampu bertahan hidup sehingga ilmu silat dan kesaktiannya tidak dapat terwariskan seluruhnya. biarpun demikian dia masih sempat menuliskannya kedalam sebuah kitab. tanpa bimbingan dari gurunya tentu cukup sulit bagi Cahya Intan Maharani untuk memahami isi kitab itu.


Namun tanpa kenal menyerah pada akhirnya diapun dapat menguasainya. hanya satu ilmu saja yang belum dapat dia pelajari. selain sangat sulit ajian itu juga memerlukan korban sepuluh jiwa wanita berhati jahat. karena hawa jahat itulah yang akan menjadi sumber kekuatan dari ilmu kesaktian ini.


Beberapa tahun kemudian desa bekas tempat tinggalnya dibuat geger dengan hilangnya beberapa orang perempuan termasuk juga Sartikem bekas pelayan gadis itu yang kini menjadi seorang kaya dan punya beberapa lelaki simpanan penghangat ranjangnya. kejadian itu terus merembet ke istri para pembesar keraton dan saudagar kaya yang dulunya pernah turut menebarkan hasutan keji pada keluarga Cahya Intan Maharani.


Jika dijumlahkan enam belas orang wanita telah menjadi korban. kalau enam jasad perempuan diantaranya dapat ditemukan dengan kepala hancur gosong tergeletak ditepian sebuah hutan, maka sepuluh orang yang lainnya termasuk Sartikem justru lenyap tidak ketahuan rimbanya.


Dalam kitab itu juga tertulis sebuah pesan agar gadis itu mengabdikan dirinya pada partai persilatan terkuat aliran hitam yang bernama 'Gapura Iblis'. rupanya dulu sang guru adalah salah satu petinggi dari partai itu sebelum terjadi perebutan kekuasaan disana. selain itu dengan kesaktiannya yang sangat tinggi, ada kemungkinan sang ketua partai dapat memulihkan keadaan wajahnya.


''Tidak kuu., kusang., ka sam., sampai ajalku., diriku maa., masih seperti ini..'' gumam si 'Gadis Berwajah Tengkorak' terputus- putus menggigil kedinginan. entah sejak kapan kepala, leher dan bahunya sudah berada diatas pangkuan si pemuda pincang yang menjadi lawannya. matanya yang bening berembun salju menatap wajah Pranacitra.


''See., sejak kulihat tong., tongkat kep., kepala., teng., korak itu, aa., aku sadar kalau., kau., aa., adalah muu., murid nenek pen., peno., long., ku..'' dengan nafas tersengal gadis malang ini terus berusaha bicara. dengan kerahkan tenaga dalam dan inti kesaktian batu 'Nirmala Biru' pemuda itu sekedar berusaha untuk menyalurkan tambahan kekuatan pada Gadis Berwajah Tengkorak.


''Aku tahu semua riwayatmu. nenek itu pernah menceritakannya padaku. katakan apa yang bisa kulakukan untukmu..'' bisik Pranacitra sembari mendekap erat tubuh yang dingin berselimut salju itu. gadis itu tersenyum. dia tahu nyawanya sudah tidak dapat lagi tertolong. ''Oorr., orang- orang bilang kaa., kau sangat jah., jahat. taa., tapi kutahu kau manu., sia baik..'' ucapnya lirih sambil tangannya berusaha meraih wajah si pemuda.


Pranacitra tertegun. entah kenapa dia merasa kalau wajah tembus pandang itu tidak begitu menyeramkan. jika sebelah tangan dingin si gadis memegang dagunya sebaliknya jemari si pincang membelai bibir pucat dan kulit wajah tipis itu. suatu dorongan aneh dari dalam hatinya membuat dia melakukan sesuatu yang diluar nalar. dua buah bibir telah menyatu. saling mengulum dengan lembutnya. jika ada orang lain yang melihat mungkin mereka bakal merasa mual muntah.


Satu kehangatan yang luar biasa dirasakan oleh keduanya. terlebih oleh Gadis Berwajah Tengkorak. raut mukanya merona merah, dibarengi jeritan tertahan muncul kabut hitam tipis yang seolah terlepas keluar dari wajah angkernya. Pranacitra terkesima melihat gadis itu. jika ada kecantikan yang luar biasa didunia ini mungkin raut wajah perempuan dalam pelukannya inilah yang paling mempesona.


Dalam petualangannya di rimba persilatan, Pranacitra banyak bertemu dengan para wanita cantik. Puji Seruni, Jingga Rani, Nyi Rondo Kuning, Srianah atau si 'Anggrek Geni' tapi tidak satupun diantara mereka yang setanding kecantikannya dengan gadis ini. bahkan Roro Wulandari sang 'Dewi Malam Beracun' yang dikenal sangat cantik dan sombong juga tidak dapat menyainginya.!


''Terima kasih atas semuanya..'' hanya itulah ucapan yang sempat keluar dari bibir indah bersuara merdu penuh senyum kebahagiaan. tubuh Cahya Intan Maharani bergetar keras. satu persatu anggota tubuhnya membeku dan terpecah menjadi potongan tulang daging berselimut gumpalan es.


Tubuh gadis dalam pelukan itu telah hancur berkeping- keping lalu menghilang bersama hembusan angin. meskipun cuma sesaat dia melihatnya tapi seraut wajah jelita secantik bidadari kahyangan itu tidak akan pernah hilang dari ingatan Pranacitra. mungkinkah sebuah ciuman dari hati yang tulus mampu memusnahkan tabir sihir ilmu hitam yang menyelimuti wajah gadis itu.? entahlah.


*****


Menurut saya pribadi., cerita PTK ini jadi melenceng mirip kisah dongeng jaman dulu. ada putri yang di sihir tidur sangat lama, terus dicium oleh pangeran dan dia terbangun dari tidur panjangnya karena sihirnya wis ilang..🤭😞☹️.


Oh iya, kyaknya NT suka ngancem 🤭, setelah sempat diturunkan, level authornya kemarin sudah kembali naik seperti level sebelumnya😅. silahkan anda tulis komentarnya. Terima kasih🙏.