
Rinai yang mendengar ucapan si 'Malaikat Copet' hanya bisa tertegun menatap orang tua berblangkon hitam yang duduk diatas kursi goyangnya sambil menghisap pipa cangklong kemenyan itu tanpa bisa bicara apapun. jangankan dia, bahkan empat orang petinggi dari perkumpulan 'Maling Kilat' yang berada di sana juga terlihat cukup kaget.
Suro Dares melirik gadis bopeng bermata kiri picak itu dengan pandangan heran. meskipun dia tahu kalau gadis yang di luaran sana menyandang gelar 'Kusir Picak Muka Bopeng' ini punya kemampuan ilmu silat yang lumayan, tapi dia sungguh tidak mengira kalau sang ketua langsung mengangkatnya menjadi anggota. padahal baru kali ini mereka saling bertemu dan mengenal.
Biarpun bekas anggota gerombolan 'Tupai Terbang' itu dan semuanya paham kalau pimpinannya ini kadang memiliki kebiasaan membuat keputusan yang mengejutkan tapi tetap saja ini agak diluar dugaan. untuk sesaat suasana dalam ruangan rahasia dari perkumpulan para pencoleng itu menjadi sunyi. ''Hei., apa jawabanmu gadis bopeng mata picak.?'' tegur Malaikat Copet menatap tajam.
Selintas pikiran muncul di ingatannya. Rinai sudah membuat keputusan. ''Biarpun belum terlalu lama berkecimpung dalam dunia persilatan tapi berbagai pengalaman sudah pernah kualami. keadaan diriku yang cacat membuat orang lain enggan berhubungan denganku. selain kakang Pranacitra, mbakyu Srianah, Gendol, mbok Tumi dan si 'Pendekar Harimau Putih' aku tidak memiliki teman lainnya di dunia ini..''
''Jadi kurasa., jika ketua sebuah perkumpulan silat sebesar Maling Kilat mau menerima kaum pesilat rendahan semacam diriku sebagai anggotanya, tidak ada alasan lain untuk menolaknya. lagi pula, aku juga punya pengalaman mengambil barang orang lain..'' ujar Rinai sambil menunjuk cambuk hitam berduri yang tergantung di pinggang kirinya.
''Lihat cambuk ini. dulu aku mencurinya dari 'Ratu Siluman Gagak' sang penguasa pulau 'Gagak Hantu' yang pernah menculikku untuk dijadikan budak suruhannya. ilmu silatku juga hasil curian. Hee., he., beberapa kali juga aku pernah menyantroni rumah orang- orang kaya diwaktu malam kalau sedang butuh uang untuk membeli sesuatu..''
Setelah itu Rinai berlutut dengan kepala menyentuh lantai. ''Aku Rinai., dengan ini mengucapkan sumpah untuk setia dan patuh pada aturan perkumpulan Maling Kilat. jika dimasa depan diriku melanggar sumpah atau dianggap berkhianat, aku bersedia mendapat hukuman berat termasuk kematian.!" serunya tegas.
Sesaat lamanya semua orang terdiam hingga gelak tawa keras Malaikat Copet memecah keheningan. "Haa., ha., bagus Rinai. aku percaya kau bakal menjadi anggota andalan dalam perkumpulan ini.!'' semua yang hadir saling pandang sebelum turut tertawa menyambut kehadiran rekan baru mereka.
''### Kurasa kita mesti berpesta untuk merayakan kedatangan saudara baru seperkumpulan..'' usul 'Iblis Dayung Besi'. '' Kau benar sobatku. malah kita harus cepat mengabarkan berita ini pada seluruh anggota.!'' sahut Nyi Juling Jinjit. sepertinya nenek ini yang terlihat paling bersemangat karena dia akan punya rekan sesama perempuan.
''Hee., he., tidak perlu lagi banyak pikir. kita putuskan begitu saja. lagi pula sudah lama perkumpulan ini tidak mengadakan pesta besar. seluruh anggota di markas pusat dan daerah sekitarnya boleh hadir. sedangkan yang berada di cabang jauh, dapat kita kirimkan sekedar tambahan uang saku untuk mereka..'' pungkas Malaikat Copet terkekeh.
...........
Agak jauh di luar kadipaten Jepara ada sebuah rumah makan sekaligus tempat penginapan yang sangat terkenal. mulai dari rakyat jelata, kalangan rimba persilatan juga orang- orang kaya hingga golongan kaum pembesar kerajaan dari berbagai wilayah hampir semuanya pernah mendengar tentang bernama rumah makan dan penginapan 'Lawang Wangi'.
Biarpun tempatnya agak berada di tepian hutan namun justru menambah daya tarik bagi semua orang. selain rasanya nikmat dan harga makanan yang tersaji cukup murah, para pengunjungnya juga bisa mendapatkan hiburan berupa pelayanan dari wanita cantik serta tempat perjudian.
Di sana mereka bisa bersenang- senang dengan tenang karena tempat itu mempunyai aturan yang tidak memperbolehkan adanya keributan apapun alasannya. bagi yang ingin menginap juga hanya dibatasi paling lama tiga hari saja. meskipun beberapa orang pernah nekat melanggarnya tapi semuanya cepat pulang tinggal nama alias mati.
Selain sang pemilik tempat yang bernama Nyi Rondo Kuning punya ilmu kanuragan cukup tinggi anak buahnya yang terdiri dari para wanita cantik juga tidak dapat dianggap lemah. bahkan konon belakangan ini Nyi Rondo Kuning telah membuat semacam barisan pedang gabungan dari para anak buahnya. diluar itu, hubungan sangat baik antara Nyi Rondo Kuning dengan banyak kalangan membuat para pengunjung harus berpikir ulang jika berniat membuat keributan.
Suara kecipak air kolam pemandian rahasia yang ada dibelakang warung makan besar itu semakin keras terdengar saat sesok tubuh putih sintal berenang bebas di dalamnya. setelah puas Nyi Rondo Kuning melompat keluar kolam dengan gerakan bersalto. rambut hitam lebatnya yang panjang dan basah memercikkan titik- titik air ke segala penjuru kolam.
Pemandangan ini sangat indah bagi banyak lelaki. dengan ringan wanita ini jejakkan kaki ke lantai batu ditepi kolam. saat hendak mengeringkan tubuhnya yang putih bersih dan mulus tanpa ditumbuhi sehelai bulupun dengan kain tebal, dia mendadak mengeluh, ''Duhh., tubuhku meskipun masih bagus dan mulus tapi bagian perutnya mulai sedikit gendut dan berlemak. kurasa mulai sekarang aku harus rajin minum jamu pelangsing tubuh..''
Sambil kenakan pakaiannya yang berwarna kuning, wanita itu melirik ke sudut ruangan kolam. ''Bagaimana hasil penyelidikanmu tentang pemuda itu.?'' bertanya Nyi Rondo Kuning sambil mengatur rambut lebatnya. ''Lapor Nyi., saya sudah mencari tahu segala berita mengenai si pincang. meskipun kabar kematiannya sangat santer terdengar tapi ada sebagian orang yang menganggap itu cuma isapan jempol belaka alias bohong..''
''Ada satu masalah lagi yang mungkin cuma kebetulan atau bisa juga berhubungan erat. tapi sampai hampir satu bulan ini kita tidak mendapat kabar apapun dari rekan kita si Pendekar Harimau Putih seolah dia lenyap begitu saja. saya jadi khawatir., apakah segala perbuatan orang ini yang telah membocorkan rahasia partai 'Gapura Iblis' sudah terendus.?''
Nyi Rondo Kuning menatap sekilas anak buahnya yang berdiri di sudut ruangan itu. ''Kau benar., ini agak membuatku curiga. kita mesti lebih waspada dalam bertindak. terus cari tahu segala yang berkaitan dengan si pincang. ingat., jangan katakan apapun mengenai masalah ini pada teman- temanmu yang lainnya. meskipun mereka sangat setia padaku tapi ada baiknya berhati- hati..''
''Aah., aku ingat kalau dulu adikku ini pernah bercerita kalau dia punya hubungan baik dengan perkumpulan Maling Kilat dan orang- orang dari 'Lembah Seruni'. coba saja kau cari tahu dari sana. atau bisa juga kau temui gadis peracik jamu di Muntilan yang bernama Srianah, mungkin kita bisa mendapat sedikit kejelasan sekalian membeli jamu pelangsing tubuh buatannya. Hhum., terus terang saja, aku juga tidak percaya kalau bocah itu sudah mati..'' dengus Nyi Rondo Kuning seraya kibaskan tangannya. gadis yang bercadar kuning di sudut ruangan menjura hormat sebelum dia lenyap dari sana.
................
Sejak kematian dua orang anggotanya akibat terbunuh oleh 'Nenek Iblis Berkaki Ganco' dalam pertarungan di lereng gunung Bromo, nama 'Lima Elang Api' turut lenyap dari peredaran dunia persilatan. apalagi sang adik memutuskan untuk menikah dengan saudara lelaki seperguruannya. mungkin sebentar lagi dia bakalan hamil muda.
Wanita cantik ini mengusap keringat di wajah juga tubuh atasnya yang cuma memakai pakaian dalam berupa baju kutang warna jingga. saat itu sudah memasuki awal musim kemarau hingga udara terasa panas. Jingga Rani menoleh ke pintu kamar yang terdengar ketukan. tanpa bertanya dia tahu kalau Jingga Ratih yang hendak masuk.
''Kakak sepertinya baru bangun, apakah aku mengganggumu.?'' tanya adiknya sambil ikut rebahkan tubuh diatas ranjang. saat itu dia cuma memakai kain jarik sebagai penutup tubuhnya dari dada hingga pinggul. Jingga Rani mencibir ''Chuih., mentang- mentang masih pengantin baru tidak perduli pagi, siang apalagi malam hari kalian berdua tetap saja melakukannya sampai- sampai memakai bajupun kau malas..''
''Iih., mbak Jingga Rani jangan bicara begitu, aku jadi malu..'' jawab adiknya nyengir. ''Haalah., kau bilang malu tapi setiap malam suara rengekanmu juga dengusan suamimu sampai terdengar keluar kamar. membuatku tidak bisa tidur saja..'' sindir kakaknya. Jingga Ratih cuma tertawa genit. ''Kalau mbak Rani ingin tahu bagaimana rasanya, cepat pergi keluar untuk mencari suami..''
''Apa kau pikir gampang mencari pasangan hidup. lagi pula., orang yang pernah ada di hatiku kabarnya juga sudah mati..'' ucap Jingga Rani getir. kedua tangannya diangkat sebagai bantalan pengganjal kepala. hidung sang adik yang berbaring disampingnya seperti mengendusi sesuatu. ''Mbak Jingga Rani, apa kau tidak mencium bau yang aneh.?'' tanya Jingga Ratih sambil bangun dan menciumi aroma tubuhnya sendiri.
Sampai kemudian matanya melihat kedua pangkal lengan kakaknya. ''Yaa ampun mbak., pantes wae ono ambu kecut. lha wong wulu kelekmu gombel ketel ngno. iih., ndang di resiki.!'' (Yaa ampun mbak., pantas saja aku mencium bau asem. bulu ketiakmu lebat begitu. iih., cepat kau bersihkan dulu). lihat nih., aku bersih putih dan wangi. makanya suamiku betah terus menggeluti tubuhku.!'' adiknya mengomel sambil memamerkan kedua ketiaknya yang putih mulus.
Jingga Rani menjadi malu sendiri. saat hendak mendamprat, Jingga Ratih sudah beranjak keluar kamar sambil berkata, ''Meski si pincang itu kabarnya sudah mati tapi bukan dia saja lelaki tampan yang hidup di dunia ini. selain itu, berita didunia persilatan seringkali penuh tipuan. dari pada hanya diam di sini apa tidak sebaiknya kakak mencari tahu kebenarannya.?''
Pintu kamar sudah kembali ditutup. Jingga Rani merenungi perkataan adiknya. ''Dunia ini memang sangat luas. jika memang tidak bisa mendapatkan Pranacitra berarti dia memang bukan jodohku. di samping itu berita yang tersiar juga belum dapat pasti kebenarannya. selain itu aku juga dapat mencari pasangan hidup lainnya yang gagah, tampan. kalau bisa dia juga kaya dan berkedudukan tinggi..'' pikirnya mulai berkhayal lelaki idaman.
''Toh kurasa diriku sangat cantik dan menarik kaum lelaki. terbukti dulu banyak pria yang mengejar- ngejarku..'' gumam Jingga Rani tersenyum sendiri lalu mengikat rambut hitamnya yang lebat ikal. dia sedikit mengernyit alis melirik kedua ketiak putihnya yang berbulu hitam lebat. ''Uuh., kurasa Jingga Ratih benar, aku mesti membersihkannya. duh., tidak kusangka baunya seasem ini..'' keluhnya lalu beranjak keluar kamarnya untuk mandi.
..........
Sementara itu., saat matahari beranjak ke penjuru barat pertanda senja sudah tiba di pengunjungnya, dari balik kelebatan hutan rimba berkelebat cepat sesosok bayangan hitam. dengan ilmu meringankan tubuhnya yang sangat tinggi dia mampu melewati celah bebatuan juga terbang diatas ujung rumput dan semak belukar lebat yang tumbuh di sana.
Orang ini seakan sedang diburu waktu hingga meskipun malam mulai turun dia tetap saja bergerak cepat menembusi kegelapan. baru saat suasana benar- benar gelap dia hentikan larinya. sekilas sepasang matanya yang dingin menatap tajam sekeliling tempat untuk memeriksa keadaan. tidak butuh waktu lama baginya untuk membuat api unggun sekalian membakar potongan ubi singkong sebagai pengganjal perut.
Walaupun raut mukanya tidak jelas terlihat karena tertutupi sebagian rambut panjangnya yang hitam lebat dan berikat kepala batik lirik tapi dapat dipastikan orang ini masih cukup muda. kobaran bara api unggun membuat wajah pucatnya yang dingin menjadi sedikit memerah. tanpa perduli masih sangat panas dengan tangan telanjang dia mengambil ubi dan singkong bakar dari bawah bara api yang mulai mengecil.
Ini menandakan kalau ilmu kesaktian yang dimiliki pemuda itu sangatlah tinggi. dengan sedikit kupasan kulit ubi bakar terlepas. tanpa ragu dia melahap cepat semuanya. beberapa tegukan air kendi kecil menutup acara makan malamnya. sekali menutup tanah tubuhnya sudah berada diatas salah satu cabang pohon. dia mesti tidur nyenyak agar besok pagi dapat melanjutkan perjalanannya.
Bunyi kokok ayam jantan dan binatang lain yang di hutan itu menyadarkan si pemuda dari alam tidurnya. mentari pagi belum terbit tapi pemuda itu sudah mulai berpacu lagi dengan waktu. menerobos hutan rimba, bukit- bukit karang juga menyeberangi sungai menuju ke satu arah dengan kecepatan bagai bayangan hantu kesiangan.
Pemuda itu mendadak hentikan larinya. dengan mata tajam dia menatap ke sebuah gunung yang berada agak jauh di depan sana. itulah gunung Welirang yang menjadi tempat tujuannya. sambil menyiulkan lagu berirama sedih, dia mulai melangkah terseok merambat seperti cacing. meskipun perlahan tapi orang ini tahu betul kalau di sebalik gunung itu terdapat sebuah tempat mengerikan yang bernama 'Lembah Seribu Racun.!'
Dalam perjalanannya menuju tempat dimana dia pernah digembleng dengan sangat keras oleh kelima orang dedengkot tua persilatan dari aliran hitam, pemuda yang memang Pranacitra ini telah beberapa kali tanpa sengaja bertemu dengan beberapa orang pesilat jahat yang hendak menghalanginya, tapi semuanya telah dia bantai tanpa ampun.
Meskipun beberapa orang di antaranya berasal dari aliran putih, tapi karena sudah terlanjur kepergok dan tidak dapat lagi menghindar, terpaksa dia habisi juga agar tidak sampai mengabarkan pada orang lain kalau sebenarnya si pincang masih hidup. karena walau bagaimanapun juga calon lawannya di masa depan yang tidak lain adalah pamannya sendiri bukanlah golongan pesilat kelas atas sembarangan, melainkan ketua dari partai aliran hitam yang terkuat., Gapura Iblis.!
.........
Silahkan tuliskan komentar Anda, like👍, vote👌, favorite☝juga Share novel ini. maaf jika ada tulisan yang kurang berkenan. Terima kasih., Wasalam. 🙏☺.