
Dua sosok tubuh bergulingan di tanah berumput yang sebagian layu membusuk dan kering terbakar. si pemuda pincang terus mendekap erat gadis muda yang masih menyamar menjadi seorang gembel. biarpun tubuhnya yang ringkih berulang kali harus terhantam batu dan batang kayu patah yang berterbangan di hempas angin tenaga dari bentrokan dua ilmu kesaktian, tapi pemuda itu seakan tidak merasakan sakit sedikitpun.
Bagi dia kesakitan yang dia rasakan saat ini hanya serupa gigitan nyamuk belaka. jangan kata cuma rasa sakit, jika harus berkorban nyawa sekalipun dia akan tetap melindungi si gembel cilik.
Saat ini gadis tiga belas tahunan bernama Srianah yang berada dalam pelukannya itu mungkin adalah satu- satunya orang yang paling dekat dengan dirinya. dalam hidupnya si pincang ini sudah mengalami banyak sekali penderitaan dan kehilangan orang- orang yang dia sayangi. jika sampai gagal melindungi gadis itu, mungkin dia bisa menjadi gila, atau malah bunuh diri karena putus asa.
Meskipun mereka baru bertemu setengah bulan lalu dan belum lama mengembara bersama, tapi diantara keduanya sudah terjalin rasa saling percaya dan melindungi.
Dalam kancah pertarungan., diantara deru pusaran tenaga sakti yang menghampar. terlihat Iblis Picak Buntelan Kuning berusaha terus salurkan ilmu 'Gumpalan Kuning Pembungkus Nyawa' ke dalam senjata buntelan kain kuningnya yang saat ini sedang saling dorong dengan telapak tangan kiri Gembel Sakti Mata Putih. gumpalan hawa kuning beracun terus mendesak hingga daerah sekitarnya berubah menjadi menguning dan penuh hawa beracun.
Namun hebatnya meskipun si gembel tua hanya menggunakan sebelah tangannya saja, tapi kakek buta itu mampu menahan sekaligus memusnahkan serangan hawa racun kuning yang terus menyerangnya.
''Tu., tua bangka buta kep., keparat.!'' geram si nenek picak saat menyadari kalau ilmu kesaktiannya telah gagal menembus perisai kesaktian lawan yang di lambari ilmu 'Sepasang Sinar Lingkaran Dewa.' dia jadi semakin panik saat merasakan tenaga dalamnya bukan saja mampu dipunahkan lawan, tapi kini malah semakin tersedot tanpa mampu dia tahan.!
Dengan meraung gusar, sekuat tenaga Iblis Picak Buntelan Kuning berusaha menarik balik senjatanya dari sedotan telapak tangan kiri lawan. tapi segala usahanya sia- sia. tenaga dalamnya yang bercampur hawa racun kuning semakin hilang tersedot oleh ilmu kesaktian orang tua buta itu.!
''Jah., jahanam tua., lepas., kan aku. Aa., aku bel., belum mau ma., mati.!'' ratap si nenek bermata picak ketakutan. suaranya terputus semakin melemah. tubuhnya yang kurus terlihat dipenuhi keriput dan memucat. rambutnya yang beruban rontok beterbangan tak tersisa. rongga mata mencekung dan sinar matanya terus memudar. nenek jahat ini dengan cepat berubah menjadi sangat ringkih dan makin menua seakan kehabisan hawa kehidupan. keadaannya sungguh mengerikan.!
''Melepaskanmu.? bukankah sejak dari awal sudah kukatakan kalau hari ini adalah hari kematian bagimu.!'' di dahului bentakan keras, Gembel Sakti Mata Putih hantamkan telapak tangan kanannya ke wajah Iblis Picak Buntelan Kuning sementara tangan kirinya bersamaan juga turut menghentak.!'
Diantara suara dentuman keras membahana yang menggoncangkan seantero hutan, terdengar jeritan tercekat parau dibarengi terpentalnya sosok tubuh kurus kering berjubah hitam. Iblis Picak Buntelan Kuning terhempas hingga lebih dari lima tombak jauhnya. saat tiba di tanah tokoh silat jahat itu sudah menjadi daging dan tulang kering yang tercerai berai.!'
Ilmu kesaktian 'Sepasang Sinar Lingkaran Dewa' mempunyai kegunaan yang jarang dimiliki ilmu pukulan sakti lainnya. karena ajian kesaktian ini bukan saja mampu menyedot tenaga dalam lawan, tapi juga sekaligus menghancurkan pemiliknya dalam sekali hantam.!
''Setan alas., rupanya hawa racun kuning dari nenek jahanam itu sangat berbahaya, sampai- sampai tangan kiriku membengkak kuning karena belum mampu memunahkan seluruh racun yang ikut terserap bersama tenaga saktinya.!'' batin kakek buta itu kaget.
Tanpa banyak pikir segera di kemposnya tenaga dalam untuk mendesak keluar hawa beracun akibat ilmu 'Gumpalan Kuning Pembungkus Nyawa' itu. perlahan asap kekuningan berbau busuk keluar dari ribuan lubang- lubang kecil di kulit tangan kirinya. setelah hampir dua kali peminum teh dan bermandi keringat, akhirnya hawa beracun itupun dapat tersapu lenyap. anehnya tangan kiri orang tua ini masih terlihat berdenyut dan gemetar seakan menahan luapan tenaga sakti yang menggelegak.
''Sialan., walaupun racun kuning itu sudah berhasil aku keluarkan semuanya, tapi sepertinya sifat aliran tenaga dalam dari si nenek picak itu bertentangan dengan aliran tenaga dalamku. Hhm., agaknya sia- sia saja aku bersusah payah menyedot tenaga saktinya karena kalau tidak kubuang justru akan membuatku terluka dalam..'' desis si kakek buta sambil melangkah mendekati onggokan tulang daging dari mayat Iblis Picak Buntelan Kuning.
Kepala Gembel Sakti Mata Putih mendongak, hidungnya mengendusi udara seakan ada sesuatu yang mengusik perasaannya. dengan perlahan dia melangkah menuju onggokan mayat Iblis Picak Buntelan Kuning. walaupun kedua matanya buta tapi dia seperti orang yang dapat melihat sekitarnya.
Dengan sebatang ranting kayu dia berusaha membongkar tongkat butelan kain kuning yang menjadi senjata Iblis Picak Buntelan Kuning. meskipun si pemilik senjata sudah menjadi seonggokan mayat kering yang tercerai- berai tapi buntelannya justru masih utuh. hanya sedikit hangus beberapa bagian. orang tua buta ini langsung tersurut mundur saat ujung ranting kayunya menyentuh sesuatu yang ada di balik buntelan kain kuning bernoda darah itu.
''Tua bangka edan., nenek picak biadab. kau memang layak mampus.!'' rutuk Gembel Sakti Mata Putih dengan penuh kegeraman. meskipun kedua biji matanya tidak dapat melihat dengan jelas. tapi orang tua ini dapat membayangkan semua benda yang berada dalam buntelan kain kuning di bawahnya.
Di dalam buntelan kain itu terlihat tidak kurang dari lima tengkorak bayi yang sudah membusuk dan di penuhi belatung kuning. sungguh pemandangan yang menggidikkan.!
''Jadi benar kabar yang kudengar kalau nenek tua keparat ini telah lama mempelajari suatu ilmu hitam dan racun dengan tumbal kepala bayi yang baru lahir. dimana setiap tahun dia harus mengganti tumbal kepala bayinya dengan yang baru lahir.!'' desis orang tua buta itu penuh kemurkaan.
Sekali hantamkan tangan kirinya, terciptalah sebuah lubang diatas tanah. dengan bantuan ranting kayunya Gembel Sakti Mata Putih berusaha menguburkan kelima kepala bayi tak berdosa yang jadi tumbal kebiadapan dari Iblis Picak Buntelan Kuning. setelah itu dia sempat juga berdoa agar arwah mereka tenang dialam sana.
Saat itulah si kakek buta baru teringat akan kedua anak muda yang baru saja dia terims sebagai muridnya. dia terkesiap menyadari keduanya entah sejak kapan sudah berdiri beberapa langkah dibelakang tubuhnya.