
Teriakan gurunya si Dewi Bintang Hitam dan Ki Wedhus Jenggot Putih seakan tidak terdengar oleh Retno Item. dengan sifat sombong dan keras kepalanya gadis hitam manis itu terus melabrak tokoh silat bertubuh tambun yang punya gelar si 'Sukma Tertawa.' dengan lepaskan lima senjata rahasia berbentuk bintang besi segi empat yang di susul dengan tiga tikaman pedang yang menyasar perut, dada kiri dan leher lawannya gadis muda itu sangat yakin bakal mampu mempecundangi lawan dalam sekali gebrakan saja.
''Matilah kau gendut jelek keparat.!'' bentak Retno Item garang. di bibirnya tersungging seringai kejam.
Yang diserang masih sempat menghisap dua kali pipa cangklong di tangan kirinya. perut gendutnya yang berlemak seakan menggembung besar lalu mulutnya meniup keras sambil tertawa bergelak hingga kembali menggoncangkan seluruh hutan.
''Whuuuhh., Hak., ha., ha.!''
Hebatnya tiupan angin kencang dan gelak tawa keras yang tersembur dari mulut si 'Sukma Tertawa' mampu membuat lima bintang terbang yang di lepaskan Retno Item tertahan di tengah jalan lalu bermentalan jatuh ketanah. sementara gadis hitam manis murid si Dewi Bintang Hitam juga sempat merasakan hempasan tenaga sakti yang membuat tubuhnya bergetar di tengah udara.
Tapi anak ini memang keras kepala dan enggan mengakui kehebatan lawan. dengan lipat gandakan tenaga dalam, tubuhnya terus meluruk kedepan sembari memutar pedang pendek di tangannya hingga membentuk tiga buah bayangan mata pedang.!
Sukma Tertawa hadapai serangan gadis itu dengan tertawa lebar. tangan kirinya yang memegang pipa cangklong emas bergerak cepat menangkis sambaran pedang lawan.
'Whuut., Bheet., bet.!'
'Traaang., treeng., craang.!'
'Braak., Dhees.!'
Retno Item mengumpat geram menahan rasa sakit di dadanya sambil berusaha bangkit, tapi dia kesulitan melakukannya. saat sang guru membantunya gadis itu baru mampu berdiri. dalam gebrakan pertama itu senjata rahasia bintang besi segi empat yang dia lemparkan juga serangan jurus pedangnya bukan saja gagal, malah dia harus menerima sebuah pukulan telapak di bagian dadanya. yang membuatnya bertambah gusar si Sukma Tertawa seakan sengaja meraba dan meremas saat telapak tangan kanannya menghantam dadanya.
''Sukma Tertawa., sebagai tokoh silat yang punya nama besar di dunia kependekaran, apa dirimu tidak merasa malu bertarung dengan golongan kaum muda seperti muridku.?'' damprat Dewi Bintang Hitam berusaha menahan hawa kemarahan. karena bagaimanapun juga si Sukma Tertawa bukan tokoh silat sembarangan yang bisa dibuat main- main.
Meskipun saat ini dia dan muridnya datang bersama dengan Ki Wedhus Jenggot Putih yang juga punya ilmu silat tinggi, tapi tetap saja Dewi Bintang Hitam tidak merasa yakin bakal mudah mengalahkan Sukma Tertawa. sekilas perempuan ini melihat sahabatnya memberikan isyarat agar dia menahan diri. sebagai dua orang yang sudah sangat lama saling mengenal, Dewi Bintang Hitam paham kalau rekannya tentu punya perhitungan sendiri dalam menghadapi Sukma Tertawa.
Bicara tentang si Sukma Tertawa, manusia ini termasuk tokoh persilatan golongan hitam kelas atas. jangan pernah melihat raut wajahnya yang selalu tersenyum ramah dan mudah tertawa, hati orang ini sangat kejam. tidak perlu menimbang ilmu silatnya, dengan suara tertawanya yang sanggup membuat goncang dan runtuh bongkahan bukit batu, sudah cukup menjadi bukti kehebatan orang ini. bahkan pernah ada yang bilang kalau si Sukma Tertawa pernah membunuh sepuluh orang tokoh silat sekaligus hanya dengan menggunakan suara tawa iblisnya.
Kabarnya sepuluh tokoh silat itu awalnya berniat menuntut balas kematian seorang kawan mereka yang terbunuh di tangan si Sukma Tertawa. pertarungan satu lawan sepuluh itu berlangsung sangat sengit. meskipun mampu membuat lawan terluka parah, tapi mereka juga tewas mengenaskan dengan urat nadi dan jantung pecah. sementara darah mengalir dari panca inderanya setelah di hantam gelombang suara tawa maut lawannya.
Jelas saja Retno Item semakin gusar, murid tunggal Dewi Bintang Hitam itu pasti kembali melabrak jika saja tidak ditahan gurunya. sementara itu Ki Wedhus Jenggot Putih yang sedari tadi diam mendadak bicara, ''Sobat Sukma Tertawa., tadi kau bilang batu sakti Nirmala Biru kemungkinan sudah di dapat seseorang, lalu dia menyebarkan berita bohong untuk membuat bingung orang persilatan..''
''Kalau boleh kutahu., dari mana kau bisa membuat kesimpulan seperti itu sedangkan keberadaan pasti dari batu sakti Nirmala Biru masih simpang siur.?''
Seperti sebelumnya si Sukma Tertawa lebih dulu mengumbar tawanya sebelum bicara, ''Kenapa kau menanyakan sesuatu yang sudah jelas jawabannya Ki Wedhus Jenggot Putih., bukankah kedatangan banyak orang persilatan ditempat ini juga membuktikan kebenaran munculnya batu Nirmala Biru itu..''
''Sedangkan soal lepasnya batu sakti itu dari perkumpulan pengemis 'Kelabang Ireng' ke tangan gerombolan begal 'Taring Brongot' seperti kabar yang tersiar di luaran, itu juga sebuah kemungkinan yang bisa jadi benar., karena bisa saja gerombolan rampok itu mendapat bantuan dari pihak lain hingga mereka berhasil merebut batu sakti yang kabarnya sanggup memusnahkan segala macam racun itu dari tangan perkumpulan pengemis Kelabang Ireng.!''
''Jika yang kau katakan itu memang benar, apakah kau tahu siapa pihak yang telah membantu Taring Brongot saat menghadapi Kelabang Ireng. Huh., jangan- jangan semua itu hanya rekaanmu saja. Sukma Tertawa..'' sindir Dewi Bintang Hitam sinis.
Sebaliknya Sukma Tertawa malah bergelak tawa hingga perut gendutnya yang berlemak seperti terguncang- guncang. ''Haa., ha., kau boleh bicara apapun, tapi yang jelas batu sakti Nirmala Biru itu tidak akan pernah menjadi milikmu. karena itu kupersilahkan kau dan muridmu juga kekasih gelap masa mudamu itu untuk angkat kaki dari sini.!'' ancam si Sukma Tertawa sambil semburkan asap pipa cangklong emasnya.
''Bangsat., tutup mulut busukmu, apa kau pikir aku takut menghadapimu. terima ini.!'' bentak Dewi Bintang Hitam murka. meskipun apa yang dikatakan Sukma Tertawa kalau dia dan Ki Wedhus Jenggot Putih adalah benar sepasang kekasih di masa muda, tapi baginya itu juga sebuah aib rahasia dirinya.
Maka tidak heran jika bukan Dewi Bintang Hitam serta muridnya saja yang langsung melabrak, tapi juga Ki Wedhus Jenggot Putih yang turut menggempur manusia gemuk berblangkon kuning itu dengan ganasnya, seakan ucapan si Sukma Tertawa telah menguncang perasaan orang ini.
Jika Dewi Bintang Hitam dan muridnya melabrak dengan serbuan berlusin bintang besi hitam terbang yang melesat bagaikan hujan, Ki Wedhus Jenggot Kambing menyerang lawannya dengan gunakan sepasang kakinya sebagai senjata. kabarnya kehebatan orang ini terletak pada ilmu meringankan tubuh dan sepasang kakinya yang kuat dan cepat dalam melepaskan jurus- jurus tendangan yang mematikan dan menimbulkan sambaran angin tajam.
Menghadapi tiga serangan ganas sekaligus tidak membuat si Sukma Tertawa gugup, malah dengan kembali mengumbar tawa iblisnya dia bermaksud menyapu lenyap nyali keberanian ketiga musuhnya. tubuhnya yang tinggi dan gemuk tidak membuatnya kesulitan untuk bergerak, bahkan dengan didahului semburan asap kehijauan beraroma wangi memuakkan dari pipa cangklong emasnya, dari mulut orang ini kembali menyemburkan tawa keras yang gemanya seakan hendak membetot jantung dan memecah isi kepala. konon inilah salah satu ilmu andalan si Sukma Tertawa yang di namai 'Tawa Gila Pembetot Sukma.!'
Kabarnya siapapun yang tidak sanggup menahan gelombang suara tertawa itu, jantungnya akan pecah demikian juga isi otak di kepalanya. akibat paling ringan dari serangan ilmu ini adalah korbannya menjadi gila.!
***
Mohon sertakan komentar, kritik dan sarannya, juga like👍 jika anda suka. Author mengucapkan banyak terimakasih 🙏atas semua dukungan para reader pembaca (baik novel Pendekar Tanpa Kawan dan 13 Pembunuh) juga trimakasih pada yang telah memberikan vote🙏. dan mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan novel., Terima kasih., Wasalam.