
Dengan ketuk- ketukkan senjata tongkat gading gajah purbanya ke tanah, Nyai Gading Wikuni mulai berjalan kedepan diikuti oleh kedua anaknya Gading Arwana dan adiknya yang bernama Gading Mawarimut. dibelakang mereka bertiga terdapat dua puluhan murid padepokan 'Gading Emas' termasuk dua orang kawan Gading Arwana yang telah lebih dulu terjungkal roboh dihajar Jingga Rani.
Rupanya kedua orang ini diam- diam telah mendapat perintah dari Gading Arwana untuk melaporkan masalah ini pada sang Ibu, karena dia menyadari kemampuan lawan mungkin rada menyulitkannya. beberapa orang murid langsung memberikan bantuan kepada dua rekannya yang pingsan dan patah kakinya.
''Ibunda., bajingan perempuan ini benar- benar tidak dapat diampuni, seb., sebenarnya aa., aku menginginkan dia untuk men., menjadi kekasihku karena selain parasnya cantik jelita dia., dia juga punya sedikit nama dalam dunia persilatan. tapi gadis sialan ini bukan saja menolak, bahkan berani menghina dan melukaiku.'' bisik Gading Arwana mengadu pada ibunya.
Perempuan setengah tua itu mendengus, ''Sungguh kurang ajar., Hei gadis sombong yang tidak tahu tingginya langit dan tebalnya bumi. anak kesayanganku sudah memberikan tawaran bagus untuk menjadikanmu sebagai kekasih barunya tapi kau malah menolak keberuntungan besar ini. kesalahanmu semakin tidak terampunkan karena berani melukai tangan Gading Arwana dan murid- muridku.!''
Jingga Rani menjadi bertambah jengkel mendengar ucapan Nyai Wikuni yang berjuluk si 'Gading Gajah Sakti' itu. ''Menolak suatu keberuntungan besar katamu., memangnya kau anggap diriku Jingga Rani, pimpinan dari 'Lima Elang Api' ini wanita macam apa.?''
''Hei orang tua., biarpun diriku bukan termasuk perempuan paling cantik didunia ini, tapi selama ini banyak pemuda yang lebih tampan dari anakmu, punya nama baik dan latar belakang yang bagus berusaha untuk mendekatiku tapi aku tidak berminat. jadi jangan sembarangan ngoceh karena hanya akan membuatku semakin muak.!''
Mendengar siapa adanya gadis itu membuat Nyai Gading Wikuni cukup terkejut. demikian juga para murid perguruannya. sedikitpun mereka tidak pernah menduga jika gadis cantik berbaju jingga itu adalah pimpinan dari Lima Elang Api, salah satu nama pendatang baru yang sangat terkenal di rimba persilatan belakangan ini. tanpa sadar Nyai Gading Wikuni melirik tajam anaknya sekejap.
''Apa isi otakmu cuma ada perempuan cantik saja sampai harus bersilang sengketa dengan gadis pimpinan Lima Elang Api. kalau saja kau bukan putra kesayanganku, mungkin sudah aku buat mulutmu bengkak dan bisu..'' batin perempuan berjubah kuning itu kesal.
Meskipun tidak suka atas kelakuan sang anak, tapi diluarnya Nyai Gading Wikuni malah bicara lain, ''Ooh., rupanya kau inilah pimpinan dari Lima Elang Api yang belakangan namanya kesohor diantara sepuluh pendekar pendatang baru. Hhmm., aku mendengar kabar kalau kalian berlima telah menantang di 'Setan Pincang Penyendiri' sang peringkat teratas di gunung Bromo..''
''Huhm., cukup punya nyali juga rupanya. tapi jika melihat keadaannya sekarang, sepertinya hasil pertarungan itu mengecewakan. Lima Elang Api selalu bergerak bersama, tapi kini kau hanya terlihat sendirian, itu hanya ada satu penjelasan saja. kalian pasti sudah kalah, mungkin ada yang terluka parah atau bahkan., tewas ditangan lawanmu. Hee., he.!''
Semua yang diucapkan oleh Nyai Gading Wikuni seolah cambuk berduri yang merajam perasaan Jingga Rani. kekalahan pertama dari Lima Elang Api atas 'Gelandangan Hantu' yang disusul dengan kematian dua orang saudara seperguruannya ditangan 'Nenek Iblis Berkaki Ganco' sangat membekas dihati wanita cantik itu. maka tidak mengherankan jika amarahnya seketika meluap.
''Nenek tua gemuk botak sialan., akan kurobek mulut peotmu yang busuk itu.!'' bentak Jingga Rani. sambil tubuhnya berkelebat menyerang dia keluarkan sepasang senjata cakar elang bajanya dari balik baju. meskipun beberapa cakarnya sudah bengkok dan tidak sempurna, tapi senjata pusaka itu tetaplah mematikan.
Biarpun gerak pukulannya kaku tapi kekuatan yang dihasilkan cukup mengejutkan. gulungan tenaga sakti menghantam sepasang cakar baja Jingga Rani berulang kali hingga gerakan gadis itu tertahan. hebatnya meskipun ujung cakar bajanya sempat mengenai tangan dan lengan lawan namun tetap tidak mampu melukainya. bahkan pada dua benturan jurus terakhir membuat tubuhnya terpental ke belakang.
''Aakh., sialan. rupanya gadis yang tubuhnya mirip gajah bunting mau meledak ini punya ilmu kebal senjata. chuih., tadi dia sempat bilang kalau namanya Nini Gading Mawarimut. dasar wong edan tidak tahu diri., imut dari mananya.?'' batin Jingga Rani dongkol.
''Hee., he., sekarang kau baru sadar kehebatan putri cantik ini. sekalipun dirimu punya selusin senjata semacam itu juga tidak bakal ada gunanya jika berhadapan denganku..'' ejek Nini Gading Mawarimut hingga membuat Jingga Rani semakin geram. ''Huhm., gajah betina bengkak. ingin kulihat apakah kau masih bisa tertawa setelah ini.!''
Sambil mendengus gadis cantik itu kembali berkelebat setinggi dua tombak ke.udara. sepasang senjata cakar baja ditangannya bergerak membeset ke kiri kanan lalu seiring putaran tubuhnya yang meluruk turun, dia bergerak mencabik dari atas kebawah. sepuluh sambaran angin tajam bercahaya merah redup melesat ke depan. jurus 'Cabikan Cakar Elang Terbang.!''
Meskipun kekuatan dari jurus ini sudah jauh berkurang dibandingkan saat Lima Elang Api menggunakannya untuk menyerang Pranacitra di gunung Bromo, tapi juga tetap tidak dapat dianggap remeh. belum inti jurusnya sampai, angin kesaktiannya sudah membuat perih kulit tubuh anak kedua dari Nyai Gading Wikuni. bahkan pakaian kuningnya juga robek tercabik.
Meskipun sadar berada dalam bahaya tapi perempuan gemuk itu tidak merasa takut. bahkan dengan menggembor keras kedua tangan besarnya bergerak cepat menghantam sekalian berusaha menghancurkan senjata cakar baja lawannya. dua gelombang angin pukulan menggaung keras melabrak ke udara.
''Terimalah ajian 'Gajah Raung Geluduk' ini., mampuslah.!'' teriak Nini Gading Mawarimut bengis. ''Kaulah yang akan menyesali semua kesombonganmu.!'' Jingga Rani balas mendamprat. dua jurus ilmu kesaktian saling hantam. ''Jangan lakukan., anakku cepat kau menghindar.!'' seru Nyai Gading Wikuni panik. sebagai tokoh silat yang cukup punya banyak pengalaman dia seolah tahu bahaya yang sedang mengancam jiwa anak perempuannya.
Tidak hanya memberi peringatan, tongkat gading gajah purba miliknya juga dibabatkan keatas untuk menghadang jurus kesaktian yang dilancarkan Jingga Rani. empat larik bayangan putih menderu ganas. benturan senjata dan beradunya jurus kesaktian itu bahkan sampai membuat aliran air dan bebatuan ditepian sungai canggu terhempas ke tengah akibat tiga tenaga kesaktian yang saling libas.
Biarpun demikian agak terlambat bagi Nyai Gading Wikuni untuk menolong anaknya. seperti dugaannya, ilmu kebal Nini Gading Mawarimut tidak sanggup menghadapi jurus 'Cabikan Cakar Elang Terbang' lawan. meski tidak begitu parah, tapi jelas kedua lengannya sudah dihiasi beberapa guratan luka berdarah.
Gadis bertubuh gemuk besar itu meraung kesakitan. suaranya yang keras seperti hendak meruntuhkan awan dilangit. melihat darah yang mengalir bersemu kehitaman, cepat Nyai Gading Wikuni menjejalkan beberapa butiran obat penangkal racun ke mulut anak gadisnya lantas menotok beberapa jalan darah di lengan untuk menahan penyebaran racun.
Setelah memastikan keadaan putrinya dapat diselamatkan, ketua perguruan 'Gading Emas' yang dijuluki sebagai si 'Gading Gajah Sakti' itu menatap tajam Jingga Rani. tanpa dia perlu memberi isyarat apapun, hampir tiga puluhan orang muridnya termasuk juga Gading Arwana serentak menyerbu setelah lebih dulu mereka mencabut senjatanya berupa batangan besi putih tajam yang ditempa menyerupai bentuk cula gading gajah.