
Pranacitra terus mencoba mempelajari ilmu silat yang terdapat disana namun hingga berulang kali dia melakukannya tetap saja gagal. aliran darah yang bergejolak seperti berbalik mengalir ke arah jantung membuat dirinya terpaksa menghentikan usahanya. sebagai seorang pesilat yang sudah punya banyak pengalaman tentu saja kejadian ini membuatnya merasa penasaran.
Di sisi lain naluri Pranacitra juga mengatakan kalau ada yang salah dengan petunjuk ilmu silat juga kesaktian yang terdapat dalam ruangan terlarang ini. sempat dia mengira jika telah keliru dalam memilih gerakan awal jurus karena disana terdapat lebih dari dua puluhan kelompok gambar gerakan orang bermain jurus silat.
Antara satu kelompok gambar yang terukir bersama tulisan penjelasannya dengan kelompok gambar lainnya dipisahkan oleh sebuah guratan lingkaran atau persegi yang terukir di dinding goa. guratan pembatas juga gambar tulisan di dinding goa batu padas itu dalamnya hampir seruas jari. tiap kelompok gambar berisi dua hingga lima ukiran orang sedang bersilat atau juga bertarung.
Pada setiap lingkaran itu juga terdapat tanda urutan gambar satu, dua, ketiga, empat hingga kelima tergantung jumlah ukiran gambar orang yang bersilat di tiap kelompok. jika setiap kelompok gambar yang dipisahkan oleh guratan lingkaran atau persegi itu rata- rata terdapat tiga gambar orang sedang melakukan gerakan jurus silat, mungkin secara keseluruhan jumlahnya mencapai tujuh puluhan ukiran gambar belum termasuk tulisan keterangannya.
Dari sini murid lima pentolan persilatan aliran hitam itu paham kalau hanya manusia yang mempunyai tenaga kesaktian sangat tinggi saja yang sanggup untuk membuat guratan gambar diatas permukaan dinding goa batu yang sangat keras semacam itu dengan menggunakan kekuatan jemari tangan.
Meskipun goa rahasia yang berada di dalam 'Lembah Seribu Racun' ini adalah milik sang pendiri partai 'Gapura Iblis' tapi entah kenapa dalam hatinya pemuda dari gunung Bisma itu merasa kurang yakin jika semua ukiran ilmu silat dan kesaktian dalam ruangan yang di penuhi emas permata juga benda pusaka ini juga murni hasil ciptaannya.
Segala perkiraannya jika telah keliru memilih urutan gambar untuk dipelajari lebih dulu juga salah. biarpun semua kelompok ukiran gambar di dinding goa itu telah dia coba tetap saja kejadian aliran darah terbalik yang menyerang jantungnya kembali terjadi. tanpa terasa waktu telah lewat setengah harian. pemuda pincang itu mulai merasakan jengkel dan kelaparan.
Sempat terlintas dalam pikirannya untuk terus nekat bertaruh nyawa dengan memaksakan diri mengikuti gerakan dan petunjuk yang ada di sana sambil berusaha menahan segala rasa sakit akibat aliran darahnya yang terbalik menuju jantung, tetapi akibatnya Pranacitra malah muntah darah dan terkapar roboh. untung saja disaat terakhir dia dapat berpikir lebih jernih hingga memilih untuk mengakhiri usahanya. sebab jika tidak pemuda itu pasti mati dengan jantung terpecah jebol.
Pranacitra menghela nafas sambil terlentang menatap langit- langit ruangan goa terlarang yang berpendaran oleh pantulan cahaya api obor dengan ribuan emas permata yang berserakan memenuhi tempat itu. Pranacitra bukanlah pemuda yang bodoh. selain berilmu sangat tinggi otaknya juga cukup encer hingga sering lolos dari kematian.
Tetapi biarpun sudah ratusan kali dirinya mampu melewati bermacam kesulitan yang bukan saja mengancam nyawa namun baru kali inilah dirinya merasa jadi orang tolol dan tidak berdaya. ''Sejak semalam perutku belum di isi. mungkin perasaan lapar membuat jalan pikiranku buntu..'' batinnya sembari menyeka bibirnya yang berlepotan muntahan darah.
Pemuda ini perlahan bangun. setelah sempat duduk beberapa waktu tarikan nafas diapun berdiri. dulu saat masih di dalam goa ini bersama kelima orang gurunya, untuk mengisi perut yang lapar mereka cuma mengandalkan lumut, jamur juga cacing atau serangga yang ada di dalam tanah goa untuk dimasak. tapi semua itu hanya sebagai selingan saja.
Yang utama justru adalah air kolam obat berkabut dingin tempat dimana Pranacitra sempat membersihkan dirinya. sumber mata air kolam ini berada di dasar kolam. disana selalu keluar gumpalan air murni seputih susu sebesar kepalan tangan yang rasanya rada manis asam. jika sudah keluar dari lubang sumbernya dia akan mencair bersama air kolam obat.
Gumpalan air murni itu tidak beracun juga tidak memiliki khasiat apapun. tapi jika orang menelannya, seharian dia tidak akan merasa lapar. dulu Pranacitra juga pernah bertanya darimana sebenarnya asal sumber gumpalan air murni seputih susu itu. diantara mereka ada yang menjawab, ''Dulunya jauh dibawah kolam ini adalah tempat tinggal dari ratusan kawanan binatang salju purba raksasa yang sekarang telah punah. sedangkan air murni itu adalah cairan lemak daging dari binatang salju purba tersebut..''
Itulah jawaban dari 'Pengemis Tapak Darah' dan si 'Burung Hantu Bungkuk Pencabut Nyawa'. saat itu Pranacitra langsung membungkuk hormat sambil ucapkan pujian atas tingginya pengetahuan kedua gurunya yang terkekeh senang. padahal dalam hatinya pemuda itu mengumpat sekaligus menahan geli. ''Dasar dua tua bangka edan. mana ada mahkluk salju purba raksasa di dunia ini. kalian pasti cuma asal jawab saja agar tidak kelihatan sebagai dua orang guru tolol dimataku..''
''Dalam dunia ini teramat banyak keanehan yang tidak dapat diungkap oleh manusia. jika tidak tahu penyebabnya, kenapa malah membuat jawaban 'Ngawur sing ora nggenah. opo sampeyan pikir aku iki bocah cilik sing gampang banget dibujuki.?''(Ngawur yang tidak jelas. apa kalian pikir aku anak kecil yang gampang ditipu.?)
Tentu saja semua itu cuma berani Pranacitra ucapkan dalam hati. karena jika sampai berterus terang mulutnya pasti kena gampar gurunya pulang balik. sebaliknya dia justru memuji- muji ketinggian pengetahuan kedua gurunya. pemuda itu tertawa saat dia teringat mungkin karena senang dengan pujiannya itulah, untuk pertama kalinya kedua orang tua ini membiarkan dirinya terbebas seharian dari latihan berat.
''Tapi akibatnya aliran darahku jadi terbalik mendesak ke jantung. bahkan kepalakupun terasa mau pecah. sialan betul., apa semua ini hanya serupa jebakan kosong yang tidak ada hasilnya.?'' gumam Pranacitra termenung cukup lama di pintu goa. selintas pikiran tiba- tiba terbersit di dalam otaknya. perlahan dia balik menoleh kebelakang menatap puluhan ukiran gambar di ujung ruangan.
Satu seringai dingin tersungging di bibirnya yang agak pucat. ''Siapapun orang yang telah membuat ukiran gambar- gambar sialan itu, kuakui dia orang yang cerdik. meskipun diriku tidak begitu yakin bakal mampu membongkar rahasia gambar ini tapi aku rasa tidak ada lagi penjelasan lainnya..'' batin pemuda itu sinis.
''Namun sekarang yang terpenting aku harus mengisi perut kosongku terlebih dulu untuk memulihkan tenaga karena lapar membuatku tolol dan tidak mampu berpikir. Huhm., lagi pula ukiran gambar ilmu silat yang aneh itu juga tidak akan pergi kemana- mana..'' dengusnya seraya berkelebat keluar dari ruangan terlarang.
.............
Hari demi hari terus berganti seiring dengan musim yang juga berubah. meskipun sudah agak lama terjadi tapi berita kematian dari seorang pendekar pincang yang punya banyak julukan seram serta berada di jajaran teratas dari para pesilat muda terkuat dunia persilatan itu masih membuat keadaan rimba persilatan menjadi gempar.
Banyak sekali pendapat orang yang beredar di luaran mengenai kejadian itu. karena biarpun kuburan orang yang mereka yakini sebagai si 'Setan Pincang Penyendiri' ini memang benar ada tetapi anehnya tidak satu orangpun yang tahu penyebab pasti kematian dari murid lima orang pentolan tua aliran hitam itu.
Namun pastinya kedudukannya sebagai si nomor satu dalam jajaran sepuluh pesilat muda terkuat jelas di gantikan oleh pendekar pendatang baru muda lainnya. yang agak mengherankan adalah, entah kebetulan atau memang ada hubungannya, dua orang pesilat lainnya yang juga termasuk dalam urutan sepuluh pendekar muda terbaik yang bergelar 'Dewi Malam Beracun' serta si 'Ular Sakti Berpedang Iblis' juga turut menghilang.
Ada selentingan kabar angin mengatakan kalau kedua orang ini sengaja melenyapkan diri agar dapat menyelidiki rahasia kematian si 'Gelandangan Hantu' alias 'Pendekar Tanpa Kawan' itu secara diam- diam atas perintah dari seseorang. belakangan rimba persilatan baru tahu kalau mereka berdua sebenarnya telah cukup lama menjadi anggota dari salah satu perkumpulan pembunuh bayaran terkuat di dunia persilatan yang dikenal dengan nama 'Kelompok 13 Pembunuh.!'
Banyak yang menyimpulkan kalau sang ketua dari Kelompok 13 Pembunuh inilah yang telah memberikan perintah pada kedua orang bawahannya untuk mencari kebenaran dari kematian si 'Ibils Pincang Kesepian' itu, entah dengan maksud apa. walaupun sempat membuat kegemparan yang sangat hebat namun pada akhirnya segala berita simpang- siur itupun lenyap seiring berjalannya waktu.
Para pesilat baru dari berbagai aliran terus bermunculan menggantikan kedudukan yang lama dan sudah tersingkir. sementara tokoh- tokoh silat kawakan yang lama bertapa juga turut kembali turun ke dunia ramai. konon semua itu dipicu oleh tersiarnya kabar berita tentang adanya peta rahasia dari sebuah tempat keramat bernama 'Istana Angsa Emas' yang tersimpan dalam sebuah peti kayu Cendana Hitam.
Kemunculan peta rahasia dari suatu istana keramat pada masa silam yang kabarnya berisikan timbunan emas permata juga beratus- ratus benda pusaka yang tidak ternilai itu seolah siraman minyak ke atas kobaran api hingga seketika menyulut api keserakahan hati dari semua pihak, hingga tanpa dapat dicegah lagi ancaman banjir darahpun mengintai rimba persilatan.
Di sisi lainnya terdengar juga suatu kabar berita yang sangat mengejutkan. partai persilatan golongan hitam terkuat yang sudah begitu lama mengasingkan diri dari dunia ramai bernama Gapura Iblis, kini mulai bergerak keluar dari sarang rahasia mereka demi untuk menguasai seluruh dunia persilatan.!
........
.......
Silahkan tuliskan komentar Anda. Terima kasih 🙏.