Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
Bendera yang terbakar dendam.


Meskipun baru saja keluar dari tempatnya berguru dan miskin pengalaman, tapi Srianah juga bukan gadis yang benar- benar tidak tahu apapun. dari cerita Pranacitra saat mereka masih mengembara bersama juga penuturan gurunya, Srianah bisa mengira bendera hitam bergambar pintu gapura dan rembulan berdarah itu melambangkan apa.


'Gapura Iblis'., partai persilatan aliran hitam yang terkuat dan paling misterius di dalam dunia persilatan saat ini. dari keadaannya perkumpulan jasa pengawalan barang 'Elang Perkasa' sudah memiliki pelindung yang sangat kuat. dalam hati Srianah merasakan kengerian. lambang di bendera hitam itu seakan membawa hawa menyeramkan.


Sudah dua minggu lamanya sejak pertama kali Srianah turun bukit. selama berkelana perjalanannya cukup lancar saja. kalau toh ada beberapa lelaki kasar yang mungkin datang mengganggu, Srianah lebih suka lari menghindar. gadis ini seakan tidak ingin melibatkan dirinya dalam masalah atau lebih tepatnya enggan menggunakan kemampuan ilmu kanuragannya untuk perkara sepele.


''Partai Gapura Iblis., dulu Pranacitra sering kali menyebut nama itu dengan penuh rasa kebencian. bahkan dalam tidurnyapun dia juga sampai mengigau dan memcaci maki..'' batin Srianah terkenang masa lalu.


Srianah hanya melirik bendera itu sekejap saja lalu melangkahkan kakinya lebih cepat meninggalkan tempat itu. langkah kakinya yang agak terburu menarik perhatian salah satu anggota pekumpulan pengawalan barang Elang Perkasa yang punya tampang kasar dan brewok yang sedang berjaga di depan warung makan. dengan menyeringai dia iseng bersiul- siul menggoda.


Gadis itu memakai sebuah caping bambu hingga raut wajahnya tidak jelas terlihat. tapi bentuk tubuh padat dan langsing yang ada pada gadis berumur enam belas tahunan itu sudah menunjukkan daya tarik bagi kaum lelaki.


Srianah terus mempercepat langkahnya berpura- pura tidak mendengar siulan usil anggota kelompok Elang Perkasa. melihat rekannya tidak di gubris salah satu anggota mengejeknya. ''Heh., rupanya tampangmu kurang menarik hingga gadis itu lewat tanpa menggubrismu..''


''Haa., ha., diantara kita semua cuma kau saja yang selalu gagal menggoda wanita. mereka selalu ketakutan melihatmu..'' dua orang kawannya tertawa mengolok.


''Mungkin juga para wanita itu sudah keburu muak dengan bau badanmu., aku berani bertaruh lima keping uang tembaga kalau kau tidak bakalan bisa menggoda gadis itu..'' tambah yang lainnya ikut menanasi.


Anggota perkumpulan Elang Perkasa merasa geram. diantara belasan kawannya mungkin hanya dia yang belum pernah di lirik wanita. bahkan sepertinya para perempuan penjaja tubuh juga enggan melayaninya. dengan mendengus orang ini coba menghadang. biarpun tubuhnya tinggi besar dan agak gemuk tapi gerakannya cukup tangkas juga.


''Hee., he., senja hari begini kau hendak pergi kemana gadis cantik.?'' bertanya si brewok. ketiga kawannya saling pandang lalu tertawa bergelak. sementara Srianah melangkah mundur berusaha menghindari masalah. tapi kadang semakin menghindar, masalah justru semakin datang mendekat.


''Kalian dengar., rayuan dari mulut besarnya saja terdengar tidak bermutu. sudah jelas gadis itu memakai caping lebar hingga wajahnya tidak terlihat., tapi dia sudah berani bilang kalau gadis itu cantik..''


''Mungkin saja kawan kita ini punya ilmu tembus pandang, coba kau tanya dia ada apa saja di dalam buntelan kain yang di sandang gadis itu. atau sebagus apa tubuh yang berada di balik pakaian birunya. mungkin bisa kita nikmati bersama. haa., ha..''


''Sudah diam kalian.!'' bentak si brewok mulai marah. sementara gadis di depannya juga mulai bergerak. ucapan orang yang bicara paling akhir sudah melecehkannya.


Bukan saja gerakan yang cepat tapi juga sangat mengejutkan. kali ini dia tidak lagi mundur atau menjauhi si brewok. tubuhnya yang ramping dan sedikit kurus bergerak melayang kesamping kiri. dia terlihat begitu ringan seperti sehelai daun, cepat bagaikan kilat. tapi tamparan telapak tangan dan tendangan kakinya lebih berat dari bongkaan batu kali.!


Tidak ada suara jeritan yang sempat keluar dari mulut orang ini. yang ada cuma bunyi tulang rahang patah di susul tersemburnya darah dan gigi yang termuntah. sementara bagian tengah selakangannya mungkin pecah di hantam tendangan. orang inipun seketika roboh pingsan saking tidak kuat menahan rasa sakit.


Cepat datang cepat pula pergi. mengambil waktu saat ketiga orang lainnya masih tertegun tidak percaya Srianah cepat berkelebat kabur. keahlian melarikan diri ini sudah di kuasainya saat masih menjadi copet cilik di pasar. baginya serang, hantam, lari dan menghilang adalah cara paling ampuh menghadapi musuh, karena gadis ini tidak perduli jika di bilang sebagai seorang pengecut.


Srianah punya pegangan hidup., kalau bisa menghindar kenapa dia mesti bertarung. jika terpaksa bertarung dia harus pasti menang. jika sudah menang Srianah tidak bakal sudi menunggu untuk di kalahkan atau di datangi masalah baru. kabur, menghilang dan aman.!


Saat semuanya tersadar gadis itu sudah sepuluh tombak lebih jauhnya dari sana. seruan kaget dan kemarahan membuat suasana menjadi kacau. setelah tahu apa yang terjadi para anggota perkumpulan pengawalan barang Elang Perkasa langsung melakukan pengejaran.


Srianah berlari secepat angin berhembus. dia sangat suka pelajaran ilmu lari cepat dan meringankan tubuh yang di dapatkan dari 'Gembel Sakti Mata Putih'. ilmu 'Sembilan Daun Melayang' memungkinkan dia bergerak dengan sangat cepat.


Berlarian cepat ke dalam desa membuat semua mata penduduknya melotot. tapi mereka tidak dapat melihat jelas kecuali ada bayangan biru muda yang melintas. suara keributan kembali terjadi saat terdengar derap kaki puluhan ekor kuda yang melewati jalanan desa. berkuda paling depan adalah sang pemimpin perkumpulan Elang Perkasa.


Orang ini berusia lebih lima puluhan tahun berkepala botak dengan sorot mata tajam beringas. tubuhnya yang tinggi kekar di selimuti sebuah jubah kuning emas tanpa lengan dengan sulaman kepala seekor elang sehingga terlihat sepasang tangannya yang berotot. di pinggangnya tergantung dua buah kapak bergagang pendek dengan ukiran kepala burung elang. dalam dunia hitam dia di sebut dengan si 'Elang Kuning Botak.!'


Orang ini masih sempat melihat setitik bayangan biru sebelum akhirnya lenyap di tikungan ujung jalan desa. dengan menggembor marah tubuh tinggi besarnya menutul punggung kudanya lalu berkelebat ke muka dengan kecepatan mengagumkan. gerakan melayangnya seakan burung elang kuning raksasa. dia merasa lebih dapat bergerak cepat sendirian dari pada terus memacu kudanya. orang berpengalaman seperti si Elang Kuning Botak cepat menyadari kalau lawannya punya ilmu meringankan tubuh yang tinggi.


Dalam sekejap saja dia sudah keluar dari jalan desa itu. terus bergerak maju bagai elang memburu mangsanya. telinganya yang tajam masih dapat mendengar derap kaki kuda anak buahnya yang tertinggal lebih seratus langkah darinya.


Kini dia sudah berada di sebuah pedataran berumput belukar yang terletak di kaki sebuah bukit kecil. matanya memandang berkeliling. tidak nampak jalan yang biasa di lalui orang, juga tidak terlihat jejak kaki di atas rumput yang masih basah karena siang hari tadi hujan gerimis sempat turun.


''Ketua., apakah bocah perempuan tengik itu sudah terlihat.?'' tanya seorang di antara anak buahnya sambil turun dari punggung kuda di ikuti yang lain.


''Setan., memangnya matamu bisa melihat ada orang lain di sini. cepat menyebar dan cari sampai dapat.!'' damprat Elang Kuning Botak kesal. serentak semua menyahut dan berpencar.


Hari mulai beranjak gelap, matahari juga tinggal sinar jingga di ufuk barat. orang berjuluk 'Elang Kuning Botak' itu menyumpah serapah. dengan kesal ketua perkumpulan pebgawalan barang Elang Perkasa ini terpaksa kembali ke warung makan di mana masih ada beberapa anak buahnya yang bertugas menjaga barang dan merawat rekannya.


Baru saja dia hendak menaiki punggung kudanya, sudut matanya melihat suatu pemandangan aneh. belasan langkah dari tempat kelompoknya berdiri entah sejak kapan telah muncul seseorang.


Orang ini memakai pakaian gelap yang terbuat dari kain tebal dan sedikit kebesaran. kepalanya sedikit menunduk, rambutnya yang panjang dan terikat sehelai kain batik lurik menutupi sebagian wajahnya. meskipun demikian Elang Kuning Botak merasakan ada sinar mata tajam yang menakutkan menyorot tajam dari balik rambut lebatnya.


Yang membuatnya gelisah dari tubuh orang ini seakan terpanjar hawa membunuh yang siap merobek jantung siapapun. tanpa sadar ketua perkumpulan Elang Perkasa mengikuti arah pandangan orang aneh itu. Elang Kuning Botak tertegun lalu mendengus sombong saat menyadari kalau orang ini sedang memandang tajam bendera hitam yang tertancap di atas kereta kudanya.!


''Huhm., he., he., rupanya sobat mengenali lambang bendera yang ada di kereta kudaku ini. baguslah., kami dari pengawalan 'Elang Perkasa' mempunyai hak perlindungan dari pemilik bendera hitam itu. jadi jangan coba membuat perkara di sini.!'' gertak si ketua Elang Perkasa sinis lantas terkekeh di ikuti anak buahnya. tapi tawa mereka perlahan sirap seiring datangnya hembusan angin dingin menusuk tulang yang entah datang dari mana.


Orang aneh ini sedikit mendongak, rambut panjangnya tersibak. seraut wajah pemuda dua puluh tahunan. cukup tampan namun pucat seperti orang penyakitan. sepasang matanya yang menyorot dingin tanpa suatu perasaan seperti mata orang yang sudah mati.


Sorot mata dingin tajam yang membekukan jiwa ini terus melihat bendera hitam yang bergambar gapura dan rembulan purnama berselimut darah seakan tidak ada hal lain di matanya. hati semua orang mulanya merasa bergidik langsung berubah menjadi gelak tawa penuh penghinaan saat melihat pemuda ini berjalan mendekati.


Pertama dia mencabut sebuah tongkat besi hitam berkepala tengkorak keperakan yang tertancap di atas tanah, lalu kaki kanannya mulai melangkah di ikuti kaki kirinya yang pincang. terseret pelan seperti membawa beban hidup yang berat. bergerak merayap seperti cacing, tapi hebatnya hanya dalam dua tiga kali kejapan mata jarak belasan langkah telah terlewati dan kini tahu- tahu dia sudah berada di depan kereta kuda.


Tangannya yang pucat namun berotot bergerak meraih bendera hitam yang berada di sana. dua orang pengawal kereta barang tersentak mencabut pedang dan langsung membacok. satu memotong tangan seorang lagi memancung leher si pemuda pincang.


Tangan pucat masih terus bergerak meraih bendera hitam seakan tidak merasakan ada ancaman. gerakan tangan itu terlihat biasa, lambat bahkan sedikit gemetar. tapi sekejap saja bendera hitam itu sudah berpindah ke tangannya. dua orang anggota pengawalan barang Elang Perkasa merasa terhina, sejengkal lagi tangan dan leher si pincang bakal terpotong putus.


Darah menyembur, dua bilah pedang patah terpental. kedua pemiliknya terjungkal roboh dengan dua buah tanda kematian yang berbeda. satu dadanya remuk menghitam tembus gosong hingga ke punggung. seorang lagi leher dan jantungnya jebol tercabik menghitam. tongkat besi menancap di atas tanah, tangan kanannya memegang bendera. hanya tangan kiri yang bebas.


Tetapi tidak seorangpun yang berada di sana dapat meelihat kapan dan bagaimana tangan kiri si pincang itu bergerak menghantam dan mencabik sasaran dengan begitu ganasnya. cepat juga buas tanpa ampun seakan- akan membunuh semudah bernafas bagi dirinya.!


Di saat rasa ngeri dan terkejut belum sirnah, si pincang kembali membuat kegemparan. telapak tangannya yang pucat berubah merah seperti warna darah. bendera hitam yang tergenggam mengepulkan asap panas hingga bendera hitam itu terbakar hangus.


Semua orang terjingkat berseru geram, seram sekaligus takut. pemuda ini telah berani membakar bendera lambang dari partai persilatan aliran hitam yang terkuat dan paling ditakuti saat itu., partai Gapura Iblis. sesuatu yang pernah gagal dia lakukan hampir empat tahun silam di gunung Bisma.


*****


Asalamualaikum., Salam sejahtera selalu., Mohon maaf sering telat up load, pekerjaan banyak.πŸ™mohon maaf juga pada para reader pembaca yang mungkin merasa kurang nyaman dengan fisik MC yang cacat kakinya.


Ada yang mengusulkan agar MC dapat berjalan normal. saya sih cuma bisa sampaikan pada adik saya (yang asli punya novel ini) dia bilang kalau sekarang sembuh/ kakinya normal ceritanya jadi aneh. karena pas awal muncul (bab 1~2) dia juga pincang padahal sudah punya kesaktian.πŸ˜…πŸ˜“(mungkin salah sejak awal he he)


Sempat saya tanya sama orangnya, ''Heh., lapo MC ne kok pincang., biasane lakon iku ganteng, pinter, baik hati, pokoe sempurna.?"


(Hei., knapa mc pincang, pendekar itu biasanya ganteng, pinter, baik, sempurna, di gandrungi cewek" cantik.,)


Dengan entengnya dia jawab., "Gak ada orang yang sempurna, semua pasti punya kekurangan. mc ini kekurangannya kakinya cacat.." πŸ˜πŸ˜‰πŸ™πŸ™ "Yo wis saya ga bisa apa- apa lagi. jadi kami mohon maaf dengan segala kekurangan juga ketidaknyamanan bagi para reader pembaca yg budiman.."


Silahkan like πŸ‘, VoteπŸ‘Œ, jika suka dan kritik saran (menghujat juga bolehπŸ™ƒ.) Terima kasih. Wasalamualaikum.πŸ™.