
Gelombang suara tawa keras bagaikan palu guntur yang menghantam, juga hembusan asap hijau yang wangi menyengat membuat tiga orang penyerangnya sesak nafas dan bergolak aliran darahnya. biarpun sudah berusaha menutupi jalan pendengaran dan rongga pernafasan, tapi ilmu 'Tawa Gila Pembetot Sukma' yang di miliki oleh orang berjuluk si 'Sukma Tertawa' itu sungguh mengejutkan hati.
Berpuluh senjata rahasia bintang besi terbang yang di lepaskan oleh Dewi Bintang Hitam dan muridnya lebih dari separuhnya rontok di tengah jalan. sedang sisanya meski masih mampu menembus gelombang tawa maut si Sukma Tertawa, tapi kekuatannya sudah banyak berkurang.
Hanya dengan menggeser dua kali langkah kaki dan memutar pipa cangklong emasnya lalu menotok ke lima arah, serangan senjata rahasia kedua orang itu dapat dibuat mental. tapi Dewi Bintang Hitam bersama Ki Wedhus Jenggot Putih terus saja menggebrak dengan pukulan telapak dan tendangan kaki yang membawa hembusan angin tajam bagai membelah udara malam.
Diantara ke tiga orang lawannya jelas ilmu silat gadis muda murid Dewi Bintang Hitam bernama Retno Item yang paling rendah. maka tidak heran jika dialah yang pertama kali jatuh terjungkal karena tidak sanggup menahan terjangan gelombang tenaga yang di lepaskan si Sukma Tertawa.
''Muridku Retno Item.!'' jerit Dewi Bintang Hitam cemas bercampur geram. dia sudah terlanjur menghamburkan lebih dari lima jurus serangan beruntun untuk merobohkan si Sukma Tertawa, jadi tidak mungkin baginya berhenti di tengah jalan, salah- salah lawan mampu menghantam atau malah tenaga serangannya berbalik mencelakai dirinya sendiri.
Dalam keadaan demikian terpaksa dia dan Ki Wedhus Jenggot Putih hanya bisa terus menggempur lawannya sambil berharap muridnya tidak mengalami luka dalam yang terlalu parah.
Sukma Tertawa tergelak mengejek lawan. berasamaan kedua tangannya yang gempal berlemak membuat beberapa kali gerakan meninju dan menyikut, sementara kakinya yang besar turut menyapu. ini adalah sebuah jurus pertahanan yang di barengi gerakan menyerang balik.
Dari bertahan dan menghindar, kini manusia tinggi gemuk berblangkon kuning itu malah berbalik mendesak lawan. dengan andalkan gelombang tawa, pukulan telapak tangan dan totokan pipa cangklongnya, bukan saja Sukma Tertawa dapat lolos dari kedua serangan lawannya, tapi juga mampu balik menghantam pinggang dan paha lawannya.
'Shaat., Bhet., beet.!'
'Braak., Dhess., dees.!'
''Aahk., Uugh.!''
''Haa., ha., ha., kau bilang hendak menutup mulutku., sayang sekali mulutku selalu tidak bisa menahan tertawa, apalagi saat melihat ada sepasang kekasih lama yang sedang terkapar diatas tanah, bukan diatas ranjang tidur..''
''Dengar Dewi Bintang Hitam dan kau juga Ki Wedhus Jenggot Putih., kalian berdua masih bisa menutupi rahasia masa lalumu dari orang lain, tapi tidak padaku. aku bahkan tahu jika kalian berdua bukan hanya sekedar sepasang kekasih di masa muda saja, tapi juga pernah sampai punya anak di luar nikah.!''
''Chuuih., tentu rasanya menyedihkan jika kehilangan seorang anak, meskipun itu hasil dari sebuah hubungan gelap. tapi anehnya sesedih apapun sebuah cerita aku tetap saja akan tertawa Ha., ha.!'' Sukma Tertawa meludah lalu kembali bergelak.
Pada waktu itulah Dewi Bintang Hitam meraung bagai harimau betina mengamuk. sambil menggeliat bangun wanita paruh baya itu kembali lepaskan dua buah senjata rahasia bintang besinya ke depan.
Dalam kemarahannya Dewi Bintang Hitam sampai mengeluarkan ilmu simpanannya yang di sebut jurus 'Cakra Bintang Kembar Penyebar Maut.!'
Srakan tidak mau kalah, Ki Wedhus Jenggot Putih juga melasat bangun. sekali kedua kakinya yang kurus menjejak bumi, dari bagian telapak kakinya yang telanjang tanpa alas kaki mengeluar selapis kabut asap putih berhawa dingin. kalau di perhatikan kedua telapak kakinya menjadi lebih mengkilap dan menajam bagian tepinya.
Dengan keluarkan suara menggerung murka, orang berwajah rada mirip seekor kambing itu mencelat ke udara. dari atas dia bersalto satu kali lalu lepaskan tiga buah tendangan bersilangan menggunting. sasarannya leher dan kepala si Sukma Tertawa.
''Putus lehermu anjing keparat.!'' bentak Ki Wedhus Jenggot Putih. selama berkelana di rimba persilatan, jarang ada orang yang bisa lolos dari jurus 'Tiga Gunting Gunung' ini.!
Terkesiap juga Sukma Tertawa menghadapi dua buah ilmu kesaktian lawannya. namun seakan sudah menjadi kebiasaannya, bahaya apapun yang mengancamnya, tetap akan dia hadapi dengan mengumbar tawa iblisnya.
''Hak., ha., ha., jangan harap ilmu picisan seperti ini bisa menakutiku. mampuslah kalian berdua.!'' damprat si Sukma Tertawa.
Mulut bicara tangan kakinya yang gempal bergerak cepat. kedua kaki menjejak bumi, sepasang kepalannya menjotos kedepan dan atas kepala. sekali gebrak orang tinggi gemuk ini lepaskan enam buah pukulan maut sekaligus yang mengeluarkan pusaran angin sekeras baja dan sinar hijau redup. suara gelak tawa laksana gemuruh guntur mengiringi serangan pukulan yang di namai 'Geledek Hijau Tinju Tertawa'.!
Bentrokan tiga jurus kesaktian berlangsung berulang kali. tiga sosok tubuh langsung terpisah dengan keluarkan suara tercekat menahan sakit, seiring dengan ledakan kekuatan tenaga dalam yang saling bentrok.
Dewi Bintang Hitam yang pertama kali roboh ketanah berumput lengan kanannya hancur sementara dari mulut dan hidungnya keluar darah kental. setelah mengerang panjang tubuhnya lemas tidak bergerak.
Ki Wedhus Jenggot Putih meraung gusar, tapi yang keluar dari mulutnya hanyalah semburan darah segar. kedua kakinya terasa remuk. dengan sisa tenaganya dia berusaha merayap mendekati tubuh Dewi Bintang Hitam. tapi baru saja separuh jalan orang ini sudah tersungkur lemas, meskipun demikian dia masih sadar. kedua matanya menatap penuh dendam kesumat pada lawannya.
Di jurusan lain terlihat Sukma Tertawa masih berdiri kokoh. tubuhnya yang tinggi gemuk dan putih berlemak terlihat bernoda darah. sebuah bintang cakra segi delapan baru saja dia cabut dari bahu kirinya yang robek cukup dalam. kulit di sekitar lukanya kelihatan menghitam pertanda hangus dan keracunan. sebaliknya lengan kanannya terkulai lemas seakan tidak bertulang.
Dalam bentrokan adu ilmu kesaktian tadi, si Sukma Tertawa memang mampu membuat roboh kedua lawannya, tapi sebaliknya dia juga mengalami luka luar dalam yang cukup parah. meskipun demikian orang ini masih mampu berdiri tegak pertanda tingkat ilmu kesaktiannya sangat tinggi.
Dengan keluarkan suara tertawa sinis, orang ini mulai melangkah mendekati tubuh Dewi Bintang Hitam dan Ki Wedhus Jenggot Putih yang masih tergeletak tak berdaya. baru beberapa langkah matanya tertuju pada sosok tubuh Retno Item yang terlentang. meskipun berkulit sedikit gelap tapi wajah dan bentuk tubuh gadis itu sangat menarik. sekali dia menyedot asap pipa cangklong emasnya. seiring hembusan asap tembakau, di bibir tebalnya tersunging seringai dan tawa iblis yang penuh dengan nafsu jahat.