Pendekar Tanpa Kawan

Pendekar Tanpa Kawan
Tukang cerita dan cucunya. (bag1)


Hiruk pikuk suara orang- orang dipasar Rejosari itu terdengar riuh seiring dengan datangnya pagi hari. suasana bertambah ramai dengan kedatangan para pedagang musiman dari luar daerah yang menawarkan bermacam barang dagangan. untuk menarik minat pembeli sebagian pedagang sengaja memberikan harga lebih murah dari yang seharusnya.


Rejosari adalah sebuah wilayah kadipaten yang baru diresmikan oleh pemerintahan pusat. dulunya tempat itu masih termasuk dalam wilayah kadipaten Wonokerto. dikarenakan jaraknya yang terlalu jauh dari Wonokerto, akhirnya Rejosari dijadikan sebagai kadipaten yang berdiri sendiri sejak setahun lalu. dalam waktu singkat wilayah itu menjadi semakin berkembang dan ramai.


Agak di pinggiran kadipaten sebelah timur wilayah Rejosari terdapat sebuah warung makan. biarpun tidak begitu besar dan rada terpencil tempatnya namun pengunjung warung itu sangat ramai, bahkan dalam seminggu belakangan Ki Buntel Tembem si pemilik warung yang bertubuh gemuk pendek dan wajahnya selalu tersenyum jenaka itu sampai menambah tiga buah meja serta bangku kayu di pelataran warungnya untuk dapat melayani para pelanggan.


Padahal dulunya warung makan duda gemuk beranak dua itu tidaklah ramai. makanan yang disajikanpun juga biasa saja. namun keadaan itu menjadi berubah sejak tiga bulan lalu. jika ada orang lewat dijalan depan warung makan yang diberi nama 'Mampir Daharan' itu pasti akan mencium aroma masakan yang sangat menggugah selera.


Meskipun kurang jelas penyebabnya, tapi banyak orang yang bilang kalau Ki Buntel Tembem telah berhasil mendapatkan tukang masak baru yang sangat hebat. bahkan ada sebagian orang yakin kalau juru masak baru itu adalah bekas orang dapur kerajaan yang telah mengundurkan diri. soal kebenaran berita itu tidak seorangpun yang tahu.


Selain rasa masakan yang sangat enak dan harganya terjangkau, di warung itu juga ada hiburan lain yang disukai para pengunjung. di tengah ruangan warung setiap tiga hari sekali pada waktu pagi dan malam hari akan hadir seorang kakek tua bersama dengan cucu perempuannya yang akan mendongengkan bermacam cerita menarik untuk menghibur pengunjung warung.


Meskipun beberapa cerita rakyat juga kisah pewayangan sudah sering didengar orang tapi karena disampaikan kembali oleh kakek tua itu dengan cara yang berlainan membuat para pengunjung warung terpukau. belum lagi cucu perempuan si kakek tua yang berparas manis dan umurnya mungkin baru sepuluh tahunan itu selalu menimpali serta bertanya pada kakeknya tentang jalan cerita, membuat suasana warung makan bertambah seru dan menarik minat pendengar.


''Ki Buntel Tembem., hari ini aku mau sarapan ketan bakar dengan taburan kelapa parut.!'' terdengar pesanan seorang pengunjung. ''Kalau aku dan istriku ini ingin memesan tumisan kangkung dengan udang dan jamur yang sedapnya luar biasa seperti kemarin.!'' teriak pengunjung lainnya. berturut- turut terdengar lagi seruan orang yang memesan makanan.


Semua pesanan itu segera disampaikan oleh Ki Buntel Tembem ke bagian dapur warung. hanya butuh waktu cukup singkat bagi tukang masaknya untuk melayani permintaan dari pengunjung. dengan bantuan dua orang muda- mudi lima belasan tahun anak Ki Buntel Tembem yang juga bertubuh agak gemuk seperti bapaknya, segala olahan masakan enak mengalir keluar dari dapur menuju meja pelanggan.


Seorang kakek tua tujuh puluh tahunan yang matanya sudah agak rabun duduk bersama seorang bocah perempuan di meja bagian dalam. melihat semua pengunjung warung sudah menikmati hidangannya masing- masing, si bocah perempuan berbaju merah muda yang sudah rombeng bertambalan itu memberi isyarat pada kakeknya untuk mulai bercerita.


Dengan diawali lima kali ketukan jari pada meja kayu dan suara yang lantang, si kakek mulai membuka sebuah kisah. meskipun ketukan jari telunjuk dan tengah kakek tua itu terlihat pelan namun bunyi yang dihasilkan selain cukup keras juga bertenaga, bahkan bisa terdengar hingga keluar warung. bagi orang yang punya pengalaman akan segera sadar kalau ketukan dua jari tangan itu bukan sembarangan.


''Para pengunjung warung yang budiman. seperti biasa kami berdua, orang tua dan cucunya yang miskin ini akan mencoba untuk menghibur para pengunjung warung makan 'Mampir Daharan' milik Ki Buntel Tembem dengan sebuah cerita.!'' seruan ini disambut tepukan tangan para pengunjung yang memang ingin segera mendengar cerita dari si kakek.


''Sebelumnya terlebih dulu kami berdua sampaikan terima kasih kepada pemilik warung makan ini yang telah sudi memberi kami kakek dan cucunya sekedar tempat untuk berbagi kisah dengan para pengunjung. semoga warung ini jadi semakin ramai dan berkembang. jika cerita kami nanti kurang berkenan, harap tuan- tuan memakluminya. sebaliknya kalau dirasa menarik hati sudilah kiranya memberi kami sekedarnya saja..''


''Itu tidak masalah kakek tua. cepat mulai saja ceritamu.!'' sahut seorang pengunjung yang baru saja selesai melahap penyetan ikan mujair goreng dengan sambal yang pedas. semuanya juga nampak tidak sabaran. sambil terus makan minum mereka makin penasaran ingin mendengar cerita menarik apalagi yang bakal di sampaikan orang tua berbaju kelabu usang itu.


''Kali ini., cerita yang akan kusampaikan agak berlainan dengan sebelumnya. kisah ini aku ambil dari riwayat hidup seorang pendekar muda dunia persilatan yang dikabarkan punya ilmu silat sangat tinggi. namun sayangnya dia sudah mati terbunuh. karenanya aku berikan saja judul 'Kisah Sedih Pendekar Pincang.!''


''Pendekar muda ini sebenarnya sangat baik hati, pendiam serta gemar menolong orang lain yang membutuhkan. tapi dikarenakan menjadi pewaris ilmu para tokoh silat aliran hitam, dia selalu saja dimusuhi banyak pihak yang ingin membunuhnya..'' sampai disini terdengar seruan tertahan dan helaan nafas berat juga prihatin dari para pengunjung. entah kenapa mereka menjadi bertambah penasaran.


Cerita mengalir begitu lancar dan memukau. dengan cara penyampaian yang menarik si tukang cerita seakan mampu membawa para pengunjung warung ke dunia lain, hingga seolah dapat melihat sendiri setiap peristiwa yang terjadi dalam kisah itu. meskipun sang cucu beberapa kali menyela dan bertanya ini dan itu, tapi justru menambah rasa penasaran dalam hati para pengunjung warung, karena pertanyaan bocah itulah yang ingin mereka sampaikan pada si tukang cerita. ibarat kata jika si kakek bahan masakan maka sang cucu adalah bumbunya.


Sementara terus berkisah, si kakek tua tukang cerita itu entah secara sengaja tidak sengaja beberapa kali seperti melirik ke bagian dalam dapur. saat matahari mulai beranjak sedikit naik, cerita si kakek tua itupun berakhir. beberapa pengunjung menghela nafas sambil gelengkan kepala karena terhanyut dengan akhir kisah yang dirasa menyedihkan itu.


Beberapa orang bahkan mendengus marah sebab bersimpati dan tidak terima dengan kematian tokoh dalam cerita itu. meskipun kisah kali ini berakhir menyedihkan tapi saat bocah perempuan kecil itu berkeliling sambil membawa periuk tanah, orang tidak segan memberikan kepingan kecil uang tembaga juga makanan kepadanya.


Karena biar bagaimanapun juga cerita kali ini sangatlah menarik hati meraka. malahan ada beberapa pengunjung yang meminta agar orang tua itu mau mengulang ceritanya pada malam hari nanti. tukang cerita itu hanya tersenyum sambil sekali lagi melirik ke bagian dalam dapur warung yang terhalang dinding papan kayu.


''Kakek., hasil hari ini sangat banyak. kurasa semua orang suka sekali mendengarkan kisahmu tadi..'' ucap si bocah sambil letakkan periuknya yang dipenuhi dengan uang juga makanan kecil. ''Haa., ha., baguslah kalau begitu. kita tidak akan kelaparan dan bisa membeli makanan enak di warung ini..'' sambut kakeknya tertawa.


''Kalian berdua tidak perlu membelinya. hari ini aku berikan makanan secara cuma- cuma karena telah membuat pengunjung warungku terhibur. bahkan kuyakin malam nanti warung ini juga akan bertambah ramai karena pasti banyak orang yang ingin mendengar ceritamu lagi kakek tua..'' potong Ki Buntel Tembem sambil berikan dua periuk nasi beserta lauk juga minumnya.


Kedua orang kakek dan cucu itu segera saja melahap hidangan setelah sebelumnya mengucapkan terima kasih atas pemberian pemilik warung. baru saja beberapa suap nasi dengan lauk ikan dan tempe goreng itu masuk ke mulut mereka, dari depan warung makan sudah muncul lima orang. yang berdiri paling depan adalah seorang perempuan setengah umur berjubah putih dengan dua buah pedang bersilangan di punggungnya. empat orang dibelakang perempuan ini sama memakai jubah dan tutup kepala hitam.


Dari kedatangannya yang tanpa suara, jelas kalau kelima orang itu bukanlah manusia sembarangan terutama perempuan berjubah putih yang dari wajahnya meskipun cantik tapi tersirat kekejaman dan dingin. sekali berkelebat jarak tujuh tombak dari pelataran luar warung dapat terlewati. kini mereka berdiri di depan si tukang cerita. merasakan ada ketidak beresan Ki Buntel Tembem dan dua anaknya ingin menegur lima pendatang itu tapi keburu dicegah oleh si kakek tua.


''Ki Buntel Tembem., tamu kali ini bukanlah pengunjung yang hendak makan di warung melainkan kawan lamaku yang ingin menyelesaikan sebuah masalah denganku. sebaiknya kau dan juga kedua putra- putrimu masuk dulu kedalam. titip juga cucuku ini. harap jangan keluar apapun yang terjadi.!'' ujar kakek tua itu tegas. terasa adanya hawa gaib yang keluar dari tubuh tuanya hingga tanpa sadar Ki Buntel Tembem jadi bergidik.


Walaupun merasa heran tapi anehnya ucapan si tukang cerita tua ini seperti tidak dapat di bantah. demikian juga cucu si kakek hanya bisa menurut saat diajak masuk ke dalam warung. kakek tua berbaju kelabu usang itu meraih batangan bambu besar sepanjang enam jengkal yang tergeletak di bawah kursi.


''Ini bukan tempat menyelesaikan masalah. aku tidak mau warung ini hancur sampai berantakan.!'' bentak si tua tukang cerita sambil genjot tubuh kurusnya meluncur ke depan melewati atas kepala kelima orang itu. ''Ki Payung Gendingan alias si 'Tukang Cerita Jalanan'. hari ini jangan harap kau bisa lolos dari hukuman matimu.!'' bentak si wanita berjubah putih. bersama empat orang lainnya mereka berkelebat menyusul lawannya.


Silahkan Anda tuliskan komentar, kritik saran, like👍, vote☝, serta share👌novel ini jika suka. maaf jika ceritanya kurang berkenan atau agak melenceng dan selalu lambat update. saya cuma bantu update tok lho yah..🤷‍♀️.,Trims🙏.