
Kini di atas panggung besar sudah bertambah seorang gadis muda berbaju putih yang cantik jelita. angin gunung Semeru yang berhembus dingin sesaat mengibarkan rambut hitamnya yang ikal lebat sepunggung dan terikat secarik kain putih di keningnya. dari pinggangnya yang ramping tersembul dua buah gagang pedang pendek berukiran kepala burung walet emas.
Terdengar seruan riuh dari bawah panggung melihat kemunculan gadis cantik itu. mereka yang hadir sama mengakui kecantikannya, sementara para murid perguruan silat 'Naga Biru' sama terkesiap mengenali siapa adanya gadis itu.
''Dia., dia Puji Seruni., bukankah gadis itu adalah murid Nyi Pariseta yang bernama Puji Seruni.?''
''Ruu., rupanya dia masih hidup. bukankah selama ini gadis itu di kabarkan menghilang, padahal kita sudah mencarinya ke segala penjuru. bahkan ada yang bilang sudah mati. lantas di mana dia selama ini bersembunyi.?''
''Apa yang akan dia lakukan dengan datang ke tempat ini. kurasa gadis itu benar- benar sudah bosan hidup.!'' terdengar para murid perguruan Naga Biru saling berbicara dengan muka berubah hebat.
''Gadis sialan., kenapa dia harus muncul di saat seperti ini. kulihat dari gerakannya saat naik ke atas panggung menandakan kalau ilmu kesaktiannya sudah naik beberapa tingkatan. tapi., bagus juga dia datang, karena bocah perempuan hina ini mungkin juga terlibat dalam peristiwa pembunuhan putraku Hanggajaya..''
''Tapi., sebelum kukirim dia ke neraka untuk menyusul gurunya yang keras kepala itu, ada baiknya aku tanyakan dulu beberapa masalah padanya..'' batin Ki Galing Brajapaksi geram sambil berusaha menindih kemarahannya.
''Selamat bertemu kembali paman Galing Brajapaksi, aku Puji Seruni murid mendiang Nyi Pariseta datang menemuimu..'' ucap gadis berbaju putih yang memang Puji Seruni itu sambil tersenyum dan menjura hormat. tidak terlihat adanya hawa dendam kesumat di mata gadis itu. tentu saja hal ini membuat Ki Galing Brajapaksi sang ketua perguruan silat Naga Biru itu menjadi tercengang keheranan.
''Sebenarnya apa yang sedang di rencanakan oleh gadis sialan ini.?''batin orang yang dalam dunia persilatan mempunyai gelar 'Dewa Naga Langit' itu. sementara di luarnya dia malah tertawa bergelak seolah menyambut hangat kedatangan Puji Seruni.
''Haa., ha., keponakanku Puji Seruni, kenapa kau datang tanpa memberi kabar terlebih dahulu, pamanmu ini sudah lama mencarimu tapi tidak juga mendapatkan di mana jejakmu. kau sungguh murid keponakan yang nakal. apa saja yang telah dirimu perbuat dan tinggal di mana kau selama ini, murid keponakanku sayang.?''
''Harap maafmu paman guru., semenjak guru meninggal aku berusaha untuk memperdalam ilmuku karena sadar pembunuh guru yang biadab itu adalah seorang licik yang berilmu tinggi. karenanya aku membodohinya dengan berpura- pura pergi sejauh mungkin, padahal selama ini diriku berada di belakang bukit tempat tinggal guru. yah., orang tolol memang sering terlupa kalau apa yang dia cari berada di bawah telapak kakinya sendiri..'' sindir Puji Seruni sinis.
Ki Galing Brajapaksi menggeram bengis. saat hendak berkoar dari bawah panggung telah melesat naik seorang tua berjubah kuning dan berlengan buntung sebelah. ''Tunggu dulu., gadis muda katakan siapa dirimu dan ada hubungan apa kau dengan Nyi Pariseta.?''
Puji Seruni agak terkejut dengan kehadiran orang tua itu. sambil menjura hormat dia menjawab. ''Jika saya tidak salah saat ini yang berada di hadapanku adalah Ki Tanjung Semboro, ahli golok kenaman dari daerah timur yang di juluki sebagai 'Pendekar Golok Emas Berlengan Tunggal'. aku yang rendah ini bernama Puji Seruni, murid Nyi Pariseta sahabat lamamu..''
''Huhh., dasar murid durhaka. masih berani kau muncul di sini. bagus., bagus sekali. dengan demikian aku tidak perlu lagi mencarimu untuk membalaskan kematian sahabatku. di alam sana Nyi Pariseta pasti menyesal telah menerima murid yang tidak tahu balas berbudi sepertimu.!'' bentak Ki Tanjung Semboro. meskipun kaget dengan ucapan lawan, tapi Puji Seruni menjadi panik. dia tahu kalau Ki Tanjung Semboro pasti telah terhasut oleh tipuan Ki Galing Brajapaksi.
''Ki Tanjung Semboro., aku tahu kalau ada yang mengatakan padamu kalau dirikulah yang telah mencelakai Nyi Pariseta. tapi apakah kau pernah berpikir sebaliknya, jika aku pelaku pembunuhan pada guruku sendiri lalu kenapa juga mesti datang kemari. karena itu sama saja dengan bunuh diri..''
''Lantas kenapa aku berani datang sekarang., itu karena pembunuh guruku yang sebenarnya berada di sini. orang yang telah menghasutmu itulah yang telah menghabisi Nyi Pariseta secara licik dengan menggunakan racun. dia tega melakukan semuanya hanya karena ingin menguasai kitab pusaka 'Walet Emas' yang di miliki Nyi Pariseta. bukankah begitu Ki Galing Brajapaksi.?''
''Kau telah membunuh kakak seperguruanmu lalu menimpakan semuanya padaku karena semua orang- orangmu yang tolol itu gagal menemukanku. padahal perguruan Naga Biru yang katanya beraliran putih sampai menyewa 'Serikat Kalong Hitam' hanya untuk memburuku dan kakang Wiratama tunanganku. Chuih., asal kau tahu saja anakmu yang tukang merusak pagar ayu para gadis itu telah tewas di ujung pedangku.!'' bentak Puji Seruni lalu tertawa bergelak.
''Perempuan bangsat. hari ini jangan harap kau bisa kabur dari sini. Ki Tanjung Semboro, gadis biadab ini telah membunuh Nyi Pariseta dan anakku Hanggajaya. dia ini sangat licik jangan sampai kau termakan omongan busuknya.!'' geram Ki Galing Brajapaksi. sementara di bawah panggung menjadi gempar setelah mendengar semua itu. mereka mulai saling berbisik dan curiga.
Melihat semua itu semakin membuat Ki Galing Brajapaksi dan semua murid perguruan Naga Biru gelisah. pertemuan besar kaum pendekar yang seharusnya bisa dia gunakan untuk bersekutu dan memperalat, kini mulai tidak terkendali dan keluar dari jalurnya.
''Haa., ha., rupanya perguruan silat Naga Biru yang di luarnya terkenal beraliran putih, ternyata hanyalah kaum sampah pengecut..''
''Benar sekali. ternyata selama ini ketuanya telah menyembunyikan bangkai busuk. membunuh saudara seperguruannya sendiri cuma karena sebuah kitab. sungguh sangat memalukan..''
''Kasihan sekali gadis murid Nyi Pariseta itu, hingga terpaksa menyembunyikan diri karena di fitnah sebagai pembunuh gurunya sendiri. Ki Tanjung Semboro., kau jangan sampai terhasut oleh ketua perguruan Naga Biru yang licik serta kejam itu.!'' seruan dan teriakan geram mulai terdengar dari beberapa penjuru.
Meskipun tidak di ketahui siapa orang yang mengatakan, tapi akibatnya semakin banyak yang ikut bersuara menuntut penjelasan. bahkan beberapa tokoh silat yang pernah berselisih atau tidak suka dengan perguruan Naga Biru sudah berani mencaci maki hingga suasana menjadi semakin panas.
''Orang tua bernama Ki Galing Brajapaksi, jika memang kau bukan seperti yang kukatakan. sekarang juga kau buka jubah birumu. di bagian dada sebelah kiri pasti ada bekas lubang sebesar ibu jari berwarna kekuningan. itu akibat jurus 'Patukan Sakti Walet Emas' yang di gunakan guruku untuk menyerangmu. sayang sekali tenaga dalam beliau sudah melemah akibat kau racuni. jika tidak saat itu kau pasti sudah mampus.!''
''Gadis busuk kurang ajar., beraninya kau menghina guru kami. matilah kau sekarang.!'' bentak para murid perguruan silat Naga Biru marah. belasan orang murid utama langsung berkelebat naik ke panggung. sekali gebrak belasan pedang di tangan mereka membabat dan menikam tubuh Puji Seruni. gadis itu mendengus sinis. bukannya mundur murid Nyi Pariseta ini malah melesat maju sambil putar pedangnya. gerakannya cepat selincah burung walet terbang.
Sepasang pedang emas yang berkilauan menggunting dan menangkis dengan gerakan memutar seperti kincir. bentrokan senjata yang terjadi seakan tiada berhenti. bayangan putih yang terkurung di tengah belasan sosok biru membentak keras menjebol kurungan.
'Traaang., traang., triiing.!'
'Craaaang., craang, klaang.!'
'Craaass., sraaak., braaak.!'
Di tengah dentingan senjata yang beradu, terlihat semburan darah merah yang muncrat membasahi panggung. jeritan ngeri terdengar bersautan seiring potongan tubuh manusia yang terpencar.
Puji Seruni berdiri tegak sedikit menunduk. kedua pedang walet emasnya terentang di kiri kanan. angin gunung yang berhembus dingin membawa bau anyir darah. dari belasan murid Naga Biru yang menyerbunya, tiga tewas terbelah perut, empat terpotong tangan dan kakinya, sedang sisanya terjungkal roboh dengan luka sayatan pedang.!
Semua orang berseru terperangah kaget seakan tidak percaya kalau ilmu pedang gadis cantik ini ternyata begitu tinggi. jika di hitung sejak gebrakan awal, tidak sampai lima jurus kalah menang sudah terlihat jelas. Ki Galing Brajapaksi mengkelam raut mukanya. saking murkanya tubuh tinggi besarnya sampai gemetaran.
''Gadis liar., semula aku kagum dengan kecantikanmu. tapi tindakanmu ini sungguh terlalu keji. sebagai pesilat aliran putih, diriku merasa punya kewajiban untuk membantu Ki Galing Brajapaksi untuk meringkusmu..'' ucap pemuda gagah berjubah ungu yang berjuluk 'Sepasang Cakra Malaikat' seraya berkelebat sambil babatkan kedua tangannya yang menggenggam senjata cakra perak.
Puji Seruni jelas tidak tinggal diam, meskipun sadar lawannya adalah salah satu pesilat muda papan atas tapi dia tidak sedikitpun merasa gentar. sepasang pedang emas bertemu bertemu dua cakra perak. pijaran sinar emas perak yang berseling bunga api terjadi berulang kali. satu sentakan keras membuat tubuh keduanya terpental. Puji Seruni mengeluh tersurut mundur empat langkah. dadanya terasa nyeri. dia sadar masih kalah tenaga.
Sepasang Cakra Malaikat cuma mundur dua tindak ke belakang. biarpun menang tenaga tapi dia tetap merasa malu karena sempat di buat terhuyung oleh seorang gadis yang belum ternama di rimba persilatan. dari rasa malu menjadi marah. sepasang cakra perak di putar melesat ke depan. gerakannya seakan tanpa arah tapi melesat bagai kilat hingga sulit di duga sasarannya. dua larik cahaya perak menyilaukan yang menebar hawa panas turut mengiringi serangan.!
Puji Seruni terperangah kaget. dadanya yang masih sesak membuatnya sedikit lamban dalam bergerak. dua tiga kali pedang emasnya mampu menangkis serangan cakra perak terbang lawan meskipun dia mesti jungkir balik di udara hingga menguras tenaganya.
Belum sempat Puji Seruni bersiap, sepasang cakra perak lawan sudah kembali menderu. gadis ini merutuk, sekuat tenaga dia gunakan pedangnya untuk menangkis dan berusaha balas menyerang. hingga hampir sepuluh jurus dia mampu bertahan. tapi selebihnya gadis itu cuma dapat menunggu waktu tubuhnya tersambar cakra terbang lawannya.
Pedangnya kembali menangkis hingga nyaris terlepas. Puji Seruni jatuh bersimpuh. cakra perak terbang bakal mencabik tubuhnya.!
''Orang yang katanya masuk jajaran papan atas pesilat muda pendatang baru rupanya hanya berani menyerang seorang gadis lemah yang hendak menuntut balas kematian gurunya. chuih., sungguh memalukan.!''
Suara dingin terdengar menggema di seantero panggung. sekelebat bayangan gelap yang di barengi sambaran sinar hitam pekat berhawa panas memotong sepasang cakra perak yang hendak merajam tubuh Puji Seruni, hingga kedua senjata itu berputar terpental balik ke udara. Sepasang Cakra Malaikat kibaskan kedua lengannya. cakra perak kembarnya meluncur kembali ke tangannya. pemuda ini mendengus gusar melihat ada orang yang telah berani ikut campur urusannya.
Seorang pemuda berpakaian gelap dengan sebatang tongkat besi hitam yang gagangnya terbungkus sehelai kain hitam. pemuda aneh ini sedikit menunduk. pandangan mata dingin tanpa perasaan terasa menyorot tajam dari balik helai rambutnya yang menutupi sebagian wajah tampannya yang agak pucat. hawa dingin menggidikkan seakan terpancar dari dalam tubuh orang ini. tanpa sadar semua orang bergidik hatinya.
''Waah, wah., wah., sainganku yang pucat dan pincang ini sudah mulai bergerak. menarik juga, sebenarnya aku ingin tahu sehebat apa dirimu sampai orang berani menempatkanmu di jajaran paling atas pesilat muda pendatang baru di dunia kependekaran. tapi sayang., aku cuma berurusan dengan kedua kepala ini. jadi sampai bertemu lagi setan pincang kecil sialan. Haa., ha., ha.!''
Pemuda bermuka pucat itu sesaat tertegun lalu melirik ke arah perginya si 'Ular Sakti Berpedang Iblis'. dalam sekejap mata saja bayangan putih itu sudah lenyap dari pandangan bersama karungnya yang berisi kepala si 'Pengemis Gelap' dan 'Nenek Siluman Berjubah Merah.!'
*****
Asalamualaikum., Salam sehat sejahtera selalu bagi kita semuanya. silahkan tulis komentar, kritik saran dan like๐vote, juga jadikan favorit ๐jika anda suka. Terima kasih kepada para reader pembaca yang telah membantu share novel silat Pendekar Tanpa Kawan ini juga novel 13 Pembunuh.๐๐.
Selamat menyambut tahun baru 2022. mohon maaf apabila kami selaku author punya kesalahan di tahun lalu๐, semoga di tahun baru 2022 segalanya menjadi lebih baik bagi kita semuanya. Amin.3x๐๐๐ Terima kasih. Wasalamualaikum.