Pendamping Untuk Paris

Pendamping Untuk Paris
Dia sedang hamil


Sebenarnya Paris bisa menunggu pengumuman di rumah. Biema bisa mengusahakan semuanya di kerjakan di rumah, tapi Paris masih ingin berangkat ke sekolah seperti biasa.


Arloji berbahan rubber di tangannya masih menunjukkan pukul 10. Namun Paris sudah merasa sangat lapar.


"Aku lapar," kata Paris setengah merengek.


"Kita ke kantin saja." Sandra mengusulkan.


"Emm ..." Entah kenapa Paris ragu.


"Ayolah ... Aku juga ingin beli camilan." Tanpa menunggu kalimat Paris terselesaikan, Sandra menggandeng lengan gadis itu dan mengajaknya ke kantin.


Berkat gosip yang dibuat Priski, lalu soal kabar dirinya sudah menikah, dan yang terakhir adalah food truck yang menghebohkan dari suaminya, Paris di kenal banyak orang. Sejak tadi mereka sudah di sapa anak-anak seantero sekolah.


"Mau makan apa?" tawar Sandra saat mereka sudah sampai di kantin. Tentu setelah banyak anak-anak yang mencoba menyapa dengan ramah pada Paris.


"Aku enggak beli," jawab Paris membuat Sandra heran.


"Kok enggak beli? Bukannya tadi bilang lapar ..."


"Aku bawa bekal sendiri dari rumah," sahut Paris membuat Sandra makin heran. Mereka pun menjauh dari meja memesan dan mencari tempat duduk favorit. Karena tidak banyak anak kelas tiga yang datang ke sekolah, isi kantin hampir seluruhnya adik kelas.


"Tumben banget kamu bawa bekal," ujar Sandra saat mereka duduk. Paris mengangkat bahunya . Lalu menaikkan ranselnya di atas meja. "Mau ngapain?"


"Ambil bekal yang di buatkan Biema." Setelah mengatakan itu, Paris mengeluarkan tempat bekal yang berisikan macam-macam. Ada nasi dan lauk pauknya. Ada buah buahan yang sudah di potongi. Ada juga roti lapis keju dan cokelat.


"Jadi kakak menyiapkan ini sendiri?" tanya Sandra takjub. Paris mengangguk senang.


"Dia memang bisa di andalkan. Tahu aja kalau aku sering tiba-tiba lapar," ujar Paris bangga.


"Kak Biema memang hebat," puji Sandra.


"Karena itu aku makin mencintai Biema. Makanya menikahlah dan dapatkan pria seperti Biema." Dengan wajah sangat bahagia, Paris mulai makan. "Jangan ambil makananku," tegur Paris sambil menepuk tangan Sandra yang hendak mencomot udang krispi.


"Kok pelit, sih?" kecam Sandra.


"Makanan ini di buatkan Biema hanya untukku. Ingat? Hanya untukku. Jadi kamu pun enggak berhak untuk mengambilnya," larang Paris. Sandra mencebik dan akhirnya memilih beranjak dari mejanya untuk membeli makanan di kantin. "Aku foto dulu, ah ..." Paris mengambil ponselnya. Kemudian mengambil gambar makanan di atas meja. "Terima kasih sudah buatkan aku ini, sayang ..." Paris mengetik catatan di bawah foto yang akan dia kirim untuk sang suami.


Ada notifikasi muncul di ponsel. Biema terkejut itu datangnya dari istrinya.


"Paris ...," desis Biema tanpa sadar. Ia segera menyambar ponselnya. Membuka notifikasi pesan yang dikirim Paris. "Gambar? Apa ini? O ... bekal makan yang aku buatkan tadi." Bibir Biema tersenyum senang saat ada emoticon love di ujung kalimat pesan yang dikirim istrinya. "Sama-sama sayang. Makan yang banyak ya ... Supaya adik bayi dan mamanya selalu sehat," balas Biema.


Meski pegawainya merasa senyuman atasannya sedikit aneh. Mereka tetap membungkam mulutnya untuk diam. Ya. Saat ini Biema tidak sedang duduk sendirian di ruang kerjanya. Ia sedang mengulas soal produk di perusahaan dengan beberapa orang penting perusahaan di ruangannya.


Di kantin, Sandra datang dengan gelas jus di tangannya.


"Sepertinya hobi fotoku menular padamu." Sandra menemukan kelakuan baru Paris barusan. Dia dengan mengejek.


"Aku hanya mengucap terima kasih buat Biema karena bersusah payah membuat makanan indah nan lezat ini. Menyenangkan suami itu baik bukan?" kata Paris sambil memainkan alisnya naik dan turun. Sandra mencebikkan bibirnya.


......................


Sepertinya yang di katakan tadi, Biema menjemputnya istrinya di sekolah. Saat Sandra pulang bersama sopir rumah, Paris melesat ke perusahaan bersama Biema.


"Eh, aku lupa. Enggak apa-apa, kamu membawaku ke kantor, sementara aku masih pakai seragam sekolah?" tanya Paris yang duduk di sampingnya.


"Kenapa? Saat ini aku tidak harus menutupi hubungan kita berdua. Kalau mereka berpikiran aneh karena aku menikahi gadis yang masih sekolah, aku tidak peduli. Toh, aku sudah membuat pengumuman pada mereka soal status kamu sebagai istriku." Paris tersenyum manis.


Mobil mereka tidak di perusahan. Saat berjalan di lorong perusahaan, tidak sengaja mereka bertemu dengan Lei di sana.


"Kak Lei ...," ujar Paris yang merasa lama tidak bertemu spontan. Namun sedetik kemudian sadar bahwa Biema akan cemburu jika dia menyapa mantan kekasihnya itu. Akhirnya Paris memilih diam.


"Halo Pak Biema ...," sapa Lei sopan. Lalu dia tersenyum dan mengangguk menyapa nyonya atasannya yaitu Paris tanpa canggung.


"Aku datang bersama istriku," ujar Biema memberitahu. Padahal tanpa di beritahu pun Lei sudah tahu bahwa dia sedang bersama Paris yang masih memakai seragam sekolah. "Dia sedang hamil," imbuh Biema membuat Paris terkejut.


.......


.......


...IG# LADY_VE...