
"Saya sangat takut kalau suatu saat nanti orang tua saya tau, Kina tau." ucap Andre.
Sarah menghela nafas panjang. "Kenapa kamu melakukan hal seperti itu? Apa kamu tidak memikirkan resiko nya?" tanya Sarah.
"Pada saat itu saya mabuk karena patah hati. Saya minum banyak. Mantan istri saya adalah teman Mantan kekasih saya. Pada saat itu dia ada di sana." ucap Andre.
"Semua nya terjadi dari sana, kehidupan gelap saya mulai terjadi pada hari itu. Saya tidak pernah jujur kepada siapapun." ucap Andre.
Sarah menggeleng kan kepala nya seperti tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Sudah jangan membahas itu lagi, aku tidak ingin mendengar itu, sebaik nya kita tidur." ucap Sarah.
Beberapa Minggu kemudian Di saat Andre, Sarah dan Kina baru pulang dari luar.
"Loh kok Gerbang terbuka?" tanya Sarah kepada Andre.
Andre menggeleng kan kepala nya.
"Mungkin Nenek datang." ucap Kina.
"Bukan nya hari ini Ibu pergi ke luar kota?" ucap Sarah. Andre mengganguk. Setelah masuk ternyata ada mobil yang sangat asing.
"Ini mobil siapa?" ucap Andre. Mereka keluar dari dalam mobil.
"Akhirnya kamu pulang juga Andre, aku sudah lama menunggunya kamu di sini." ucap Perempuan yang duduk di teras sendiri.
"Winda." ucap Andre sangat terkejut.
"Ternyata kamu masih ingat dengan ku." ucap perempuan itu.
Sarah dan Kina hanya diam.
"Ngapain kamu ke sini?" tanya Andre.
"Aku ingin bertemu kamu, aku ingin bertemu anak kita." ucap Winda.
"Anak?" ucap Sarah kaget. Winda menoleh ke arah Sarah.
Dia melihat Kina. "Kamu kina kan sayang? Ini Mamah." ucap Winda memeluk Kina.
Kina menghindari Mamah nya dia bersembunyi di balik Sarah.
"Aku gak kenal Tante." ucap Kina.
"Ini Mamah sayang, Mamah yang sudah melahirkan kamu." ucap Winda.
"Jangan di paksa dia tau, dia tidak akan mau kepada kamu." ucap Andre. Winda menoleh ke arah Andre.
"Kenapa kamu mengajari dia membenci ku? Aku adalah Mamah nya." ucap Winda.
"Aku tidak pernah mengajari nya, kamu lah yang membuat dia tidak kenal kepada mu!" ucap Andre.
"Atau jangan-jangan karena perempuan ini? Aku sudah banyak mendengar kalau kamu dekat dengan pengasuh Kina, apa ini perempuan itu?" ucap Winda dengan marah Menatap Sarah.
"Itu bukan urusan kamu kalau aku dekat dengan siapa pun!" ucap Andre.
"Aku masih istri kamu, kamu masih suami aku." ucap Winda.
"Kita sudah bercerai!" ucap Andre. Winda menggeleng kan kepala nya.
"Kita berpisah hanya sementara hanya karena bosan, aku mau kita kembali seperti dulu demi Kina." ucap Winda.
"Tidak bisa! Aku sudah memiliki perempuan pengganti kamu untuk menjadi Mamah Kina." ucap Andre.
"Tapi bagaimana aku sekolah Papah? Kata teman-teman ku aku harus memiliki orang tua yang lengkap agar bisa sekolah." ucap Kina.
"Kamu tenang saja yah sayang, mamah akan membantu kamu masuk sekolah." ucap Winda
"Peluk mamah sayang, Mamah sudah sangat merindukan kamu, mamah minta maaf sudah meninggal kan kamu, tapi sekarang mamah tidak akan meninggalkan kamu lagi kok." ucap Mamah nya.
"Mamah janji kan?" ucap Kina. Winda berjanji mereka berpelukan.
"Ayo masuk ke dalam mah, Mamah tidak boleh pergi kemana-mana lagi." ucap kina.
Andre dan Sarah tidak bisa mengatakan apapun lagi.
"Kamu jangan berfikir yang aneh-aneh dulu, aku akan menyelesaikan masalah ini." ucap Andre.
Semalaman Winda di rumah membuat Andre muak, namun karena kina dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Sarah melihat dari dapur Andre, kina dan Winda duduk di ruang tamu.
"Makan malam nya sudah siap." ucap Sarah.
"Lama banget sih cuman nyiapin makan malam saja!" ucap Winda dengan kesal.
Sarah terdiam.
"Ayo Papah." kina menarik tangan Andre di saat Andre mau menenangkan Sarah.
Mereka makan bersama.
"Makanan ini kurang enak, besok aku akan memasak untuk kamu yah. Aku juga bisa mengurus Kina sendirian. Sebaiknya kamu pecat saja pengasuh kamu." ucap Winda.
"Ingat yah Winda Sarah adalah kekasih ku, dia di sini karena aku dan Kina. Ini rumah aku." ucap Andre.
"Papah jangan Marah sama mamah, bagaimana kalau mamah pergi lagi?" ucap Kina. Andre menghela nafas panjang.
Di malam hari nya Andre menyusul Sarah ke kamar nya.
"Kamu belum tidur?" tanya Andre. Sarah menoleh ke arah Andre.
"Belum." ucap Sarah.
Andre berbaring di tempat tidur Sarah.
"Kok Kakak tidur di sini?" tanya Sarah menoleh ke arah tempat tidur.
"Di kamar ku ada Winda dan Kina." ucap Andre. Sarah menutup pintu.
Andre Menatap nya dengan bingung.
"Bagaimana kalau malam ini kakak tidur di sini saja?" ucap Sarah. Andre Menatap wajah Sarah.
"Kamu yakin, boleh?" tanya Andre.
"Iyah." ucap Sarah. Andre tersenyum "baiklah." ucap Andre.
Sementara di kamar, Winda menunggu Andre namun tidak kunjung masuk ke dalam kamar.
Keesokan harinya...
Andre baru saja pulang kerja jam Empat sore.
"Papah pulang." ucap Andre mencium kina yang sedang bermain di ruang tamu.
"Tante Sarah mana?" tanya Andre kepada Kina.
"Tante Sarah sudah pergi papah, Mamah meminta nya untuk pergi karena yang menjaga ku sudah ada mamah." ucap Kina.
Andre kesal mendengar itu dia langsung mencari Winda ternyata sedang mengumpulkan semua barang-barang milik Kina bersama Sarah, foto-foto mereka bertiga.
"Apa yang mau Kamu lakukan?" tanya Andre.
"Aku mau membuang semua ini." ucap Winda.
"Kamu jangan lancang Winda! Kamu orang lain di sini, aku tidak suka kamu seperti ini!" ucap Andre.
"Kenapa kamu sangat Marah sih? Aku hanya mau membuang barang-barang yang membuat kamar ini jorok." ucap Winda.
"Justru kamu yang datang mengotori rumah ini! Segera pergi dari sini atau aku akan meminta security mengusir Kamu!" ucap Andre.
"Aku tidak mau." ucap Winda.
"Pergi dari sini!" ucap Andre.
Mamah nya Andre sangat terkejut melihat Winda.
"Ngapain kamu di sini?" ucap mamah nya Andre marah.
"Tante aku ini menantu mu, kenapa kamu berbicara seperti itu." ucap Winda.
Mereka berdua berusaha mengusir Winda sampai memanggil security.
Ternyata Winda mengalami riwayat sakit jiwa dan akhirnya dia kembali ke rumah sakit jiwa.
"Huff mantan istri kamu benar-benar gila." ucap mamah Andre kepada anak nya.
Andre hanya diam saja. Dia bersandar ke sandaran sofa karena sangat lelah.
"Eh tunggu dulu Sarah mana? Kok gak kelihatan?" tanya mamah Andre.
Sarah di usir oleh Winda Mah, aku tidak tau harus mencari nya kemana karena handphone nya tidak bisa di hubungi." ucap Andre.
"Kenapa tidak mencari dia ke asrama adik nya?" tanya Mamah Andre.
Andre menggeleng kan kepala nya.
"Aku sangat malu mah, aku tidak tau harus melakukan apa." ucap Andre.
"Sudah tidak perlu pikirkan itu lagi, mamah mau kamu jemput Sarah. Dan besok mamah mau kamu melamar dia." ucap Mamah nya.
Andre Menatap wajah mamah nya.
"Mamah serius?" ucap Andre.. Mamah nya mengganguk.
Andre langsung pamit menyusul Sarah. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di asrama tempat Gio namun ternyata Sarah tidak ada di sana.
Andre langsung ke rumah Bibik nya. Dan benar saja ternyata Sarah di sana membantu Bibik nya yang sudah sakit parah karena jantung.
Sarah menoleh ke arah Andre yang baru saja datang.
"Kakak kenapa bisa di sini?" tanya Sarah.
"Mencari Kamu." ucap Andre langsung memeluk Sarah.
Sarah terdiam sejenak.
"Maafin aku, maafin aku, seharusnya aku melindungi kamu dari Winda. Sekarang Winda sudah di rumah sakit jiwa. Kamu tidak perlu takut lagi. Kamu ikut aku pulang yah, kina tidak berhenti menanyakan kamu." ucap Andre.
"Tapi Bibik ku sedang sakit, aku tidak bisa meninggalkan dia." ucap Sarah.
Andre melihat Bibik Sarah yang benar-benar sudah sekarat.
"Apa yang terjadi? Beberapa Minggu yang lalu Bibik mu masih sehat." ucap Andre.
"Aku juga tidak tau kak, mau membawa ke rumah sakit namun uang tidak ada." ucap Sarah.
Andre langsung menelpon pihak RS menjemput Bibik Sarah.
"Kamu tidak perlu khawatir, sekarang yang terpenting Bibik kamu sehat." ucap Andre.
Sarah berterimakasih kasih kepada Andre.
Terpaksa Andre harus mengundur niatnya untuk melamar Sarah terlebih dahulu dari Sarah masih sibuk mengurus Bibik nya.
Satu Minggu kemudian akhirnya Bibik nya sembuh.
"Bibik akhirnya sembuh, kita sudah boleh pulang. Bibik pasti sudah bosan di rumah sakit." ucap Sarah.
Tiba-tiba Bibik nya memegang yang Sarah mencium nya dan menangis meminta maaf. Awalnya Sarah hanya diam, namun tidak mungkin dia dendam akhirnya dia memaafkan Bibik nya itu.
Tiba-tiba Andre dan keluarga nya datang. Gio juga ikut.
Sarah Heran kenapa mereka datang dengan pakaian yang sangat rapi sekali.
"Kedatangan kami ke sini adalah kami ingin melamar Sarah keponakan ibu menjadi istri dari anak kami Andre." ucap paman Andre.
Sarah terkejut. Begitu juga dengan Bibik nya.
Bibik nya tersenyum dan langsung setuju.
Sementara Sarah masih syok.
"Aku tau kamu pasti sangat kaget namun aku tidak ingin lama-lama lagi..Kamu mau kan menjadi istri ku dan menjadi ibu untuk kina?" ucap Andre.
"Mau dong Tante, mau yah." bujuk Kina.
Sarah tersenyum. "Iyah aku mau." ucap Sarah.
Mereka semua sangat senang dan Andre memasang kan cincin di jari manis Sarah.
Mereka berpelukan.
Sarah melihat ke arah Gio yang bergandengan dengan Kina.
"Semoga Mbak dan juga om Andre berjodoh." isi kertas Gio. Sarah tersenyum dia memeluk Gio dan juga Kina.
tidak beberapa lama setelah lamaran itu acara di langsung kan.
Semua nya berjalan dengan lancar. Semua keluarga datang.
"Hufff hari ini sangat melelahkan sekali." ucap Andre masuk ke kamar pengantin tengah malam setelah acara selesai. Dia juga baru selesai berbicara dengan teman-teman nya.
Sarah yang baru masuk ke kamar terkejut melihat Andre masuk to mengetuk pintu.
"Ada apa dengan kamu?" tanya Andre.
Sarah menggeleng kan kepala nya.
"Kenapa kamu belum menukar pakaian kamu? Apa kamu tidak ingin istirahat?" tanya Andre.
"Ini sudah mau di tukar kok." ucap Sarah.
Andre membantu membuka baju Sarah. Andre menelan air liur nya melihat punggung Sarah yang sangat mulus.
"Humm sebaiknya kamu mandi dulu." ucap Andre langsung. Sarah mengangguk dia langsung ke kamar mandi.
"Ya ampun kok jadi gugup seperti ini sih?" ucap Andre sambil memegang kepala nya.
"Kamu gak mau mandi bareng?" tanya Sarah dari balik pintu kamar mandi.
Andre langsung ke kamar mandi.
Keesokan harinya...
"Kok Sarah lama banget sih turun nya?" ucap Mamah nya.
"Dia mungkin lagi mandi." ucap Andre.
"Itu Mamah datang." ucap Kina. Semua mata tertuju kepada Sarah yang berjalan begitu pelan dan sangat hati-hati.
"Anak Mamah benar-benar sangat hebat, bagaimana bisa setelah acara yang melelahkan sepanjang hari di malam hari nya kamu masih sempat bekerja mengeluarkan keringat." ucap mamah nya berbisik namun semua orang bisa mendengar.
Sarah sangat malu sekali.
Setelah satu bulan menikah mereka memilih Pindah rumah yang lebih dekat dari sekolah Kina karena dia sudah sekolah dan juga Sarah sudah hamil.
"Papah di dalam perut mamah ada adik aku yah?" tanya Kina mereka sedang di kamar bersama.
"Iyah.. nanti kalau papah lagi pergi kerja, jagain Mamah yah, jangan nakal-nakal." ucap Andre.
"Oke papah." ucap Kina.
"Aku juga pasti jagain Mbak Sarah kok Kak." ucap Gio memberikan surat kepada Andre.
Andre tersenyum dia menggendong Gio ke kasur dan mereka berpelukan bersama.
Andre dan Sarah sangat bahagia memiliki Gio dan kina, Apa lagi kehadiran Janin yang di perut nya membuat keluarga semakin sayang dan juga Andre semakin sayang kepada Kina.