Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku

Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku
Episode 57


"Emang biasa nya siapa yang mengurus papah kalau sakit?" tanya Sarah.


"Nenek.. Nenek pasti akan merasa kesal kalau papah sakit, papah sangat manja, papah tidak akan mengijinkan Nenek keluar sebelum dia sembuh." ucap Kina.


"Kalau begitu telpon lah Nenek, biar nenek yang datang mengurus papah." ucap Sarah.


"Aku sudah menelpon nenek tadi, tapi nenek dan kakek sedang di luar provinsi." ucap Kina.


Sarah melihat ke arah pintu kamar Andre.


"Huff ya sudah biar Tante saja, kamu kalau ngantuk atau membutuhkan sesuatu panggil Tante yah." ucap Sarah.


Kina mengangguk, Sarah masuk ke kamar Andre dia melihat Andre sedang berbaring namun sangat gelisah.


Sarah naik ke tempat tidur dia langsung membawa Andre ke pelukan nya.


"Ketika aku sakit pak Andre selalu memeluk ku ketika aku bermimpi buruk, sekarang tidak ada salahnya jika aku membalas kebaikan nya." ucap Sarah.


Andre membuka mata nya dia menatap wajah Sarah.


"Tidur lah, saya sudah di sini." ucap Sarah. Andre mengangguk sambil tersenyum. Dia memeluk Sarah dan tidur begitu nyaman dan sangat nyenyak sekali di pelukan Sarah.


Sarah mengelus kepala Andre. "Kenapa harus seperti ini? Aku rasa ini bukan lah perasaan yang wajar sekarang." ucap Sarah.


Karena lama berbaring Sarah ikut tidur. Andre membuka mata nya dia hanya pura-pura tidur dari tadi.


Andre menatap wajah Sarah.


"Sarah.. seandainya saja kamu tau kalau saya sakit seperti ini karena memikirkan kamu, memikirkan kenapa kamu mengabaikan saya seperti ini." ucap Andre.


Tiba-tiba Kina masuk. "Papah belum tidur?" tanya Kina. Andre melihat Sarah sambil tersenyum.


"Aku mau tidur siang di sini sama Papah." ucap Kina. Andre menggangu. Kina berbaring di samping Papah nya.


"Apa Papah masih sakit? Aku sudah mencoba menelpon Nenek, namun mereka sedang tidak di sini." ucap Kina.


"Papah sudah lebih baik sekarang, Tante Sarah merawat Papah dengan baik, kamu tidak perlu memberi tau kepada Nenek lagi." ucap Andre.


"Baiklah kalau begitu." ucap Kina. Andre tersenyum.


"Ya udah kamu tidur, jangan berisik, Tante Sarah sedang tidur." ucap Andre. Kina mengangguk.


Tidak terasa sudah Sore, Andre baru saja selesai mandi Sarah datang membawa teh hangat kepada Andre.


"Loh kenapa bapak mandi? Bapak belum sembuh total." ucap Sarah.


"Saya sudah sembuh, saya sakit tidak lama seperti kamu." ucap Andre.


Sarah memerhatikan wajah Andre yang kelihatan nya sudah sangat segar.


"Ini teh untuk bapak." ucap Sarah. Andre mengambil nya. "Terimakasih banyak." ucap Andre.


"Kina mengajak saya jalan-jalan sore hari ini, itu sebabnya saya mandi, kamu juga siap-siap lah." ucap Andre.


"Apa saya juga harus ikut?" tanya Sarah. Andre mengangguk.


Tidak bisa menolak, Sarah harus ikut mereka.


Sarah dan Kina sudah selesai. Mereka turun ke bawah. "Ayo pah, aku sudah siap." ucap Kina.


"Kita mau jalan-jalan ke mana?" tanya Andre.


"Kita jalan-jalan ke taman pah, di sana pasti sangat ramai." ucap Kina.


Andre mengangguk. Dia menggendong kina ke dalam mobil.


"Kalau bapak belum kuat tidak perlu menggendong kina dan mengikuti kemauan nya." ucap Sarah melihat Andre menghela nafas berat setelah Kina di dalam mobil.


"Ya sudah kalau begitu, masuk lah." ucap Andre membuka kan pintu untuk Sarah, Sarah masuk dan mereka pun meninggalkan rumah itu.


Sesampainya di taman Kina sudah sangat sibuk dengan permintaan nya, menarik tangan Andre kemanapun yang dia mau.


Sementara Sarah melihat Martin ada di sana.


"Loh itu kan Martin!" ucap Sarah. Andre menoleh ke arah Sarah.


"Kenapa kamu sangat lama berjalan? cepat!" ucap Andre.


"Bapak dan Sarah main saja dulu, saya mau bertemu seseorang." ucap Sarah langsung meninggalkan Andre dan kina.


Kedua nya melihat Sarah mengejar Martin. Yang jelas sudah tidak asing di mata Andre dan juga Kina.


"Sayang.."Sarah memeluk Martin dari belakang. Andre yang melihat itu langsung memalingkan pandangannya dia membawa Kina pergi dari sana.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Martin kepada Sarah.


"Aku sudah lama tidak bertemu kamu, eh kebetulan bertemu di sini. Aku sangat senang sekali. Aku sudah sangat merindukan kamu." ucap Sarah.


Martin menghela nafas panjang dia menarik tangan Sarah menjauh dari teman-teman nya.


"Apa kamu tidak melihat saya sedang apa? Apa kamu tidak melihat saya sedang berkumpul dengan teman-teman saya? Kamu membuat malu saja!" ucap Martin dengan nada yang sangat tinggi.


"Tapi aku hanya ingin memeluk kamu, biasa nya juga aku melakukan itu di depan teman-teman kamu." ucap Sarah.


"Aku malu memiliki pacar seorang pembantu seperti kamu!" ucap Martin.


"Tapi aku bekerja dengan halal, dari pada aku menjadi pengangguran." ucap Sarah.


"Itu jauh lebih baik dari pada harus menjadi pembantu seperti ini." ucap Martin. Sarah yang mendengar itu hanya bisa menahan rasa sakit hati nya.


"Sebaik nya kamu pergi dari sini! Jangan mengganggu ku lagi!" ucap Martin.


"Sayang aku hanya merindukan kamu, apa kamu tidak merindukan aku? aku ingin memiliki waktu seperti dulu lagi bersama kamu, kamu juga tidak lagi membalas pesan ku." ucap Sarah.


"Aku merindukan kamu, aku sangat sibuk dengan pekerjaan ku, aku mohon kamu mengerti yah, aku minta maaf sudah marah sama kamu." ucap Martin.


Sarah menatap wajah Martin.


"Aku juga merindukan kamu kok sayang." ucap Martin memeluk Sarah. Mereka berpelukan. Andre yang tadi berusaha mencari tempat agar tidak melihat mereka namun tempat yang dia pilih salah. Dia bisa melihat jelas kalau Martin dan Sarah berpelukan.


"Sial sekali!" ucap Andre.


"papah kenapa? Papah melihat apa? Kok jadi marah?" tanya Kina. Andre menggeleng kan kepala nya.


"Enggak ada kok nak." ucap Andre.


"sebaik nya kita ke dalam mobil dulu yah, badan papah tiba-tiba lemas." ucap Andre, kina mengangguk.


"Kalau kita ke dalam mobil, bagaimana dengan Tante Sarah?" tanya Kina. "Dia masih dengan kekasih nya, kamu tidak perlu mengkhawatirkannya." ucap Andre.


Martin melepaskan pelukannya. "Sebaiknya kamu pulang yah, jangan lupa mengabari aku kalau kamu sudah di rumah." ucap Martin.


"Aku masih merindukan kamu." ucap Sarah.


"Aku lagi membahas pekerjaan bersama teman-teman ku, sebaiknya kamu kembali pulang, atau kembali sama temen kamu yang datang ke sini." ucap Martin.


"Sayang..." ucap Sarah.


"Huff bagaimana kalau besok aku datang menemui kamu, kamu tidak perlu khawatir seperti itu." ucap Martin.


"Kamu serius?" tanya Sarah, Martin mengangguk.


"Baiklah, aku akan pergi, aku menunggu kamu di rumah bos ku." ucap Sarah. Martin mengelus rambut sarah sambil mengangguk.