Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku

Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku
Episode 27


Andre mengusap wajah nya dia duduk.


"Kamu pasti tau jawaban nya dari tubuh kamu sendiri." ucap Andre. Sarah Seketika langsung merinding.


"Kamu sudah dewasa, kamu tau dong apa yang terjadi ketika Pria dan wanita tidur di satu ruangan dan di satu Kasur yang sama, berpelukan juga." ucap Andre.


"Tidak mungkin! Aku tidak mungkin berpelukan dengan bapak, pasti bapak yang melakukan hal aneh-aneh kepada ku." ucap Sarah dengan tatapan takut dan juga syok.


Andre tersenyum tipis dia memerhatikan tubuh Sarah dari bawah sampai ke atas.


"Saya tidak berselera Dengan kamu, selera saya bukan kamu, kalau bukan karena kamu berteriak dan menangis tadi malam saya tidak mau tidur dengan kamu." ucap Andre.


Seketika Sarah terdiam. "Saya sudah memiliki kekasih, mana mungkin saya bermain belakang." ucap Andre.


"Badan kamu yang kurus ini tidak akan bisa membuat saya tertarik. Wajah pas-pasan saja sudah sangat sombong." ucap Andre.


"Bapak jangan menghina saya seperti itu!" ucap Sarah. "Saya mengatakan apa adanya, bukan menghina kamu!" ucap Andre.


"Seharusnya kamu mengucapkan terimakasih kepada saya karena sudah membantu kamu melewati mimpi buruk mu. Bukan menuduh saya atau mengatai saya." ucap Andre.


"Hari ini orang tua saya datang. Kamu bersih-bersih lah." ucap Andre. Sarah melihat Andre langsung pergi.


Dia mengingat kejadian tadi malam.


"Sarah.... kenapa kamu begitu bodoh sekali? aturan nya kamu harus berterimakasih kepada pak Andre." ucap Sarah mengacak rambut nya.


Sarah melihat Kina masih tidur dia memutuskan untuk bersih-bersih keluar.


"Huff aku harus mulai dari mana dulu ini? Selama tiga hari rumah ini tidak dibersihkan semua nya sangat kotor." batin Sarah.


"Ting nong..." Tiba-tiba bel Rumah berbunyi.


"Seperti nya itu adalah Orang tua saya." ucap Andre. "Apa? Orang tua Bapak sudah datang sepagi ini?" tanya Sarah kaget.


Orang tua nya langsung masuk dan betapa terkejutnya mereka berdua melihat rumah yang sangat kotor, berserakan dan sangat bau. Semua nya berserak di lantai.


Apalagi bekas nonton tadi malam di meja ruang tamu sangat kotor dan berantakan.


"Apa-apaan ini?" ucap Bu Rosa.


"Mamah sama papah sudah datang?" ucap Andre mencoba mengalihkan perhatian mereka agar tidak marah-marah, sementara Sarah dengan cepat membersihkan meja ruang tamu.


"Sarah! Apa pekerjaan kamu di rumah sehingga semua nya berserak seperti ini? Kamu tidak di ajarin kebersihan?" tanya Bu Rosa.


"Sudah mah, ini juga lagi di bersihkan!" ucap Andre.


"Kamu harus tegas kepada Sarah! Jangan karena dia Baby di baru dia bisa suka-suka hati. Anggun dulu bisa membuat rumah ini begitu rapi." ucap Bu Rosa.


"Dia baru sembuh mah, ini juga semua karena Kina." ucap Andre.


"Kamu berhenti membela perempuan itu! Kamu aneh, tidak biasa nya kamu perduli dengan baby sister kamu." ucap Bu Rosa.


Andre tidak bisa mengatakan apapun dia akhirnya memilih untuk diam saja.


"Cepat bersih kan semua ini!" ucap Bu Rosa. Dia tidak berhenti memarahi Sarah yang bekerja. Sarah yang seharusnya tidak terlalu lelah dia jadi sangat lelah.


Setelah selesai membersihkan rumah itu mereka duduk di ruang tamu.


"Kalau Sarah tidak becus bekerja, sebaiknya kamu mencari Baby sister yang baru saja!" ucap Bu Rosa.


"Sudah mah, kenapa marah-marah sih? Kita datang ke sini mau membahas pekerjaan bukan marah-marah." ucap suaminya.


"Papah belain perempuan itu?" tanya Bu Rosa.


"Bukan gitu mah." ucap suaminya.


"Ah sudahlah, Mamah tidak mau mendengar lagi, Mamah seperti ini demi keberhasilan Kina juga dia harus hidup di lingkungan yang bersih." ucap Bu Rosa.


"Nanti aku mencoba berbicara dengan Sarah mah," ucap Andre.


Di dapur Sarah mendengar itu menghela nafas panjang beberapa kali.


"Kenapa mereka datang di waktu yang sedang tidak tepat sih?" ucap Sarah. Dia membersihkan dapur mencuci piring dan membuat kopi ke depan.


"Sarah tolong buat sarapan untuk orang saya dan juga saya." ucap Andre. "Baik Pak." ucap Sarah.


"Tidak perlu, saya tidak ingin masakan kamu, pasti rasanya aneh." ucap Bu Rosa.


"Sudah kamu pergi saja masak!" ucap Andre. Sarah sebenarnya sakit hati, namun sebelum nya anggun sudah bercerita kalau orang tua pak Andre sedikit Judes. Dia sudah tau jadi dia tidak terkejut lagi.


Setelah sarapan Selesai dia menata di Meja makan. Tidak beberapa lama kina turun sendiri.


Selamat pagi Kina." sapa Sarah mengendong Kina dan mencium nya. Kina tidak menangis dia tersenyum dan memeluk Sarah.


Bu Rosa melihat itu dari meja ruang tamu.


"Tante kenapa tidak membangun kan aku?" tanya Kina.


"Tidur kamu nyenyak banget, Tante gak mau bangunin, tapi karena kamu sudah bangun, mau makan?" tanya Sarah.


Kina menggeleng kan kepala nya. "Kalau begitu minum susu dulu yah." ucap Sarah, Kina menganguk.


Andre memerhatikan Mamah nya yang terus melihat Sarah dan Kina.


"Kenapa Tante Memasak Sarapan sangat banyak?" tanya Kina.


"Karena nenek dan kakek datang ke sini." ucap Andre. Kina melihat Kakek dan nenek nya dia langsung menyalim


mereka kaget karena kina begitu sopan sekali.


"Kamu pergi lah mandi." ucap Andre berbisik kepada Sarah. Sarah melihat ke arah Kina, "Saya akan mengurus nya." ucap Andre.


"Huff makanan ini membuat mamah tidak berselera mau makan." ucap Bu Rosa.. Sarah yang masih bisa mendengar itu berhenti..


Dia tau kenapa Andre menyuruh nya mandi agar tidak sakit mendengar kata-kata Mamah nya.


Ada rasa senang karena Andre sedikit perduli, namun dia merasa sakit hati karena orang tua Andre. Tapi dia yakin masakan nya enak.


"Coba saja dulu mah," ucap Andre.


"Iyah nek, masakan Tante Sarah sangat enak sekali." ucap Kina sambil menyuapi nasi goreng ke mulut nya.


Andre sudah makan dan mengatakan kalau itu enak.


Sarah yang mencoba menguping mendengar Andre dia Senyum-senyum sendiri.


"Ini enak kok mah, rasa nya enak sekali. Nasi goreng buatan mamah Belum tentu bisa seenak ini." ucap Suaminya. Bu Rosa mau marah namun suami nya langsung memasukkan satu sendok nasi goreng..


"Jangan marah-marah Mulu mah, di coba dulu. Sarah memasak ini pasti sudah capek, dia hanya sendiri mengerjakan semua nya, kita harus menghargai dia, walaupun dia hanya Baby sister Tapi dia manusia sama seperti kita." ucap Papah nya.