Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku

Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku
Episode 43


Setelah beberapa lama akhirnya sampai di rumah Andre.


Andre menoleh ke arah Sarah.


ternyata kedua nya sudah tidur. Andre menghela nafas panjang.


"Huff." ucap Andre.


Dia mengambil Kina dari pangkuan Sarah. Andre menatap wajah Sarah dengan sangat dekat sekali.


"Bukan hanya sarah saja yang merindukan kamu, tapi saya juga." batin Andre.


Andre mau mencium Sarah namun dia tiba-tiba menahan lagi.


"Tidak bisa.. jangan sampai terjadi lagi." ucap Andre, dia langsung menahan diri agar tidak mencium Sarah.


Andre mengangkat Kina dari pangkuan Sarah. Sarah terbangun dia melihat Andre.


"Apa kita sudah sampai?" tanya Sarah.


Andre menatap wajah Sarah. Mata mereka bertemu. Sarah langsung memalingkan pandangannya dengan cepat karena tatapan Andre yang membuat nya bertanya-tanya.


Mereka masuk, Andre membawa Kina ke kamar nya. Andre keluar dari kamar Sarah melihat Andre.


"Saya mau bicara dengan bapak." ucap Sarah. "Ini sudah malam, sebaik nya kamu masuk, takut nya Kina akan terbangun kalau tidak di temanin." ucap Andre.


Sarah tidak sempat berbicara Andre sudah pergi. Sarah menghela nafas panjang.


"Huff sudah lah, mungkin pak Andre sudah sangat lelah, Masih ada hari esok." ucap Sarah.


Di kamar Andre Duduk di sofa dia mengingat wajah Sarah waktu tidur.


"Ini memang sangat konyol kalau di jelaskan, tapi saya sudah mulai memiliki rasa kepada Sarah." ucap Andre sambil tersenyum.


Keesokan harinya...


Sarah bangun dan langsung turun dari tempat tidur dia melihat jam.


Melihat Kina Masih tidur dengan nyenyak dia langsung Keluar dari kamar segera bersih-bersih. Setelah selesai dia memasak untuk sarapan.


Andre baru bangun dia melihat dari tangga Sarah yang sedang memasak.


"Saya sangat lapar." ucap Andre. Sarah menoleh ke arah Andre. "Ini sudah mau masak kok pak." ucap Sarah. Andre mendekati Sarah.


"kamu memasak apa?" tanya Andre. Andre melihat ke kuali. Dia mencoba mencicipi nya.


"Bagaimana? Enak bukan?" tanya Sarah.. Andre mengambil piring sendiri.


"Itu sudah masak, cepat berikan kepada saya." ucap Andre.


Sarah menganguk dia mengambil kan untuk Andre.


"Tumben-tumbenan sekali pak Andre jam segini sudah Makan dan terlihat sangat menikmati." ucap Sarah sendiri di dapur.


Dia membawa kan minum kepada Andre.


"Pak.. Minum dulu. Makan pelan-pelan agar tidak tersendak." ucap Sarah.


Andre menganguk dia langsung mengambil air minum dari Sarah.


Setelah beberapa lama akhirnya selesai makan.


"Biar saya saj Pak." ucap Sarah menahan Andre yang mau menyimpan piring sendiri. Andre duduk lagi.


"Saya mau berbicara dengan bapak tentang adik saya." ucap Sarah. Andre menatap Sarah.


"Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Andre.


"Kenapa bapak tidak mengatakan apapun ketika memasuk kan adek saya ke rumah sakit?" tanya Sarah.


"Karena kalau saya memberitahu kamu, saya yakin kamu pasti akan menolak nya, dan kamu lebih memilih membiarkan Adik kamu menahan sakit seperti itu." ucap Andre.


"Bukan seperti itu Pak, saya hanya bingung bagaimana cara memulangkan uang bapak yang berjumlah sangat banyak.. Bekerja dua tahun di sini itu tidak akan cukup untuk membayar." ucap Sarah.


Andre menatap Sarah.


"Bukan protes pak, saya tidak bermaksud seperti itu, saya hanya ingin bapak mengatakan nya kepada saya." ucap Sarah.


"Sebaiknya kamu diam saja. Saya tidak suka di protes. Saya juga tidak meminta kamu Menganti uang itu." ucap Andre.


Andre lagi-lagi kecewa dengan respon Sarah seakan-akan tidak menerima bantuan dari dia. Andre langsung pergi meninggalkan Sarah.


"Ya Allah kenapa aku salah berbicara lagi sih? aku hanya bingung mau mengatakan apa, pak Andre terlalu sensitif." batin Sarah.


Beberapa hari kemudian...


Sarah dan kina baru saja pulang dari asrama Gio.


Sarah dan Kina menunggu taksi namun ternyata Andre datang menjemput mereka.


"Kenapa Bapak tau kami di sini?" tanya Sarah.


"Sudah naik saja! jangan banyak bertanya." ucap Andre..Sarah dan kina langsung naik.


"Orang tua saya mengundang kita untuk makan Malam di rumah mereka." ucap Andre.


"Saya tidak perlu ikut pak, saya takut membuat Bu Rosa tidak nyaman dengan adanya saya di sana." ucap Sarah.


Andre menatap Sarah.


."Kamu harus ikut, bukan hanya kita saja yang di undang Tapi banyak keluarga saya yang lain, yang menjaga kina tidak ada di sana." ucap Andre.


Sarah tidak bisa membantah karena takut Andre akan Marah lagi, Andre baru aja mau berbicara dengan dia.


Setelah sampai di rumah mereka menukar pakaian dan langsung berangkat ke rumah orang tua Andre. Sampai di sana mereka di sambut dengan baik.


Bu Rosa mengambil Kina untuk ikut bergabung bermain dengan anak-anak yang lain.


"Hayy Andre..." Sapa keluarga Andre yang cukup Jauh dari keluarga mereka perempuan cantik.


"Hayy juga, kamu apa kabar? ternyata kamu di undang juga." ucap Andre.


"Tantu di undang dong." ucap perempuan itu.


"Oh iya kamu datang ke sini sama siapa?" tanya Lola.


"Aku datang bersama anak ku, dan ini calon ku." ucap Andre memegang tangan Sarah.


Lola sedikit terkejut namun dia berusaha untuk biasa saja.


"Oohhh.. Cantik yah.. Semoga hubungan kalian langgeng terus." ucap Lola.


Andre menganguk. Mereka pun langsung Pergi meninggalkan teras rumah dan masuk ke dalam.


Andre melepaskan tangan Sarah ketika sudah sepi. Sarah memerhatikan wajah Andre yang kembali cemberut dan memasang wajah dingin.


"Itu tadi adalah mantan saya, dia selalu meminta kembali kepada saya, namun saya sudah tidak memiliki perasaan kepada dia." ucap Andre.


"Oohhh.. Tapi dia sangat cantik, sayang sekali kalau Bapak tidak suka kepada dia." ucap Sarah.


Andre menghela nafas panjang. "Mencintai seseorang jangan melihat dari paras dan status." ucap Andre.. Sarah tersenyum.


"Kenapa kamu tersenyum? saya sangat serius." ucap Andre. Sarah menggeleng kan kepala nya. "Saya juga serius Pak." ucap Sarah.


Andre melihat buku mata Sarah jatuh dia meniup dari wajah Sarah. Sarah terkejut sehingga langsung terdiam dan menatap Andre.


. Ada bulu mata yang jatuh." ucap Andre. Sarah langsung menunduk kan kepala nya.


Andre tersenyum melihat Sarah juga ikut salting.


"Andre... Apa kabar bro?" tanya salah satu teman nya.


"Alhamdulillah baik kawan, kamu loe sendiri bagaimana?" tanya Andre kepada saudara yang seumuran dengan dia.


"Seperti yang kamu lihat. sekarang aku sudah menjadi Ayah dari dia anak." ucap teman nya. Andre tersenyum.


"Kina mana? Dari tadi aku tidak melihat nya, kenal kan dia kepada anak laki-laki ku yang tampan ini." ucap saudara nya itu.