
Andre tersenyum melihat Sarah juga ikut salting.
"Andre... Apa kabar bro?" tanya salah satu teman nya.
"Alhamdulillah baik kawan, kamu loe sendiri bagaimana?" tanya Andre kepada saudara yang seumuran dengan dia.
"Seperti yang kamu lihat. sekarang aku sudah menjadi Ayah dari dia anak." ucap teman nya. Andre tersenyum.
"Kina mana? Dari tadi aku tidak melihat nya, kenal kan dia kepada anak laki-laki ku yang tampan ini." ucap saudara nya itu.
"Biasalah, dia lagi di bawa sama neneknya main-main bersama yang lain di luar." ucap Andre. "Oohh begitu." ucap saudara nya itu.
"Kalau boleh tau siapa perempuan yang kamu bawa ini?" tanya saudara nya itu.. Andre menoleh ke arah Sarah.
Dia hendak menjawab namun langsung di potong oleh saudara nya itu.
"Tidak perlu kau jelaskan lagi, aku sudah tau pasti ini adalah gebetan kamu kan?" ucap saudara nya berbisik ke telinga Andre.
Andre menggeleng kan kepala nya. "Sudah lah tidak perlu berbohong atau malu seperti itu, aku sudah tau seperti ini adalah tipe mu Sekarang." ucap saudara nya itu. Andre menghela nafas panjang.
Dia mencoba menjelaskan beberapa kali namun saudara nya itu sudah menganggap sifat dan kelakuan dia dari dulu Sampai sekarang sama saja.
Saudara nya itu langsung pergi. Andre menoleh ke arah Sarah.
"Dia mengatakan apa kepada bapak?" tanya Sarah sambil minum. Andre menggeleng kan kepala nya.
"Bagaimana Orang tidak berfikir kalau Sarah Adalah kekasih ku, dia terlihat sangat cantik sekali hari ini." ucap Andre karena Andre membelikan dia baju agar tidak membuat dia malu.
"Oohhh.. Kalau begitu cobalah ini pak, ini rasanya sangat manis dan juga Segar." ucap Sarah memberikan satu gelas minuman kepada Andre.
Andre mengambil dari tangan Sarah. "Terimakasih." ucap Andre langsung meminum minuman itu sambil juga menatap Sarah yang asyik makan cemilan yang di tangan nya.
"Saya mau juga cemilan." ucap Andre. Sarah pergi mengambil cemilan di meja makan dan membawa kan kepada Andre.
"Kalau begitu saya melihat Kina Dulu yah Pak." ucap sarah Sarah meninggal Andre di sana sendirian.
Sarah melihat Kina asyik bermain dengan Teman-temannya, bermain di temanin Bu Rosa.
"Kenapa kamu ke sini? Tinggalkan saja Kina bersama saya." ucap Bu Rosa.
"Kamu pergi lah rawat papah nya yang sama sekali tidak mau mendengar kan kata-kata orang tua!" ucap Bu Rosa marah.
Sarah sudah menebak kalau dia tidak akan bisa bersama Kina kalau ada Bu Rosa.
"Baiklah Bu." ucap Sarah akhirnya dia meninggal mereka. Kina juga kelihatan nya asik bermain.
Sarah bingung mau ngapain akhirnya dia memutuskan kembali ke tempat duduk Andre tadi. Ternyata Andre tidak di sana dia melihat Andre duduk sendirian di meja mini bar sementara yang lain nya Asyik berkumpul di Meja Ruang tamu.
"Kenapa bapak duduk sendirian di sini?" tanya Sarah Andre menoleh ke arah Sarah. Setelah itu menoleh ke arah keluarga nya dia menggeleng kan kepala nya.
"Saya lebih tenang duduk sendirian di sini dari pada harus bergabung dengan mereka semua." ucap Andre. Sarah terdiam.
"Kalau kamu mau bergabung dengan mereka pergi lah." ucap Andre. Sarah menggeleng kan kepala nya.
"Saya tidak mengenal satu pun mereka, saya juga hanya pembantaian." ucap Sarah.
"Kalau begitu Temanin saya duduk di sini." ucap Andre. Sarah menganguk dia duduk di samping Andre.
Dia memerhatikan minuman Andre yang bay alkohol.
"Saya minum alkohol hanya sedikit, itu tidak akan membuat saya Mabuk." ucap Andre.
Sarah terdiam. "Kalau kamu mau mencoba nya nih minum lah." ucap Andre.
Sarah menggeleng kan kepala nya. "Tidak perlu pak, saya tidak bisa minum seperti itu." ucap Sarah.
"Bagus deh, anak-anak seperti kamu ini tidak boleh minum ini karena akan berpengaruh buruk untuk kesehatan badan." ucap Andre.
"Nih." ucap Andre memberikan jus kepada Sarah.
Sarah mengambil nya dan meminum nya.
Sarah menoleh ke arah Andre yang asyik minum.
"Pak saya ingin menyampaikan sesuatu." ucap Sarah, Andre menoleh ke arah Sarah.
"Kamu mau menyampaikan apa kepada saya?" tanya Andre. Sarah sedikit ragu namun dia harus mengatakan itu.
"Humm saya...." dia takut, ragu dan juga gugup.
"Apa yang ingin kamu sampai kan kepada saya? seperti nya itu sangat penting." ucap Andre menatap Sarah. Sarah mendorong Andre sedikit jauh dari nya.
"Tidak perlu sedekat itu pak, nafas Bapak bau alkohol." ucap Sarah.
"Kalau begitu cepat katakan!" ucap Andre.
"Saya mau mengatakan..."
"Tante aku sangat lapar." ucap Kina. Sarah tidak jadi menyampaikan nya.
"Kamu bawa lah kina makan bersama dengan yang lain nya." ucap Andre.
"Lalu bapak?" tanya sarah.
"Saya tidak lapar, saya akan makan di luar." ucap Andre.
"Di rumah orang tua tidak baik seperti itu Pak." ucap Sarah.
"Masakan Sarah selalu saja kamu Makan, giliran masakan di rumah Mamah kamu selalu saja tidak mau." ucap Bu Rosa yang sekilas lewat.
Andre menghela nafas panjang. Dia menoleh ke arah Sarah.
"Baiklah saya akan makan. Saya mau makan karena saya tidak ingin kamu di bawa-bawa." ucap Andre. Sarah terdiam sejenak.
"Pak Andre membela ku?" ucap nya sendiri.
"Cepat! kenapa terdiam?" tanya Andre. Sarah menganguk.
"Papah jangan marah-marah seperti itu sama Tante Sarah." ucap Kina, Andre menggeleng kan kepala nya.
"Enggak kok nak, Tante Sarah sedikit keras kepala itu sebab nya papah kesal kepada nya." ucap Andre.. Sarah menghela nafas panjang.
"Bapak yang selalu keras kepala, kenapa jadi aku yang di salah kan." batin Sarah.
Mereka pun Makan bersama di meja makan.
"Sarah tolong ambilkan saya sayur." ucap Andre .Mamah nya mengambil kan namun yang di ambil oleh dika dari tangan Sarah.
Mamah nya menghela nafas panjang..
"Kamu mau ini?" ucap Rina menawarkan udang kepada Andre.
"Pak Andre tidak suka udang." ucap Sarah.
"Kata siapa? Andre sangat suka dengan udang. Dia tidak suka udang karena dia tidak mau mengupas nya." ucap Rina.
Sarah seketika terdiam.. Karena setiap kali dia memasak udang tidak pernah di makan oleh Andre.
namun sekarang dia sangat lahap makan dengan undang. Sarah menghela nafas panjang.
Setelah acara makan makan malam selesai semua nya sudah pulang.
"Aku pulang dulu yah Andre. jangan lupa save nomor aku yah." ucap Rina. Mereka berpelukan tepat di depan Sarah dan juga Kina.