Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku

Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku
Episode 85


Dia menelpon seseorang untuk mengurus semua yang dia perlukan itu agar dia tidak capek-capek mencari dan menemui perempuan yang sudah meninggal kan dia dan anaknya itu.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di Kantor.


"Pak Andre.. Mana sarapan ku?" tanya Zikri yang sudah menunggu di depan pintu kantor nya.


Andre melihat tangan nya. Dia tidak memegang apapun, dia pergi dengan pikiran kacau itu sebabnya dia tidak mengingat bekal Zikri lagi.


"Saya tidak membawa nya, saya lupa." ucap Andre langsung masuk ke kantor meninggalkan Zikri.


Zikri terdiam sejenak melihat bos nya itu.


"Apa-apaan ini? Dia yang memiliki masalah aku yang harus menahan lapar." ucap Zikri.


"Kalau begitu ayo sarapan sama aku saja." ucap Vito. Zikri menghela nafas panjang melihat Vito datang dengan senyuman manis nya.


"Humm tidak biasanya kamu datang lebih sering ke sini. Kamu tidak memiliki kesibukan kah?" tanya Zikri.


Vito menggeleng kan kepala nya. "Aku ingin ke sini karena ingin bertemu dengan teman ku, apa aku salah?" tanya Vito.


"Humm bagus deh kamu di sini, kamu harus menemani aku sarapan." ucap Zikri. "Loh kamu tidak memesan kepada Sarah?" tanya Vito.


Andre tidak membawa nya, aku tidak mungkin ke rumah nya menjemput sarapan ku." ucap Zikri.


"Kamu sendiri saja deh, aku mau ke ruangan Andre." ucap Vito. "Awalnya kamu yang menawarkan diri untuk menemani sarapan, sekarang kamu harus ikut." ucap Zikri menarik tangan Vito.


"Aku tidak mau, ogah banget." ucap Vito menolak. "Pokoknya harus mau! Buruan!" ucap Zikri terus memaksa namun Vito tetap tidak mau.


Sampai Staf-staf lain nya melihat tertawa dan juga senyum-senyum.


"Jangan membuat malu Zikri, lepas kan aku!" ucap Vito.


"Aku tidak mau, kamu harus ikut dengan ku!" ucap Zikri menarik tangan Vito.


Sampai pada akhirnya Vito mau ikut dengan Zikri.


"Huff hanya sarapan saja sangat susah, pantesan saja kamu jomblo." ucap Zikri. "Berhenti meledek ku!" ucap Vito. Zikri tertawa kecil.


"Ya udah kalau begitu buruan makan!" ucap Vito.


Zikri mengangguk.


Di ruangan nya Andre sedang memikirkan pekerjaan nya, tiba-tiba ada notifikasi dari Orang suruhannya kalau Mantan istri nya sudah pindah tidak di tempat yang di beri tau oleh Andre.


Andre menghela nafas panjang. "Kalau seperti ini semakin sulit." batin Andre. Dia meminta orang itu mencari tau di mana mantan istri nya itu berada.


Di Rumah Sarah menunggu balasan pesan dari Andre.


"Ini sudah jam satu siang kenapa pak Andre tidak membalas pesan ku sih?" ucap Sarah dengan kesal.


"Apa dia marah kepada ku? Tapi aku melakukan kesalahan apa?" ucap Sarah dia jadi pusing sendiri.


"Lagi apa sih Sarah? Dari tadi ibu perhatiin kamu kebanyakan merenggut, berbicara sendiri dan kesal sendiri." ucap Bu Rosa.


Sarah langsung mematikan handphone nya.


"Enggak kok Bu, enggak ada." ucap Sarah.


"Lalu kenapa kamu terlihat cemberut seperti itu?" tanya Bu Rosa.


"Jangan-jangan kamu menunggu pesan dari Pacar baru kamu yah?" tanya Bu Rosa. Sarah tersenyum.


"Ya enggak lah Bu. Mana mungkin." ucap Sarah sedikit gugup.


"Lalu kenapa? Ada apa? Coba ceritakan sama Ibu. Ibu gak mau melihat wajah kamu cemberut seperti ini." ucap Bu Rosa.


Bu Rosa tersenyum dia mengelus rambut Sarah menatap nya dengan sangat tulus sekali.


"Kamu sangat manis dan juga cantik." ucap Bu Rosa. Sarah tersenyum dan mengucapkan terimakasih.


"Ya udah kalau begitu Ibu gak bisa lama-lama di sini. Ibu pamit dulu yah." ucap Bu Rosa.


Sarah mengangguk. "Hati-hati yah Bu " ucap Sarah. Bu Rosa mengganguk.


Setelah Bu Rosa pergi Sarah masuk ke kamar menemani Kina yang sudah tidur dari tadi.


"Ah sudahlah percuma saja aku menunggu nya. Mungkin dia sudah melupakan aku." ucap Sarah meletakkan handphone nya dan langsung tidur.


Sudah malam...


Sarah dan Kina Duduk di ruang tamu. Kina sibuk menggambar sementara dia ikut melukis.


"Ini sudah sangat malam, kenapa pak Andre belum pulang yah." batin Sarah. Kina melihat Sarah melihat jam dan melihat pintu.


"Nungguin Papah yah Tante?" tanya Kina. Sarah menoleh ke arah Kina sambil tersenyum.


"Papah selalu mementingkan pekerjaan nya, tidak heran. Untung saja aku bersama Tante jadi aku tidak kesepian deh." ucap Kina.


Sarah tersenyum.


"Ya udah Tante jangan menunggu Papah terus, kita main-main saja." ucap Kina. Sarah mengangguk.


Tidak terasa sudah waktunya jam istirahat. Andre tak kunjung pulang.


"Kamu duluan ke kamar saja yah Kina, Tante mau merapikan dapur sebentar." ucap Sarah, kina mengangguk.


"Pak Andre selalu seperti ini kalau pekerjaan nya banyak, apa dia tidak memikirkan kesehatan nya? Dia tidak menjawab telpon ku, dia tidak membalas pesan ku, Heran deh!" ucap Sarah dengan sangat kesal sekali..


Namun tidak beberapa lama akhirnya Andre pulang juga. Sarah langsung keluar dia membuka kan pintu.


"Bapak dari mana saja jam segini baru pulang? kenapa Bapak tidak membalas pesan ku? kenapa tidak mengabari aku?" tanya Sarah langsung.


Andre terdiam sejenak sambil menatap wajah Sarah.


"Kenapa bapak diam saja? aku mengkhawatirkan bapak sudah makan apa belum, kenapa tidak pulang lebih awal. Namun sampai di rumah bapak malah diam saja." ucap Sarah.


"Sekarang bukan waktu membahas itu, saya sangat lelah, saya pusing dan ingin beristirahat." ucap Sarah.


"Bapak belum menjelaskan bapak dari mana? Kenapa Bapak lembur lagi? Apa bapak tidak memikirkan kesehatan Bapak?" tanya Sarah.


"Bisa diam tidak Sarah? saya sudah sangat pusing kamu membuat saya semakin pusing." ucap Andre dengan nada tinggi. Dia langsung pergi ke kamar nya.


Sarah terdiam. "Apa yang aku katakan? Apa dia marah sama ku?" ucap Sarah.


"Ya dia pasti sangat marah, dia menatap ku dengan tatapan tajam. Aku hanya mengkhawatirkan dia." batin Sarah.


Dia menutup pintu mengunci dan berjalan ke arah kamar. Sarah mau ke kamar Andre memeriksa keadaan nya seperti biasa namun dia takut.


Sarah masuk ke kamar dan berbaring di tempat tidur sambil berharap Andre datang dan berbicara kepada nya.


Namun dia malah ketiduran sampai besok pagi. Dia terbangun karena mendengar Kina bangun.


"Kamu sudah bangun?" ucap Sarah, kina mengangguk.


"Aku harus belajar bangun pagi agar nanti kalau sudah sekon tidak telat." ucap kina.


"Kamu anak yang sangat pintar sekali." ucap Sarah mengelus kepala Kina. Kina tersenyum.


"Ya udah kalau begitu Ayo ke kamar mandi, setelah itu keluar." ucap Adel. Kina mengangguk.