
"Biasa nya Mereka tidak akan menghubungi ke sini karena sangat sibuk. Agar pekerjaan mereka cepat selesai juga." ucap Bu Rosa.
"Oohh begitu yah Bu." ucap sarah, Bu Rosa mengganguk.
"Ya udah kalau begitu kita langsung berangkat saja, seperti nya ,Kina sudah tidak sabar lagi." ucap Bu Rosa. Sarah mengangguk.
Mereka berangkat ke mall yang di inginkan Kina. Sampai di sana beli barang-barang yang di mau oleh Kina.
"Sarah sini deh, seperti nya ini sangat cocok untuk mu." ucap Bu Rosa mencocok kan baju ke badan Sarah.
"Yang ini satu yah mbak." ucap Bu Rosa.
"Tapi Bu saya tidak memiliki uang untuk membayar itu." ucap Sarah.
"Ibu yang bayar, saya melihat baju kamu itu-itu saja, bagaimana kamu mau cari pengganti mantan kekasih kamu yang tidak tau diri itu kalau baju kamu itu-itu saja." ucap Bu Rosa.
Sarah terdiam. "Ibu bikin kamu tersinggung yah?" tanya Bu Rosa karena Sarah tiba-tiba diam.
"Enggak kok Bu." ucap Sarah. Lalu kenapa kamu hanya diam?" tanya Bu Rosa.
"Aku hanya tidak enak saja Bu." ucap Sarah. "Tidak apa-apa, ibu akan membeli semua keperluan yang kamu butuhkan, seperti skincare, baju semua nya.. Ibu akan membuat mantan kamu itu menyesal." ucap Bu Rosa.
Sarah berusaha untuk menolak namun Bu Rosa memaksa. Bukan nya Sarah tidak mau, hanya saja dia tidak enak hati.
Setelah belanja seharian, jalan-jalan, tengah malam mereka kembali ke rumah.
"Nenek nginap di sini aja yah." ucap Kina.. Nenek nya mengangguk.
Sarah ke kamar untuk menata barang-barang yang sudah di borong oleh Bu Rosa tadi.
Di kamar dia mencoba baju baru itu satu-satu, dan semua nya sangat cocok dia suka. Bahkan dia juga mencoba skincare yang sangat mahal itu.
"Bagaimana aku harus membalas kebaikan Bu Rosa? Seperti nya aku harus masak enak malam ini." ucap Sarah.
Dia menyimpan semua nya dan setelah itu Memasak di dapur.
Di tempat lain.. Andre dan Papah nya sedang duduk di bar berdua saja karena teman-teman bule mereka sudah pulang.
"Pah aku sangat merindukan kina." ucap Andre. "Yakin kamu merindukan Kina saja?" tanya papah nya. "Aku juga merindukan mamah, rumah." ucap Andre.
"Apa kamu tidak melupakan seseorang?" tanya Papah nya. Andre menggeleng kan kepala nya.
"Yakin?" tanya papah nya lagi. Andre mengangguk.
"Humm emang nya siapa pah?" tanya Andre.
"Sarah? Bagaimana dengan Sarah? Apa kamu tidak merindukan dia?" tanya Papah nya.
"enggak lah pah, ngapain aku merindukan dia?". tanya Andre.
"Ah masa sih kamu tidak merindukan dia? Papah saja rindu tuh sama Sarah." ucap Papah nya.
Andre menghela nafas panjang. "Selama satu Minggu di sini kamu tidak berhenti menyebut namanya di cerita kamu. Papah bisa menyimpulkan kalau sebenernya kamu menyukai Sarah kan?" tanya papah nya sambil tersenyum penuh interogasi.
Andre menggeleng kan kepala nya. "Tidak mungkin lah pah, dia hanya perempuan baik, jadi aku tidak berhenti membahas kebaikan dia." ucap Andre.
"Humm begitu.. Ya udah deh, kalau begitu sebaiknya kita pulang." ucap Papah nya.
Mereka kembali ke penginapan.. Andre masuk ke kamar nya.
Setelah selesai mandi dia duduk di depan laptop nya.
Dia dapat pesan dari Mamah nya kalau hari ini Bu Rosa membawa Sarah dan Kina jalan-jalan.
Andre tersenyum. "Satu Minggu kina tidak keluar, dia pasti sangat senang di bawa jalan-jalan." batin Andre.
"Tapi mungkin Sarah lebih bahagia, Tampa ada saya di sana." batin Andre.
"Saya sudah merindukan wanita itu, kapan saya Akan kembali dari tempat ini." batin Andre dengan sangat prustasi.
"Apa sebaiknya aku menelpon dia saja? Aku sangat merindukan dia." batin Andre.
Dia menelpon namun ternyata handphone Sarah di kamar, sementara Sarah Memasak di dapur.
"Tidak mungkin dia mau menjawab telpon dari saya." ucap Andre.
"Setelah semua nya ini selesai saya akan kembali memenangkan hati kamu Sarah." batin Andre.
Setelah itu dia tidur di kasur sambil membuka Tab nya. Tidak beberapa lama handphone nya berbunyi.
Andre menghela nafas panjang. "Siapa yang menelpon malam seperti ini? Ini sudah jam istirahat." ucap Andre berfikir itu adalah rekan kerjanya.
Namun setelah melihat siapa yang menelpon dia langsung duduk dengan benar. Dia menekan tombol hijau.
"Halo.." ucap Andre. "Saya minta maaf tidak menjawab telpon Bapak tadi, saya sedang masak setelah itu menemani Kina tidur." ucap Sarah.
Andre terdiam sejenak. "Huff suara yang sudah saya rindukan." batin Andre.
"Halo! Halo! Bapak masih di sana?" tanya Sarah.
"Iyah saya di sini.. Bagaimana keadaan di sana? apa Kina sehat?" tanya Andre.
"Sehat kok pak. Bapak sendiri bagaimana? Apa Bapak sehat? Kapan bapak akan kembali, kami sudah sangat merindukan bapak." ucap Sarah.
Tiba-tiba dia langsung terdiam menutup mulutnya, Andre yang mendengar itu langsung senyum-senyum.
"Aduh nih mulut kok langsung sih? Aduhhh."
"Ternyata kamu merindukan saya juga." ucap Andre.
"Maksud saya, kina pak." ucap Sarah. Andre tersenyum.
"Kamu tidak perlu malu-malu seperti itu Sarah. Kamu akui saja kalau kamu merindukan saya, sama seperti saya merindukan kamu." ucap Andre.
"Huff itu tidak mungkin, saya tidak pernah merindukan Bapak!" ucap Sarah. Andre tersenyum.
"Tunggu saya kembali, secepatnya saya akan kembali dan bisa selamat sampai ke rumah." ucap Andre.
Sarah terdiam sejenak.
"Berapa lama lagi bapak di sana?" tanya Sarah. "Saya tidak tau pasti nya, namun keadaan di sini cukup rumit, banyak pekerjaan yang harus di selesaikan jangka waktu lama." ucap Andre.
"Bagaimana perasaan kamu sekarang? Apa sudah lebih baik? Apa kamu masih sering mimpi buruk?" tanya Andre. Sarah mengangguk.
"Humm saya sering membuat Kina terbangun." ucap Sarah. Andre tersenyum.
"Seperti nya saya harus ada di samping kamu untuk memeluk kamu setiap malam." ucap Andre.
"Kalau begitu cepat lah kembali." ucap Sarah. Andre terdiam sejenak mendengar kata-kata Sarah.
"Apa kamu sudah mau menerima saya?" tanya Andre.
"Siapa bilang saya menerima bapak? saya hanya meminta Bapak kembali cepat." ucap Sarah.
"Kalau saya kembali cepat, apa yang akan kamu berikan kepada saya?" tanya Andre.
"Humm sesuatu yang mengejutkan." ucap Sarah. Andre tersenyum.
"Saya harus istirahat sekarang, saya harus bekerja pagi. Kamu juga istirahat lah, saya tidak ingin bangun telat." ucap Andre.
"Tunggu pak, saya ingin menanyakan sesuatu?" tanya Sarah.
"Kenapa?" tanya Andre.
"Kenapa bapak baru menghubungi saya?" tanya Sarah..
"Saya bukan tidak mau, hanya saja saya takut mengganggu kamu." ucap Andre.