
"Kalau saya kembali cepat, apa yang akan kamu berikan kepada saya?" tanya Andre.
"Humm sesuatu yang mengejutkan." ucap Sarah. Andre tersenyum.
"Saya harus istirahat sekarang, saya harus bekerja pagi. Kamu juga istirahat lah, saya tidak ingin bangun telat." ucap Andre.
"Tunggu pak, saya ingin menanyakan sesuatu?" tanya Sarah.
"Kenapa?" tanya Andre.
"Kenapa bapak baru menghubungi saya?" tanya Sarah..
"Saya bukan tidak mau, hanya saja saya takut mengganggu kamu." ucap Andre.
"Ya sudah kalau begitu, saya matikan dulu panggilan nya." ucap Andre. Dia pun mematikan nya.
Sebulan berlalu....
"Tante cantik banget, mau kemana?" tanya Kina melihat Sarah sudah cantik tidak seperti biasanya.
"Tante mau menjenguk Gio dulu, kamu mau ikut?" tanya Sarah. "Mau Tante, aku mau, aku juga sudah sangat kangen sama kak Gio." ucap kina.
Akhirnya mereka berangkat ke asrama Gio berdua. Sesampainya di sana ternyata bibik nya juga ada di sana.
"Bik apa kabar?" tanya Sarah menyalim tangan bibik nya.
"Tidak baik." Jawab bibik nya dengan sangat judes.
"Kenapa bik? Apa bibik memiliki Masalah? Dan kenapa bibik bisa di sini?" tanya Sarah.
"Bibik tau kamu pasti sudah ada uang kan? Sebaiknya kasih ke bibik sekarang, bibik butuh uang untuk makan." ucap Bibik nya.
"Tapi bik, ini untuk membayar asrama Gio."
"Masih bisa ngutang, sekarang bibik butuh." bibik nya mengambil tas Sarah dan mengambil semua gaji Sarah yang di kasih oleh Bu Rosa.
Setelah di ambil Sarah Hanya Diam, Kina sudah bersembunyi di belakang kaki Sarah.
"Yang sabar yah Sarah." ucap ibu asrama kepada Sarah. Sarah merogoh kantong celana nya.
"Ambil ini dulu yah Bu, ini masih ada untuk Gio." ucap Sarah.
"Ya ampun Sarah, kamu pegang saja ini nak, ibu dari awal sudah bilang kalau Gio tanggung jawab ibu di sini." ucap ibu Asrama.
Sarah menggeleng kan kepala nya. "Aku masih bisa mencari lagi Bu, Gio pasti membutuhkan banyak hal, aku percaya sama ibu " ucap Sarah.
Sarah memaksa untuk di terima oleh ibu itu. Setelah di terima ibu itu mengucap kan terimakasih.
Sarah menyisakan uang bonus dari Bu Rosa untuk membeli Barang-barang yang dia mau, namun ternyata harapan nya harus di undur bulan depan lagi.
Setelah beberapa lama berbicara dengan ibu asrama mereka langsung bertemu dengan Gio.
"Itu kak Gio Tante." ucap Kina, melihat Gio sedang bersih-bersih rumput dengan teman nya yang lain.
"Gio!!" panggil Sarah..Gio melihat mbak nya dia sangat senang sekali dia langsung berlari ke kamar mandi mencuci tangan dan kaki setelah itu menyusul Mbak nya.
Gio tersenyum dia memeluk Sarah menyalim tangan mbak nya. Melihat Kina dia mencubit pipi Kina.
Kina malu-malu. Gio tersenyum.
"Kamu sudah makan belum? Nih lihat mbak bawain makanan untuk kamu. Ayo kita makan dulu." ucap Sarah.
Gio melihat teman-teman nya.
Sarah kebingungan melihat Gio yang tidak mau makan langsung.
"Kamu kenapa?" tanya Sarah.
Gio menulis di buku yang tergantung di leher nya.
"Makanan nya cukup banyak, boleh aku mengajak teman-teman ku untuk makan?" tanya Gio.
Sarah tersenyum. "Tentu boleh dong dek, Sarah memanggil mereka semua dan makan ramai-ramai.
Kina memiliki banyak teman sangat senang sekali.
Seharian mereka di sana. Sarah duduk di teras bersama ibu Asrama sambil memerhatikan Kina bermain dengan Gio dan juga yang lain nya.
"Oh iya Kalau tidak salah ibu kemarin melihat Martin dengan perempuan lain. Apa kamu sudah tau?" tanya ibu asrama. Karena ibu itu tau Sarah pacaran dengan Martin.
"Sudah kok Bu." ucap Sarah.
"Kamu yang sabar yah, pasti nanti ada pria yang lebih baik dari Martin datang kepada kamu." ucap ibu asrama.
Seketika Sarah mengingat Andre.
"Humm kalau seandainya aku mencintai seseorang yang lebih dari aku itu bagaimana sih Bu?" tanya Sarah.
"Menyukai itu adalah hal wajar, tapi jalan nya pasti akan sangat rumit, banyak cobaan, dan juga kamu harus percaya diri." ucap Ibu asrama.
Sarah terdiam sejenak.
"Emangnya yang kamu sukai siapa?" tanya Bu asrama, Sarah menggeleng kan kepala nya.
"Tidak ada Bu, aku hanya bertanya saja." ucap Sarah.
"Oohh. Ya udah Kamu lihat Mery dulu yah, ibu mau masuk dulu." ucap ibu.
Sarah melihat Kina berlari ke sana ke sini di lindungi banyak teman-teman Gio.
Gio sangat menjaga Kina seperti adiknya sendiri.
Gio marah kalau teman nya tidak sengaja kasar kepada Kina.
Karena sudah magrib waktu nya mereka pulang. Gio memeluk mbak nya begitu erat sekali.
"Aku ulang tahu dua Minggu lagi, datang lah." isi surat untuk Sarah. Sarah mengangguk.
"Mbak pasti datang, semoga saja mbak di kasih ijin yah sama bos mbaak." ucap Sarah..Gio tersenyum.
"Tapi kalau nanti mbak tidak bisa datang, kamu jangan sedih yah, mbak pasti datang bulan depan yah." ucap Sarah. Gio mengangguk.
"Kak Gio rajin yah belajar. Nanti kalau aku sudah sekolah kak Gio ajarin aku." ucap Kina.
Gio mengangguk.
"Baiklah. Kamu juga jangan nakal-nakal yah." isi surat yang diberikan kepada Kina.
"Tante aku tidak tau membaca, bagaimana cara membaca ini?" tanya Kina.
Sarah membaca kan nya, Kina tersenyum.
"Aku boleh cium kakak?" tanya kina. Gio yang tinggi pun langsung jongkok di depan Kina..Kina mencium nya cukup lama.
"Kami pulang dulu, byeeeee..." Kina melambaikan tangan nya dan pergi.
Sesampainya di rumah Sarah melihat Rumah terbuka.
"Loh kok rumah terbuka Kina? Tadi Tante kunci kan? Apa ada maling yang masuk?" ucap Sarah.
"Aku juga tidak tau Tante. Apa mungkin itu nenek?" tanya Kina. "Tidak mungkin, Nenek hari ini ada kerja." ucap Sarah.
Mereka keluar dari mobil itu. Sarah sudah mengambil balok, berhati-hati masuk ke dalam.
"Bukk!!!!" pukulan kayu di punggung pria yang duduk di sofa.
"Siapa kamu? siapa? kamu ngapain di sini?" tanya Sarah.
"hentikan! Ini saya!" ucap Andre berdiri. Sarah dan Kina terdiam sejenak melihat Andre.
"Papah... /Pak Andre.." ucap mereka berdua terkejut.
"Iyah ini saya!" ucap Andre memegang punggung nya yang sangat sakit sekali.
"Kenapa kamu melakukan itu?" ucap Andre.
"Saya tidak tau kalau itu Bapak, lagian mobil bapak mana? Kenapa bapak tidak mengabari kalau pulang?" tanya Sarah.
"Papah... Aku sangat merindukan Papah." ucap kina langsung minta gendong. Andre menggendong Kina.
"Papah juga sangat merindukan kamu sayang, papah sudah satu bulan tidak pulang, namun Malah di pukul kayu setelah pulang." ucap Andre.