Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku

Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku
Episode 90


"Tante Sarah sama Papah tidak pernah marah-marah lagi kan?" tanya Anggun. "Papah sama Tante Sarah sudah sangat dekat Tante. Aku ingin Tante Sarah menjadi Mamah ku." ucap kina.


Anggun kaget mendengar nya.


"Kenapa kamu berbicara seperti itu sayang?" tanya Anggun.


"Tante Sarah sangat baik, Tante Sarah juga sangat baik kepada papah, aku ingin Tante Sarah menikah dengan Papah." ucap Kina.


Anggun tersenyum mendengar nya. "Seperti nya keinginan Kina akan terpenuhi." ucap anggun.


"Semoga saja yah sayang, tapi kan Tante Sarah Adalah pengasuh kamu, mana mungkin papah menikah dengan pengasuh kamu." ucap Anggun.


"Tidak apa-apa Tante, papah sangat cocok dengan Tante Sarah." ucap Kina.


Anggun hanya bisa tersenyum. Tidak beberapa lama Sarah turun.


"Apa yang sedang kalian bicarakan? Kelihatan nya sangat asik sekali." ucap Sarah.


"Aku lagi ngomong sama Tante Anggun kalau aku ingin Tante Sarah menjadi Mamah ku." ucap kina. Sarah menoleh ke arah Anggun.


"Kamu tidak perlu ambil hati kata-kata Kina, dia selalu mengatakan itu kalau dia sudah nyaman dengan orang." ucap Anggun.


Kina menggeleng kan kepala nya. "Aku benar ingin Tante Sarah menjadi Mamah ku Tante, aku tidak pernah ingin orang lain menjadi mamah ku." ucap Kina.


Sarah dan Anggun tersenyum.


"Baiklah kalau begitu Tante akan meminta papah menikahi Tante Sarah." ucap Anggun.


"Horeee, Tante janji yah." ucap kina sangat senang dan berlari keluar.


Anggun menoleh ke arah Sarah. "Kamu seperti nya memiliki pelet Kuat untuk memikat Pak Andre dan juga Kina." ucap Anggun.


Sarah menggeleng kan kepala nya. "Tidak mungkin mbak Anggun." ucap Sarah. Anggun tertawa.


Anggun melihat penampilan Sarah.


"Kamu sangat cantik sekali dengan pakaian ini. Seperti nya ini sangat mahal sekali." ucap Anggun.


"Ini di belikan oleh Bu Rosa." ucap Sarah.


"Wahh ternyata bukan hanya pak Andre dengan kina, orang tua pak Andre juga sudah menyukai kamu." ucap Anggun.


"Alhamdulillah kalau mereka menyukai aku." ucap Sarah. "Kalau begitu ayo kita berangkat." ucap Sarah. Mereka pun segera berangkat ke tempat yang di inginkan oleh Kina.


Di dalam mobil ada pesan masuk dari Andre kepada Sarah.


"Jangan lupa menyiapkan makan siang untuk ku sayang." ucap Andre. Sarah tersenyum sambil membalas pesan itu.


"Aku tidak bisa menyiapkan makan siang karena aku dan juga Kina ikut mbak Anggun jalan-jalan." ucap Sarah.


"Yahh, saya tidak akan makan Kalau tidak Masakan kamu." ucap Andre.


"Humm jangan Lebay deh, biasa nya kamu membeli makanan di restoran." ucap Sarah.


Andre tersenyum. "Ya sudah kalau begitu saya akan berpuasa. Kamu hati-hati lah sampai jumpa nanti malam." ucap Andre.


"Iyah, kamu juga semangat yah kerja nya." balas Sarah.


Andre tersenyum.


"Humm mentang-mentang sudah memiliki pacar yang cantik, baik jadi lupa kalau bentar lagi ada Meeting." ucap Zikri yang baru saja masuk ke ruangan Andre.


Andre menghela nafas panjang dia meletakkan handphone nya menoleh ke arah Zikri.


"Aku sudah mengetuk dari tadi namun kamu tidak mendengar nya karena sibuk dengan handphone mu!" ucap Zikri.


"Oohh, maaf." ucap Andre.


"Ini sudah waktunya meeting." ucap Zikri dengan kesal.


"Kamu jangan kesal seperti itu kepada ku!" ucap Andre. "Aku kesal karena aku cemburu melihat kamu dengan Sarah." ucap Zikri.


Andre tertawa. "Aku akui sih kalau kamu memang lah sangat tampan, tapi sepertinya aku lebih hoki untuk mendapatkan perempuan." ucap Andre.


Zikri memasang wajah kesal. "Yasudah kalau begitu ayo kita ke bawah." ucap Andre.


"Aku akan mendapatkan Sarah lagi." ucap Zikri. "Tidak akan bisa, karena dia hanya mencintai saya." ucap Andre merangkul Zikri.


Zikri dengan kesal menepis nya. "Kamu akan melihat nya nanti." ucap Zikri. Andre hanya tertawa mendengar itu.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di ruangan meeting.


Sarah dan Anggun sedang enak menikmati pemandangan pinggir Danau. "Oh iya ngomong-ngomong mau sampai kapan kamu akan bekerja dengan pak Andre?" tanya Anggun kepada Sarah.


Sarah melihat Kina yang sibuk bermain di tempat anak-anak.


"Aku juga tidak tau." ucap Sarah.


"Apa setelah perjanjian dari awal habis kamu akan mencari pekerjaan yang lain?" tanya Anggun.


Sarah menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak tau pasti nya bagaimana tapi aku rasa sekarang aku sudah sangat nyaman bekerja di sini." ucap Sarah.


"Bekerja menjadi Baby sister itu memang lah sulit dan terkadang mendapatkan majikan baik itu adalah rejeki." ucap Anggun.


"Tapi sebaiknya setelah perjanjian kamu habis, kamu keluar lah dari sana agar kina tidak terlalu berharap kamu menjadi Mamah nya, kasian juga dia." ucap Anggun.


Sarah tersenyum. "Tapi kalau kamu mau juga gak apa-apa sih, justru itu sangat bagus sekali." ucap Anggun.


Sarah tersenyum. "Maksud kamu apa?" tanya Sarah.


"Tidak perlu menutupi nya, kamu pasti tertarik juga kan sama pak Andre." ucap Anggun. Sarah diam.


"Dulu aku sempat tertarik kepada pak Andre, namun aku harus sadar diri aku hanya lah pembantu di rumah ini." ucap anggun.


"Pak Andre sangat baik, dia tampan, royal, kaya dan juga perhatian. Semua perempuan mau kepada dia karena dia memiliki sifat yang sama kepada semua perempuan." ucap Anggun.


"Aku sadar kalau perlakuan Pak Andre ternyata hanya sebatas kebaikan saja karena aku sudah membantu nya mengurus anaknya. Akhirnya aku memutuskan untuk move on sebelum aku jauh lebih dalam mencintai dia." ucap Anggun.


Sarah terdiam. "Dan kalau sifat pak Andre kepada kamu sedikit berlebihan percaya lah kalau pak Andre hanya mau berterimakasih, kamu jangan baper." ucap Anggun.


Tiba-tiba handphone Anggun berbunyi. "Suami ku nelpon, aku jawab sebentar yah." ucap Anggun. Sarah mengangguk.


Sarah melihat Anggun menjawab telpon sementara Kina masih asik bermain.


"Apa benar yang di katakan oleh anggun? Kelihatan nya memang seperti itu karena pak Andre selalu baik kepada semua perempuan. Bahkan yang di ceritakan oleh Anggun sama persis yang terjadi kepada ku." ucap Sarah.


"Sarah minum, kamu jangan bengong." ucap Anggun baru kembali. Sarah mengangguk.


"Oh iya aku mau nanya sama kamu." ucap Sarah.


"Iyah mau nanya apa?" tanya Anggun.


"Humm kamu dengan pak Andre sempat dekat?" tanya Sarah. Anggun menggeleng kan kepala nya. "Cinta ku hanya bertepuk sebelah tangan karena saingan ku adalah wanita-wanita cantik berpendidikan." ucap Anggun.


"Aku tidak ingin jadi bahan omongan dan jadi ejekan teman-teman ku akhir nya aku memilih untuk mundur saja." ucap Anggun.