
Andre menganguk..Kina langsung duduk di belakang. Andre memerhatikan Sarah antara sedih dan juga bahagia.. Namun dia Terus memasang wajah bahagia di Depan Adik nya yang tidak terlalu banyak tingkah.
Sesampainya di asrama. Gio harus tinggal lagi, karena sudah sore Sarah juga harus pulang.
Gio terlihat sangat sedih, begitu juga dengan Sarah.
"Kamu jaga diri baik-baik di sini, mbak nanti pasti datang lagi." ucap Sarah memeluk Gio.
Kina memegang tangan Gio dan memberikan mainan bebek kesukaan nya sambil tersenyum.
Setelah itu mereka langsung pergi.
"Kenapa adik kamu di buat di sini?" tanya Andre kepada Sarah di dalam mobil.
"Gio Lebih baik di sini dari pada di rumah. Dia tidak akan menyusahkan siapapun. Apa lagi dalam keadaan sakit seperti ini." ucap Sarah.
"Apa dari lahir adik kamu sudah seperti itu?" tanya Andre, Sarah menggeleng kan kepala nya.
"Dia tidak bisa berbicara memang sudah dari lahir, tapi sakit tidak bisa berjalan karena tabrakan saat pulang sekolah sendiri." ucap Sarah.
"Sudah berapa lama? Kenapa tidak di periksa ke dokter saja?" tanya Andre.
"Membawa ke rumah sakit membutuhkan biaya yang begitu banyak pak, jadi saya hanya membawa gio ke tukang pijat saja." ucap Sarah.
"Kalau adik kamu tidak segera di obati dia bisa lumpuh selama nya." ucap Andre. Sarah terdiam..
Sesampainya di rumah Sarah sangat terkejut melihat rumah yang begitu berantakan.
"Rumah sedikit berantakan karena Kina tidak mau diam." ucap Andre.
"Apa yang terjadi pak?" ucap Sarah hanya bisa melongo melihat isi rumah itu.
"Ini bukan sedikit lagi pak, ini seperti kapal pecah, bagaimana bisa jadi seperti ini?" ucap Sarah masih tetap tidak bisa percaya.
Kina yang mengerti hanya bisa diam saja.
"Saya akan membantu membersihkan nya." ucap Andre mengumpulkan permainan Kina ke dalam kotak nya. Kina juga ikutan mulai mengumpulkan karena sudah takut melihat ekspresi Sarah.
Memang belum bersih tapi setidaknya pekerjaan Sarah sudah ringan.
"Sudah selesai." ucap Andre. Sarah tetap diam. Melihat Andre dan Kina berdiri berjajar seperti anak yang kena hukum membuat nya menahan tawa, namun dia harus tetap cool agar mereka tetap merasa bersalah.
"Baru satu hari saya meninggalkan rumah ini Tampa pembantu sudah sangat kacau, bagaimana kalau sampai berminggu-minggu?" ucap Sarah.
"Sebaik nya bapak dengan Kina mandi, saya akan membersihkan ini semua dan menyiapkan makan malam." ucap Sarah.
Andre menggendong kina ke kamar dan langsung memandikan Kina terlebih dahulu.
"Tunggu dulu! Ini bukan pekerjaan ku, kenapa jadi aku yang mengerjakan ini? Kenapa aku patuh kepada Sarah?" ucap Andre tiba-tiba terdiam sedang memasang baju Kina.
"Tapi ini kesalahan ku, aku dengan kina sudah membuat rumah berantakan." ucap Andre.
Setelah mereka berdua selesai mandi, mereka turun bersamaan.
"Tante Sarah sedang apa?" tanya Kina berlari ke dapur dan memeluk kaki Sarah.
"Tante sedang masak, kamu tidak boleh dekat-dekat." ucap Sarah. Andre mengambil Sendok dari tangan Sarah.
"Dari tadi kina sudah sangat merindukan kamu, sebaik nya kamu gendong dia dulu, saya akan melanjutkan ini." ucap Andre.
"Tapi pak." ucap Sarah.
"Sudah kamu Percaya saja kepada saya." ucap Andre. Sarah akhirnya membiarkan Andre Memasak di dapur dan membawa kina ke meja makan.
Tidak beberapa menit Sarah mencium bau gosong.
"Sosis dan juga naget nya sedikit gosong." ucap Andre meletakkan di atas meja.
Sarah menghela nafas panjang setelah melihat sosis yang di bilang sedikit gosong.
"Tapi ini sudah hitam sebagian pak." ucap Sarah.
"Setidaknya ini masih bisa di makan." ucap Andre. dia mencoba memberikan kepada Lina namun Kiba langsung menggeleng kan kepala nya tidak mau.
Sarah terpaksa menggoreng yang baru lagi. Setelah selesai makan malam Sarah dan Kina Duduk di ruang tamu.
Andre yang dari tadi fokus pada handphone nya menunggu notifikasi dari Laura di kamar nya sudah mulai merasa Bosan.
"Huff sudah lah tidak ada gunanya menunggu perempuan yang tidak menganggap ku penting." ucap Andre sudah sangat kesal sekali.
Andre keluar dari kamar nya mencari Kina ke kamar nya, namun ternyata Kina dan Sarah belum ke kamar untuk istirahat.
"Kemana mereka? Kenapa belum juga masuk ke kamar?" ucap Andre.
Andre memutuskan untuk turun ke bawah. Dan ternyata TV Masih hidup. Sementara Sarah dan kina sudah tidur di karpet.
Andre menghela nafas panjang.
"Huff sudah kebiasaan ketiduran ruang tamu." ucap Andre. Dia mengambil Kina terlebih dahulu di pindahkan ke kamar.
Setelah itu dia kembali ke ruang tamu dan mendekati Sarah.
"Sarah.." panggil Andre membangun kan Sarah.. Namun seperti biasa ketika Sarah sudah tidak sadar lagi.
Andre mengangkat badan Sarah melewati tangga.
Badan Sarah lumayan ringan bagi Andre yang hobi olahraga.
"Huff ternyata bobot badan mu sudah mulai bertambah." ucap Andre meletakkan Sarah di tempat tidur. Namun tiba-tiba Sarah terbangun.
Dia terkejut karena pak Andre memeluknya.
"Apa yang Bapak lakukan?" ucap Sarah mendorong Andre kuat.
"Kamu jangan salah paham, saya hanya memindahkan kamu dari bawah ke kamar." ucap Andre.
"Bapak mau macem-macem kan? Bapak jangan mencoba melakukan hal yang tidak-tidak!" ucap Sarah marah.
"Saya tidak melakukan apapun." ucap Andre.
"Bapak bohong!" ucap Sarah.
Andre langsung pergi meninggalkan kamar itu dari pada emosi membuat Kina bangun.
Sarah melihat pakaian nya masih utuh dia merasa lega sekali.
"Huff percuma saja saya berbuat baik kepada dia." ucap Andre membaringkan tubuhnya di kasur.
Namun seketika dia terdiam ketika mengingat wajah panik Sarah yang membuat nya terngiang-ngiang.
"Wajah panik nya sangat lucu sekali." ucap Andre tersenyum sendiri namun dia mencoba menepis pikiran nya dan langsung tidur.
Pagi hari nya Andre terbangun karena mendengar ketukan pintu dari luar.
"Siapa pagi-pagi sudah ribut mengetuk pintu?" ucap Andre turun dari tempat tidur. "Papah..." ucap Kina. "Ada apa nak?" tanya Andre sambil menghela nafas panjang.
"Papah ini sudah siang, Tante Sarah suruh bangunin papah." ucap Kina. Andre melihat ke sekeliling.
"Makasih sudah bangunin papah yah." ucap Andre. Kina menganguk dia langsung pergi meninggalkan Andre.
"Apa dia masih marah kepada saya, tentang kejadian tadi malam?" ucap Andre dalam hati.
Dia melihat jam ternyata sudah jam sembilan.
Untung saja pagi ini dia tidak ada pekerjaan yang penting. Setelah rapi dia keluar dari kamar nya.
Turun ke bawah yang di cari nya adalah Sarah.
"Kemana dia?" ucap Andre karena melihat kina bermain di lantai bawah.
"Tante Sarah mana kina?" Tanya Andre.
"Tante Sarah Ada di dapur Papah." ucap Kina.. Andre menoleh ke arah dapur.