
"Kami sengaja, kamu dari mana saja?" tanya Bu Rosa.
"Aku lembur mah. Banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan." ucap Andre...
"Kamu selalu sibuk bekerja. Kapan kamu akan membawa Calon menantu dan calon Mamah nya Kina?" ucap Bu Rosa.
"Mamah tenang saja, aku sudah menemukan nya kok, tapi bukan sekarang waktunya.' ucap Andre..
"Huff awas saja kalau dia perempuan yang tidak baik." ucap Bu Rosa.
"Ya udah kalau begitu aku ke kamar dulu yah ." ucap Andre. Bu Rosa dan Papah nya menganguk.
"Kamu tolong siap kan pakaian saya!" ucap Andre kepada Sarah yang hanya diam saja. Sarah menganguk dia mengikuti Andre ke kamar nya.
"Ini Pak. Saya akan membawa Kina keluar." ucap Sarah. memberikan baju ganti untuk Andre.
Andre melihat wajah Sarah. Dari tadi dia baru sadar.
"Ada apa dengan wajah mu itu?" tanya Andre.
"Hummm ini..." ucap Sarah sambil menoleh ke arah Kina.
"Saya mandi dulu." ucap Andre langsung pergi meninggalkan Sarah..
Sarah menghela nafas panjang. "Mana mungkin Pak Andre percaya kalau aku mengatakan ini di lempar oleh Kina." batin Sarah.
Keesokan harinya...
Sarah bangun dari tidur nya mengucek matanya. "Ini sudah jam berapa?' ucap Sarah dalam hati.
Melihat Kina masih tidur dia berfikir masih pagi sekali.
Namun setelah keluar dari kamar ternyata sudah sangat terang sekali.
"Kamu adalah pembantu di rumah ini, namun bisa-bisa nya jam segini kamu baru bangun." ucap Bu Rosa kepada Sarah.
Ternyata sudah jam sembilan pagi.
"Untung saja hari ini hari Minggu jadi Andre tidak perlu ke kantor." ucap Bu Rosa .
"Saya ingin memberi tau kalau tugas kamu selain merawat dan mengasuh Kina, kamu juga harus melayani Andre." ucap Bu Rosa.
"Siap kan pakaian nya, siap kan sarapan dan juga semua keperluan nya harus kamu urus." ucap Bu Rosa.
"Loh perjanjian dari awal bukan seperti itu Bu, mbak Anggun juga tidak seperti itu sebelumnya." ucap Sarah.
"Kamu harus tau sopan santun! Kamu di sini bekerja di bayar mahal, dan jangan coba-coba untuk membantah nya." ucap Bu Rosa.
"Tidak perlu Mah, aku bisa melakukan nya sendiri." ucap Andre.
"Lalu untuk apa kamu membayar dia kalau kamu bisa melakukan nya sendiri?" ucap Bu Rosa.
"Baiklah Bu saya akan melakukan nya." ucap Sarah.
"Huff setidaknya aku masih ada tempat tinggal, di kasih makan enak dari pada di rumah Bibik yang setiap hari kena marah tanpa sebab." batin Sarah.
"Sekarang kamu masak sana!" ucap Bu Rosa. Sarah menganguk.
"Mamah jangan membuat seluruh isi rumah ini tanggung jawab Sarah, kasihan dia." ucap Andre.
"Apa kamu tidak melihat dia sama sekali tidak sopan, dia juga bangun sangat lama, pekerjaan nya tidak ada yang beres? Dengan cara itu dia di hukum." ucap Bu Rosa.
"Huff terserah Mamah saja." ucap Andre berjalan ke arah kamar kina.
Sarah di dapur memasak apa yang bisa dia masak.
"Kenapa kamu masak begitu lama? Saya sudah lapar!" ucap Bu Rosa datang ke dapur.
"Sebentar lagi Bu." ucap Sarah. Akhirnya selesai juga. Masakan nya sudah di atas meja. Mereka makan Sarah memberikan kina Makan di depan.
"Masakan nya lumayan enak." Bu Rosa.
Andre tersenyum. "Mamah mau nya kamu dapat istri yang pandai Masak, Nisa bersih-bersih dan bisa mengurus anak kamu." ucap Bu Rosa.
"Tapi ini demi kebaikan kamu, emang nya kamu mau gagal lagi? Istri kamu sebelum nya juga tidak bisa apa-apa hanya bisa menghabiskan uang kamu dan ujung-ujungnya selingkuh." ucap Bu Rosa.
"Sudah lah mah, jangan membahas itu lagi, aku tidak ingin mendengar itu lagi." ucap Andre.
Satu bulan sudah Sarah bekerja sendirian mengurus rumah dan Kina. Sekarang Kina sudah mulai dekat dan tidak senakal dulu, bahkan Kina sudah mulai tersenyum dan tertawa bersama Sarah.
Mereka baru saja selesai main-main, Kina tidur di tempat tidur nya.
"Huffff..." Sarah bersandar di sofa.
"Baru satu bulan Sarah, kamu harus bisa." ucap Sarah kepada diri nya sendiri.
"Sekarang kabar Gio gimana yah?" ucap Sarah. Dia membuka handphone nya menelpon Bibik nya namun ternyata tidak aktif.
"Ah sudahlah, aku akan meminta cuti kepada Pak Andre dan menjenguk Gio pulang." ucap Sarah.
Di malam hari...
"Pak Andre kenapa belum pulang yah?" ucap Sarah yang menunggu Andre di ruang tamu sendirian sementara Kina sudah tidur di kamar.
Dia tidak mungkin membiarkan pintu terbuka dan dia tidur di kamar, akhirnya dia menunggu di ruang tamu saja.
Namun tiba-tiba mata nya sangat mengantuk dia tidak bisa menahan akhirnya Sarah tertidur di sofa.
Sudah setiap malam Sarah menunggu Andre di ruang tamu, namun kali ini dia ketiduran.
Andre baru saja pulang dia melihat Sarah yang tidur di Sofa.
"Bapak sudah pulang?" ucap Sarah kepada Andre yang berdiri tidak jauh dari nya.
Andre hanya diam, namun tiba-tiba dia terjatuh ke sofa.
"Ada apa pak?" ucap Sarah menahan Andre karena terjatuh ke badan nya.
Namun Andre tidak mengatakan apapun.
"Bau apa ini?" ucap Sarah.
Ternyata Andre baru selesai minum dengan teman-teman nya.
Sarah mengawas kan badan Andre dari nya.
"Pak Andre sangat bau alkohol, seperti nya dia kebanyakan minum sampai pingsan seperti ini." ucap Sarah.
Dia mau menutup pintu namun tiba-tiba tangan nya di tahan.
"Jangan pergi Aku mohon..." ucap Andre. "Saya mau menutup pintu." ucap Sarah.. Namun Andre memegang tangan Sarah cukup erat sekali.
"Ada apa sih dengan pak Andre? Tidak biasa nya seperti ini." batin Sarah. Setelah menutup pintu dia memerhatikan Andre.
Karena melihat Andre sangat gelisah akhirnya dia mengumpulkan keberanian nya untuk membersihkan badan Andre.
"Bismillahirrahmanirrahim." ucap Sarah membuka jas Andre terlebih dahulu. "Ya Allah berat sekali." ucap Sarah.
Sarah membuka buah baju Andre, yang membuat nya terkejut adalah banyak bekas ciuman di dada dan leher nya.
"Sangat menjijikkan. Kelihatan nya saja sangat cool dan tampan, namun aslinya pemain perempuan." batin Sarah.
Tidak beberapa lama dia membersihkan badan Andre sudah selesai, membuka Sepatu nya dan menyelimuti Andre.
"Lain Kali kalau bapak mau mabuk, jangan merepotkan orang lain!" ucap Sarah. Andre tiba-tiba membuka mata nya.
"Sandra..." ucap Andre.
"Saya bukan Sandra, tapi Sarah." ucap Sarah. Seketika Andre langsung sadar, dia duduk.
"Maaf saya tidak sadar." ucap Andre.
"Ya iyalah Bapak tidak sadar, bapak banyak minum dan kelelahan tidur dengan wanita di luar sana, kembali ke rumah hanya membuat saya lelah." ucap Sarah langsung pergi.