
Sarah langsung berlari ke kamar mandi.
Andre tertawa kecil.
"Kamu hanya ego dengan pikiran kamu sendiri Sarah." batin Andre.
Tidak beberapa lama Sarah keluar dari kamar mandi.
"Maaf pak, saya minta maaf. Kita boleh melanjutkan nya." ucap Sarah. Andre langsung membaringkan Sarah ke tempat tidur.
Andre mencium Sarah sampai meninggal kan bekas, Sarah tidak merespon apapun lagi dia hanya pasrah. Andre melihat Sarah menutup mata nya namun Air mata nya keluar.
Andre tiba-tiba menghentikan aksinya. "Kalau kamu tidak ikhlas jangan coba-coba untuk melakukan nya. Hal seperti ini bukan lah mainan." ucap Andre.
"Kata siapa saya tidak ikhlas? Saya ingin semua nya selesai setelah Bapak mendapatkan apa yang bapak mau." ucap Sarah.
Andre duduk dia menutup badan Sarah dengan selimut.
"Sejak kapan kamu tau saya menginginkan itu?" tanya Andre.. Sarah diam.
"Cepat lakukan pak? Setelah itu urusan kita selesai, saya tidak memiliki hutang apapun kepada Bapak dan jangan pernah ganggu adik saya." ucap Sarah.
"Saya tidak pernah tidur dengan perempuan yang terpaksa tidur dengan saya," ucap Andre. Sarah terdiam.
Andre mematikan lampu. "Saya tidak akan melakukan nya malam ini. Tidur lah." ucap Andre berbaring di samping Sarah.
Sarah hanya bisa terdiam bingung. Andre membawa Sarah ke pelukan nya.
Sarah merasakan ada yang aneh dengan Andre. Dia sangat tau kalau majikannya itu sangat menginginkan tubuh perempuan. Namun sekarang pak Andre malah bersikap halus dan lembut kepada nya.
"Kenapa pelukan pak Andre sangat hangat sekali? Aku sudah sangat malu, aku ingin pergi rasanya namun aku sangat nyaman di sini." ucap sarah dalam hati.
Tidak beberapa lama akhirnya akhirnya kedua nya tidur.
Keesokan harinya...
"Tok!! Tok!! Tok!!" Bunyi ketukan pintu.
"Papah.... Papah..." Panggil Kina dari luar.
Andre membuka mata nya dia melihat Sarah memeluk nya. Dia masih tidur dengan sangat nyenyak sekali.
"Buka saja nak, pintu nya tidak di kunci." ucap Andre dari dalam. Sarah tiba-tiba bangun ketika mendengar suara pintu.
"Kenapa bapak mengijinkan kina masuk? Bagaimana kalau kina berfikir yang aneh-aneh dan melihat saya seperti ini?" tanya Sarah. Andre hanya diam.
"Papah.. Tante Sarah.." ucap Kina.. Sarah menoleh ke arah Kina sambil tersenyum.
"Tante kok tidur di sini sih?" tanya Kina.
"Humm Tante..." Sarah bingung harus menjawab apa dia menoleh ke arah Andre.
"Tadi malam Tante Sarah mimpi buruk lagi, Tante Sarah juga sakit dan muntah-muntah papah membawa nya ke sini agar kamu tidak terganggu." ucap Andre.
"Oohhh.. Pantesan saja Tante seharian tidak mau makan." ucap Kina. Andre menoleh ke arah Sarah.
"Ya udah kalau begitu Tante lanjut saja istirahat, aku mau ke bawah mau Nono film kesukaan ku." ucap Kina langsung keluar dari kamar.
Sarah menghela nafas panjang.
"Kenapa kamu tidak Makan seharian?" tanya Andre menatap Sarah.. Sarah sangat takut dengan tatapan Andre.
"Saya.. Saya sangat gugup, takut sehingga tidak berselera makan." ucap Sarah.
Andre turun dari tempat tidur. Tiba-tiba Sarah menutup mata nya karena melihat Andre hanya mengunakan celana pendek yang sangat pendek sekali.
Andre mengambil jubah mandi nya.
"Segera lah mandi, saya akan memesan makanan untuk sarapan pagi." ucap Andre. Dia langsung keluar.
"Huff sangat aneh." ucap nya kepada diri nya sendiri.
Setelah beberapa lama akhirnya Sarah turun ke bawah. "Makan lah yang banyak." ucap Andre. Sarah menganguk.
di Meja makan tidak ada percakapan apapun.
"Tante.. Bekas di leher Tante kenapa?" tanya Kina. Sarah menutup nya langsung.
Sarah menoleh ke arah Andre.
"Itu karena masuk angin nak, itu hal biasa." ucap Andre sambil mengedipkan mata nya sebelah kepada Sarah.
"Pak Andre seperti nya sengaja meninggal bekas." ucap Sarah dalam hati.
"Hari ini Nenek akan datang menjemput kamu. Kamu mandi yah." ucap Andre kepada Kina.
"Horeee akhirnya jalan-jalan lagi. Aku sudah sangat pengen ke kebun binatang." ucap Kina.
Sarah memilih untuk tinggal di rumah saja. "Kamu ikut dengan saya hari ini. Karena di rumah kamu tidak memiliki teman." ucap Andre.
Sarah menggeleng kan kepala nya. "Tidak Pak, saya di rumah saja." ucap Sarah.
"Jangan mencoba menolak ajakan saya! Ini adalah perintah." ucap Andre. Sarah menghela nafas pelan dan mengangguk.
Sarah mengantarkan Kina ke mobil orang tua Andre.
"Saya dengar kamu tidak bisa ke kebun binatang, sebaik nya kamu di rumah saja." ucap Bu Rosa kepada Sarah.
."Iyahh Bu. Saya titip Kina." ucap Sarah.
Bu Rosa melihat leher Sarah.
"Apa kamu tidak mau memamerkan leher yang penuh bercak merah seperti itu? seperti nya tadi malam kamu ketemuan dengan pacar kamu yang kamu bawa ke rumah itu." ucap Bu Rosa.
"Itu kata papah karena masuk angin nek, tadi malam papah merawat Tante Sarah yang sedang sakit." ucap Kina.
"Tadi malam papah dengan Tante Sarah?" ucap Bu Rosa.
"Maksud bukan seperti itu Bu, saya hanya meminta bantuan pak Andre karena tadi malam saya masuk angin." ucap Sarah.
"Ah sudahlah, kamu tetap lah perempuan tidak baik," ucap Bu Rosa langsung pergi. Sarah menghela nafas panjang.
"Aaaarrrgggg... Ini semua karena pak Andre!" ucap Sarah.
Sarah masuk dia mendorong Andre yang berdiri di dekat sofa.
"Ini semua karena bapak!" ucap Sarah. Andre terdorong namun dia menarik tangan Sarah sehingga mereka berdua jatuh ke sofa.
Sarah mencium bibir Andre. Sarah perlahan melepaskan nya mata mereka bertemu.
"Ada apa dengan kamu? kenapa tiba-tiba marah seperti itu?" tanya Andre.
Sarah langsung berdiri.
"Lihat ini! Semua nya merah dan ini sangat jelas bekas ciuman. orang tua bapak mengurus ini kelakuan saya dengan pacar saya." ucap Sarah.
Andre tersenyum. "Apa saya perlu menjelaskan kepada orang tua saya kalau yang melakukan itu adalah saya?" tanya Andre mengambil handphone nya, namun tiba-tiba di ambil Sarah.
"Tidak perlu!" ucap Sarah. Andre tersenyum.
"Saya melakukan ini agar jadi pelajaran untuk kamu. Mahkota perempuan itu harus di jaga, kamu tidak boleh sembarangan memberikan kepada orang lain. Sebisa mungkin kamu harus menjaga nya dengan baik." ucap Andre.
Sarah terdiam sejenak. "Saya tidak pernah merusak perempuan baik-baik. Selama ini saya tidur dengan perempuan karena mereka saya bayar dan mereka memang perempuan seperti itu." ucap Andre.
"Bekas seperti ini saya sudah membuat kamu malu, kamu marah dan kamu benci. Bagaimana kalau kamu sudah tidak perawan lagi? Bagaimanapun kalau kesucian kamu sudah di ambil oleh pria yang tidak bertanggung jawab?" ucap Andre.