Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku

Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku
Episode 30


"Seperti nya juga begitu, seperti nya dia juga tidak berselera makan." ucap papah nya. Bu Rosa hanya Diam.


Setelah Andre selesai Makan mereka lanjut memeriksa pekerjaan. Setelah selesai orang tua nya pamit pulang karena masih ada pekerjaan lain.


"Mamah pulang dulu yah, ingat jangan mudah percaya kepada Sarah. Dan ingat juga untuk segera menikah." ucap Bu Rosa.


Orang tua nya pergi Andre menghela nafas panjang.


"Huff bagus deh kalau Mamah sama papah sudah pergi." ucap Andre.


Dia melihat dapur yang masih sedikit berantakan dia membantu membersihkan dan juga dia membuat Susu hangat untuk Sarah.


Setelah selesai dia membawa minun itu ke kamar. Sarah membuka mata nya ketika melihat Andre masuk.


"Nih minum dulu." ucap Andre meletakkan gelas di atas nakas.


"Terimakasih banyak pak." ucap Sarah.


Andre Duduk di kursi memerhatikan Sarah.


"Kalau kamu tidak kunjung sembuh seperti ini, sebaiknya kita ke rumah sakit saja." ucap Andre.


Sarah menggeleng kan kepala nya.


"Saya tidak mau Pak." ucap Sarah.


"Kalau kamu tidak mau minum obat kamu akan susah sembuh!" ucap Andre.


"Saya akan minum obat, tapi saya mohon jangan bawa saya ke rumah sakit." ucap Sarah memohon kepada Andre.


"Baiklah kalau begitu, kalau kamu tidak ingin ke rumah sakit. Tapi kamu harus minum obat!" ucap Andre. Sarah menganguk.


"Saya akan minum obat Pak." ucap Sarah. Andre tersenyum.


"Bagus kalau begitu." ucap Andre. Dia memeriksa suhu badan Sarah.


"Kamu lanjut saja istirahat." ucap Andre melihat kina yang sudah bangun.


"Tante sudah sembuh?" tanya Kina. Sarah tersenyum sambil mengangguk.


"Tante Sarah belum sembuh, kamu jangan mengganggu nya dulu yah." ucap Andre.


"Yahh terus aku main sama siapa Dong." ucap Kina.


"Main sama papah saja." ucap Andre.


"Humm ya udah deh Kalau begitu, Tante cepat sembuh yah." ucap Kina kepada Sarah.


Sarah tersenyum. Mereka membiarkan Sarah istirahat dan Andre membawa Kina keluar dari kamar.


"Permisi..." Ucap seseorang yang baru saja datang.


Andre melihat ke arah pintu.


"Vito.." ucap Andre. Vito tersenyum dia langsung duduk di depan Andre.


"Loe datang kenapa tidak mengabari dulu? Bagaimana kalau tidak ada siapa-siapa di rumah?" ucap Andre.


"Kalau loe tidak di rumah, Baby sister loe yang baru pasti ada di rumah." ucap Vito.


Andre menghela nafas panjang.


"Ngomong-ngomong dia di mana?" tanya Vito.


"Tante Sarah sakit. Tante Sarah lagi di kamar istirahat." ucap kina langsung.


Andre rencana nya tidak mau menjawab namun sudah langsung di jawab oleh Kina.


"Sakit karena apa? Kenapa bisa?" tanya Vito.


"Pasti karena kecapean." ucap Vito langsung menoleh ke arah Andre.


"Kenapa kamu melihat ku seperti itu?" ucap Andre. Vito menghela nafas panjang menatap Andre.


"Kamu dari dulu sampai sekarang masih sangat kejam kepada pekerja sendiri." ucap Vito.


"Loe tidak tau apa-apa." ucap Andre.


"Kalau loe gak suka pada Sarah jangan menyiksa nya, kasih ke gue aja." ucap Vito. Andre menoyor kepala Vito.


"Sebaiknya loe pergi aja deh, bikin waktu istirahat gua keganggu saja!" ucap Andre. Vito menghela nafas panjang.


"Nih, gua ke sini mau nganterin ini." ucap Vito memberikan beberapa foto kepada Andre.


"Ini foto Siapa?" tanya Andre.


"Gua tau loe dengan Laura pacaran, tidak jarang gua juga melihat dia keluar masuk dari hotel bersama pria ini." ucap Vito.


Andre menghela nafas panjang.


"Aku sudah menduga ini." ucap Andre.


"Kamu biasa saja?" tanya Vito.


"Aku tidak mencintai Laura, aku hanya memanfaatkan tubuh nya. Tapi ini pertama kali nya perempuan menyelingkuhi aku, aku tidak terima ini." ucap Andre.


"Udah lah Andre. Sampai kapan loe akan seperti ini? ingat anak lie juga perempuan." ucap Vito.


"Itu sebab nya aku menjaga dia dengan baik." ucap Andre.


Vito menghela nafas panjang.


"Sulit menjelaskan nya kepada kamu Andre." ucap Vito.


"Gua tidak bisa lama-lama di sini, gua ke sini mau nganter itu dan mau melihat Sarah dan ternyata Sarah lagi sakit." ucap Vito.


"Jangan berani-berani loe ganggu Pengasuh Kina." ucap Andre.


"Kalau om dengan Tante Sarah dekat gak apa-apa kan Kina?" tanya Vito kepada kina yang sibuk main.


"Gak apa-apa om." ucap Kina.


"Tuh, kina saja tidak keberatan," ucap Andre. Andre menghela nafas panjang.


"Huff terserah loe saja." ucap Andre kesal.. Vito tersenyum.


Tidak beberapa lama Vito akhirnya memilih untuk pergi dari sana.


Tidak terasa sudah malam...


Sarah keluar dari kamar, dia tidak melihat Kina di kamar nya itu sebab nya dia mencari ke bawah dan ternyata mereka berdua sedang sibuk dengan urusan masing-masing di ruang tamu.


Kina sibuk dengan mainan nya, sementara Andre sibuk dengan laptop nya.


"Tante Sarah sudah bangun?" ucap Kina langsung meninggalkan mainan membantu Sarah duduk di samping Andre.


Sarah tersenyum.


"Tante sudah sehat. kamu tidak perlu khawatir seperti ini." ucap Sarah kepada Kina. Kina memberikan Sarah minum.


"Tante harus minum yang banyak.


"Kenapa kamu turun?" tanya Andre.


"Saya tidak melihat Kina di kamar. Saya juga sudah bosan di kamar terus." ucap Sarah.


"Kina lagi asik main, biarkan saja dulu." ucap Andre. Sarah mengangguk.


"Bapak dengan Kina sudah makan? Kalau belum saya akan memasak dulu." ucap Sarah. Andre menahan Sarah.


"Kami berdua sudah makan kok." ucap Andre.


"Hanya kamu yang belum Makan, saya sudah membeli makanan untuk kamu. Tapi mungkin sudah dingin, saya akan memanaskan nya dulu." ucap Andre.


Sarah melihat Andre ke dapur.


"Tadi Om Vito ke sini nyariin Tante." ucap, Kina.


"Siapa Om Vito? Tante gak tau." ucap Sarah.


"Teman papah, Teman yang pernah datang ke Sini sekali." ucap Kina. Teman Andre yang pernah datang hanya Vito dia langsung tau.


."Oohh." ucap Sarah.


"Seperti nya om Vito suka sama Tante, tapi aku gak setuju kalau Tante sama Om Vito, soal nya Tante sudah milik papah dan aku." ucap Kina.


Sarah tersenyum mendengar itu.


"Kamu tau hal seperti ini dari mana Kina?" tanya Sarah.


"Humm tau sendiri Tante." ucap Kina. Sarah tersenyum.


"Papah sudah punya pacar, dan Tante juga tidak lah pacaran dengan papah, tidak mungkin Papah mau sama Tante." ucap Sarah.


Kina mendekati Sarah.


"Tapi Tante mau kan jadi mamah ku?" tanya Kina, Sarah tersenyum. Dia bingung menjawab nya bagaimana, takut kina merasa sakit hati.


"Makanan nya sudah saya buat di atas meja, kamu harus menghabiskan nya!" ucap Andre kepada Sarah.