Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku

Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku
Episode 61


"Aaaaa!!" Sarah panik, kaget dia langsung memeluk Andre begitu erat sekali.


Kina hanya bisa tertawa.


"Kalau di rumah kamu bisa menemani Kina berenang, kenapa sekarang tidak mau?" tanya Andre.


"Kolam di rumah hanya sepinggang, cukup menakutkan, hanya saja saya masih berani, kalau di sini sangat lah dalam, bapak saja tenggelam." ucap Sarah. Mendengar itu Andre tertawa.


Sarah sebenarnya bukan takut, dia hanya ingin mencari perhatian Andre, karena dia merasa Andre cukup baik hari ini, dia tidak boleh menyia-nyiakan waktu itu.


Sarah tidak pandai berenang dia hanya bisa ikut berendam dan melihat Andre dan Kina asik bermain.


Karena sudah merasa cukup di air dia terlebih dahulu ganti baju.


"Ini sudah jam sepuluh pak, sebaik nya mandi dan setelah itu kita pulang." ucap Sarah.


"Baiklah." ucap Andre.


mereka keluar dari hotel setelah selesai makan siang. Sampai di rumah Sarah siap-siap mau bertemu dengan Martin.


"Kamu jangan lupa pulang cepat!" ucap Martin kepada Sarah.


"Baik pak, saya tidak akan pulang telat, Bapak tidak perlu khawatir." ucap Sarah.


Andre diam.


"Kalau begitu saya permisi dulu yah pak." Ucap Sarah. Andre mengangguk.. Namun tiba-tiba dia mengejar keluar.


"Sarah tunggu dulu." ucap Andre. Sarah berhenti dia menoleh ke arah Andre.


"Iyah ada apa Pak?" tanya Sarah.


"Kamu tujuan nya mau kemana? Kamu naik apa?" tanya Andre. "Saya cukup jauh pak, mungkin saya akan mengunakan angkutan umum." ucap Sarah.


"Beri tau kamu mau kemana, saya akan memesan kan mobil untuk kamu." ucap Andre.


"Tidak perlu pak, saya bisa naik Bus, saya tidak memiliki uang untuk membayar mobil." ucap Sarah.


"Saya akan membayar nya. Kalau kamu mau, supir yang Akan mengantarkan kamu." ucap Andre, Sarah menggeleng kan kepala nya.


"Tidak Pak, tidak perlu. Terimakasih." ucap Sarah.


"Saya tidak menerima penolakan, cepat beri tau kamu mau kemana!" ucap Andre.. Akhirnya Sarah memberi tau.


Setelah mobil datang Sarah masuk. "Kamu hati-hati lah." ucap Andre seperti tidak ikhlas membiarkan Sarah pergi.


Setelah beberapa lama Sarah pergi Andre baru meninggalkan kan gerbang.


"Sarah mau menemui siapa di tempat yang begitu jauh seperti itu?" ucap Andre penasaran.


"Tin! Tin!" tiba-tiba klakson mobil Mamah nya mengejutkan dia.


"Kebetulan sekali Mamah ada di sini, aku titip Kina yah mah, aku pinjam mobil Mamah." ucap Andre langsung mengeluarkan mobil Mamah nya.


Bu Rosa yang kebingungan hanya bisa diam. Dia menghela nafas panjang melihat putranya itu.


"Sarah kemana? Kenapa Andre menitip kan kina?" ucap Bu Rosa, dia masuk ke dalam mencari kina ternyata sedang tidur siang.


Bu Rosa melihat sendal hotel yang ada di depan kamar.


"Humm seperti nya mereka baru pulang dari hotel, tapi ngapain? dan sekarang Sarah Ada di Mana?" batin Bu Rosa.


Tidak beberapa lama akhirnya Sarah sampai di tempat yang sudah di janji kan sebelum nya.


Sudah dua puluh menit dia menunggu namun Martin tak kunjung datang.


"Martin kemana sih? Kok dia belum datang?" ucap Sarah. Sementara di parkiran Andre memerhatikan Sarah.


"Sudah lama dia duduk di sana, dia menunggu siapa?" batin Andre. Tiba-tiba Martin datang bersama Sari.


Melihat Martin datang, Sarah tersenyum dia langsung memeluk Martin. Andre melihat Itu langsung menggigit jari nya menahan cemburu.


"Lepas kan aku Sarah, di sini sangat ramai, apa kamu tidak malu?" ucap Martin.


"Maafin aku, aku hanya sangat merindukan kamu, aku sudah lama menunggu kamu di sini, kamu kenapa sangat lama datang?" tanya Sarah.


Martin dan Sari duduk. "Dan perempuan ini siapa? Bukan nya kita berencana Akan ngedate berdua saja? sudah lama kita tidak seperti ini." ucap Sarah.


"Oh iya kenalin ini adalah Sari." ucap Martin. Sarah tersenyum. Namun sari memasang wajah judes.


"Aku menginyakan ajakan kamu bertemu karena aku pikir ini adalah pertemuan terakhir kita. Karena aku ingin kita putus." ucap Martin. Sarah terkejut dia menatap wajah Martin yang seakan tidak bersalah atau keberatan.


"Kenapa? aku melakukan kesalahan apa?" tanya Sarah. Martin menggeleng kan kepala nya. "Kamu tidak melakukan kesalahan apapun, aku hanya bosan dan tidak mencintai kamu lagi. Aku sudah memiliki Sari. Perempuan yang selalu ada, selalu mendengar kan aku, cantik dan juga membuat ku nyaman." ucap Martin sambil memegang tangan Sari.


Sarah menggeleng kan kepala nya. "Tidak mungkin, kamu berbohong kan? Tidak mungkin kamu selingkuh." ucap Sarah menahan air mata.


"Tapi nyatanya aku pacaran dengan Sari sudah dua bulan, aku sudah sangat mencintai dia, aku tidak lagi mencintai kamu, aku harap kamu sadar diri dan pergi dari kehidupan ku jangan pernah mengganggu ku lagi." ucap Martin.


"Dan satu lagi, jangan pernah menganggap kita pernah memiliki hubungan karena aku tidak ingin memiliki kenangan dengan perempuan pembantu, miskin dan anak yatim-piatu seperti kamu!" ucap Martin.


Sarah menampar pipi Martin. "Kamu keterlaluan Martin! Kamu pikir aku perempuan apa? kamu sama sekali tidak menghargai aku!" ucap Sarah.


"Aku memiliki hati, kamu tidak harus menghina ku." ucap Sarah..."Heh kamu jangan sembarang yah!" ucap Sari.


"Kamu tidak perlu ikut campur! kamu hanya lah selingkuhan dia, kamu juga perempuan yang tidak memiliki hati, sangat tega merebut kebahagiaan orang lain." ucap Sarah kepada Sari.


"Kamu yang tidak memiliki hati! Aku ingin kita putus." ucap Martin.


"Oke! Baiklah, kalau itu yang kamu mau, aku harap kamu bahagia dengan pilihan kamu ini." ucap Sarah dengan tegas.


Martin dan Sari pergi dari sana. Mereka sudah jadi tontonan di kafe itu.


Andre yang melihat Sarah ribut membuat nya tidak tega, dia melihat Sarah berlari ke arah lain dan naik ke atas Go-Jek.


Andre khawatir dia langsung mengikuti Sarah. Cukup jauh juga akhirnya sampai di sebuah danau.


Sarah berlari dia menangis tidak memperdulikan tas, sepatu atau handphone nya yang jatuh ke tanah.


"Aaaaaaaaaaaaa!!!!!" Dia menangis berteriak sekeras mungkin.


Andre ingin menahan Sarah tadi nya, namun melihat Sarah hanya berteriak di pinggir danau membuat nya lega.


Dia tidak ingin Sarah tau kalau Andre mengikuti nya.


Andre memerhatikan dari jauh.


"Martin aku sangat mencintai kamu, kenapa kamu sangat tega melakukan ini kepada ku?" tanya Sarah.


Dia mengingat betapa lelah nya dia memperjuangkan hubungan. Dia bahkan rela memberikan semua gaji nya kepada Martin karena Martin pada saat itu tidak memiliki uang.


Namun sekarang dia menyesali semua kebaikan yang dia lakukan kepada Martin.