Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku

Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku
Episode 48


Sarah terdiam sejenak. "Saya tidak pernah merusak perempuan baik-baik. Selama ini saya tidur dengan perempuan karena mereka saya bayar dan mereka memang perempuan seperti itu." ucap Andre.


"Bekas seperti ini saya sudah membuat kamu malu, kamu marah dan kamu benci. Bagaimana kalau kamu sudah tidak perawan lagi? Bagaimanapun kalau kesucian kamu sudah di ambil oleh pria yang tidak bertanggung jawab?" ucap Andre.


Sarah terdiam. "Kamu harus memikirkan masa depan kamu!" ucap Andre.


"Saya sama sekali tidak pernah membahas masalah uang yang sudah saya keluar kan untuk adik kamu. Saya melakukan nya dengan iklas karena saya tau rasanya seperti kakak yang melihat adiknya sakit seperti apa." ucap Andre.


Sarah melihat Andre sudah mau menangis.


"Adik saya meninggal seusia Gio. Dia meninggal karena kanker otak." ucap Andre.


"Pada saat itu tidak ada yang tau, dan saat sudah sangat parah kami baru tau, kami sudah berusaha membawa Kemana pun namun tidak bisa di obati." ucap Andre.


Sarah mendekati Andre.


"Maafin saya pak, saya tidak bermaksud untuk mengingatkan kan bapak dengan almarhum adik bapak." ucap Sarah.


Andre menghapus air mata nya.


"Gio adalah anak yang pintar, dia baik, dan juga Tampan, dia sangat istimewa, saya hanya ingin kamu menjaga nya dengan baik." ucap Andre.


"Terimakasih ya Allah, karena engkau masih memberikan orang baik. Orang yang baik mau membantu ku dan juga adik ku." ucap Sarah.


"Sudah! Jangan lagi bengong. Saya tidak ingin kamu mengulangi hal seperti itu, saya hanya merasa berterima kasih kepada kamu karena berhasil membuat kina seperti sekarang ini." ucap Andre.


"Kina yang dulu sangat cuek, sering sakit, sulit di mengerti dan tidak pernah ceria dan selalu menyulitkan orang lain menjadi sangat mandiri dan menjadi anak yang pintar. Saya berterimakasih kepada kamu." ucap Andre.


Sarah tersenyum dia menganguk.


"Kalau begitu segera siap-siap, kamu ikut dengan saya." ucap Andre.


Sarah langsung masuk ke kamar.


"Hufff kenapa aku begitu bodoh sekali sih? Bagaimana bisa aku berfikir demikian untuk membalas kebaikan pak Andre?" ucap Sarah.


"Ternyata aku sudah salah menilai pak Andre. Aku jadi malu sendiri." batin Sarah.


Perjalanan Menuju ke tempat pertemuan Andre.


"Loh kok kita berhenti di sini pak?" tanya Sarah karena masuk ke parkiran apotik.


"Saya mau membeli obat." ucap Andre, Andre keluar sendiri tidak beberapa lama kembali membawa obat dalam kantong plastik.


"Nih obat untuk leher kamu." ucap Andre. Sarah melihat salep.


"Apa Bapak yakin ini adalah obat nya? Saya takut memakai nya." ucap Sarah.


Andre menghela nafas panjang. "Huff saya sudah sering menggunakan obat ini, apa kamu masih ragu?" tanya Andre.


Sarah mengingat beberapa Minggu yang lalu Andre ada bekas merah di leher dan besok nya sudah hilang.. Anisa mengambil nya.


"Baiklah, saya akan mengoleskan." ucap Sarah.


Sarah membuka nya dan mulai mengoles kan ke leher nya.


Sudah melihat dari cermin namun tetap saja ada yang tidak kena.


"Sini saya bantu." ucap Andre mengambil Obat itu dari tangan Sarah.


Andre mulai mengoles kan ke leher Sarah.


"Saya juga membuat nya di bagian dada kamu." ucap Andre. Sarah membuka kancing baju nya satu.


Andre menghela nafas panjang. "Kamu lanjut kan saja." ucap Andre langsung memalingkan pandangannya.


Sarah mengoles kan nya walau pun sedikit kesusahan.


Mereka pun melanjutkan perjalanan ke tujuan mereka. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di sebuah hotel.


"Apa bapak yakin mau membawa saya dalam keadaan seperti ini?" tanya Sarah.


Sarah menggeleng kan kepala nya. "Saya tunggu di mobil saya pak." ucap Sarah.


"Baiklah kalau itu yang kamu mau." ucap Andre. Akhirnya Andre turun sendiri. Sarah melihat Andre pergi dia langsung menutup wajahnya.


"Ya ampun kenapa dengan ku? kenapa aku tidak berhenti deg-degan, aku sangat gugup." ucap Sarah dia melihat handphone nya ada pesan masuk dari kekasihnya Martin.


"Sayang aku tidak bisa menemui kamu untuk beberapa hari ini. Aku sedang sibuk dengan pekerjaan ku." ucap Martin.


"Huff setelah beberapa hari dia tidak membalas pesan ku, sekali di balas malah seperti ini. Ah sudahlah mungkin dia sedang sibuk." ucap Sarah.


Dia membalas nya.


"Baiklah sayang, aku mengerti kok,. kalau kamu tidak sibuk lagi, hubungi aku yah." ucap Sarah.


Pesan hanya di lihat tidak di balas. Sarah menghela nafas panjang.


"Kenapa aku merasa hubungan ku dengan Martin semakin berjarak sih?" ucap Sarah.


Dia menelpon sahabat perempuan nya yang bernama Bela.


"Halo Bela.."


"Halo." jawab dari balik telpon.


"Sudah lama kamu tidak menelpon ku Sarah, aku pikir kamu sudah melupakan aku." ucap Bela.


"Gak mungkin lah, aku sangat sibuk, kamu sendiri bagaimana?" tanya Sarah.


"Aku belum menemukan pekerjaan." ucap Bela.


"Humm gitu yah, mungkin belum rejeki kamu. ngomong-ngomong kamu lagi di mana?" tanya Sarah.


"Aku lagi di rumah. Emangnya kenapa?" tanya Bela.


"Kita boleh ketemu gak? Aku sudah sangat rindu sama kamu." ucap Sarah.


"Bisa sih, tapi kayaknya bukan sekarang deh " ucap bela.


"Bagaimana kalau besok?" tanya Sarah.


"Humm boleh deh." ucap Bela.


"Ya udah kalau begitu aku tutup telpon nya dulu yah." ucap Bela langsung mematikan telepon nya.


"Aku tidak sabar bertemu dengan Bela, aku sudah sangat merindukan sahabat ku satu-satunya, hanya sama dia aku bisa curhat tentang kehidupan ku dan juga hubungan ku." ucap Sarah.


Sarah bosan di dalam mobil saja, dia memutuskan untuk keluar namun sebelum keluar dia memakai syal Andre yang ada di dalam mobil terlebih dahulu untuk menutupi leher nya.


Dia berjalan-jalan melihat taman di samping hotel itu.


"Humm sangat cantik sekali, sangat jarang aku bisa ke tempat seperti ini, aku harus pamer kepada teman-teman ku." ucap Sarah.


Dia berfoto dan mengunggah nya di WhatsApp nya. teman-teman nya pada bertanya dia lagi di mana. Dia hanya bisa senyum-senyum saja membalas pesan dari Teman nya itu.


Tiba-tiba handphone nya berdering telpon dari Andre.


"Halo pak."


"Kamu di Mana? Saya meminta kamu menunggu di mobil, kamu sekarang di mana? Kamu tidak tau tempat ini, naga kalau kamu tersesat?" tanya Andre.


"Saya hanya berjalan-jalan di taman samping Hotel ini pak, saya tidak kemana-mana." ucap Sarah.


"Kamu tunggu saya di sana, kamu jangan kemana-mana." ucap Andre. Sarah melihat Andre yang berjalan ke arah taman. Dia mengangkat tangan nya.


Andre berlari mendekati Sarah.


"Kalau kamu keluar dari mobil ijin kepada saya lain kali, sekarang ayo masuk ke dalam mobil." ucap Andre.