Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku

Baby Sister Cantik Untuk Anak Ku
Episode 18


Sarah menggeleng kan kepala. "Kaki saya sakit tidak bisa turun ke bawah." ucap Sarah. Andre melihat pergelangan kaki Sarah.


Andre segera memasang baju nya. Setelah selesai dia mengambil minyak urut dan duduk di lantai tepat di dekat kaki Sarah.


"Bawa ke sini kaki kamu." ucap Andre.


"Apa yang mau bapak lakukan?" tanya Sarah.


"Kamu mau sembuh atau tidak? Saya akan memijat kaki kamu." ucap Andre.


Sarah memilih untuk diam.


"Awww pelan-pelan pak, sakit..." ucap Sarah menjerit di saat Andre mulai mengangkat kaki Sarah ke paha nya.


"Saya baru menggeser sedikit kamu sudah menjerit." ucap Andre. "Tapi beneran sakit pak." ucap Sarah.


"Ini masih keseleo, bagaimana kalau patah atau di tabrak mobil? Maka nya lain kali hati-hati!" ucap Andre.


"Ini semua kan karena Bapak! Coba saja kalau Bapak tidak masuk ke kamar mandi dan membuat say terkejut, Aaaaaaaaaa!!!!!" Tiba-tiba Sarah berteriak karena Andre memijat kaki nya.


"Bisa diam tidak? Kalau tidak saya akan memanggil tukang pijat Ke sini." ucap Andre. Sarah langsung mengambil kaos Andre yang belum di pakai nya memasuk kan ke dalam mulutnya.


Andre mengurut kaki Sarah dengan hati-hati karena Sarah selalu menjerit-jerit.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai.


"Sudah selesai!" ucap Andre. Sarah menghela nafas panjang, dia langsung berbaring di kasur Andre.


Andre menarik baju nya dari mulut Sarah.


"Sangat lebay." ucap Andre.


"Ini benar-benar sakit pak, saya tidak lebay." ucap Sarah mengejar Andre. Namun tiba-tiba dia kaget karena kaki nya sudah bisa berjalan.


"Apa! kaki ku sudah sembuh lagi?" ucap Sarah. Andre hanya diam sambil memakai baju nya.


"Terimakasih yah pak." ucap Sarah.


"Tidak ada yang gratis, kamu harus membayar nya." ucap Andre.


"Saya harus membayar berapa pak? Uang saya hanya sisa 50 RB." ucap Anisa. Andre menggeleng kan kepala nya.


"Membayar dengan memasak kan saya makanan yang pernah kamu masak pertama kali di sini." ucap Andre.


Sarah mengingat pertama kali dia masak adalah masakan biasa, masakan yang biasa dia makan di rumah Bibik nya. Dan pada saat itu Andre marah-marah tidak mau makan.


"Loh bukannya bapak tidak mau?" ucap Sarah.


"Jangan banyak tanya! Sekarang pergi lah memasak, saya sudah sangat lapar." ucap Andre.


Sarah menganguk. Dia melakukan nya walaupun sedikit heran karena permintaan bos nya itu.


"Pria yang sulit di tebak, sudah pemarah, berwajah dingin, suka berubah-ubah. Pantesan saja istri nya tidak betah bersama nya." ucap Sarah.


"Apa yang kamu bilang?" tanya Andre yang berdiri tidak jauh dari dia.


"Tidak ada pak, Bapak salah dengar." ucap Sarah. Andre menghela nafas panjang. "Saya sudah sangat lapar, cepat." ucap Andre.


Sarah menganguk.


Dia berusaha untuk mengerjakan lebih cepat. Sarah sangat Males mendengar ocehan bos nya itu.


Setelah selesai dia menata makanan di atas meja. "Sudah selesai, bapak makan saja, saya akan menemani Kina." ucap Sarah.


Andre menahan tangan Sarah.. Sarah terkejut.


"Ada apa lagi pak?" tanya Sarah gugup.


"Kamu Temanin saya Makan di sini." ucap Andre. "Kina bagaimana Pak? Dia pasti sudah mengantuk." ucap Sarah.


"Kina tidak masalah besar, makan hanya sebentar." ucap Andre.


Sarah menghela nafas panjang. "Baiklah." ucap Sarah langsung mengambil kan piring, mengisi nya dengan nasi dan juga lauk setelah itu memberikan nya kepada Andre.


Andre kebingungan. Namun dia tetap saja lanjut makan.


Sarah memerhatikan Andre yang makan begitu lahap.


Andre hanya diam saja.


"Kamu kenapa melihat saya? kamu makan lah." ucap Andre. Sarah menggeleng kan kepala nya.


"Saya sudah makan Sore tadi pak, saya lagian sedang diet." ucap Sarah.


Andre memerhatikan badan Sarah.


"Badan kamu sudah sangat kecil, untuk apa diet." ucap Andre. Sarah menggeleng kan kepala nya.


"Saya rasa setelah tinggal di sini, perut saya semakin besar." ucap Sarah sambil menunjuk kan perut nya.


Andre menahan tawa. "Kenapa Bapak tersenyum? Saya serius." ucap Sarah.


"Kamu hanya kurang olahraga." ucap Andre.


"Saya sudah olahraga setiap hari. Menggendong Kina, membersihkan rumah. Mencuci dan memasak, itu sudah lebih dari olahraga." ucap Sarah.


Andre tertawa mendengar itu.


Keesokan harinya di pagi hari...


"Kenapa Bapak membawa kami ke sini?" tanya Sarah.


"Ini adalah tempat olahraga. Di sini kamu bisa menggunakan alat olahraga yang bisa membentuk tubuh menjadi lebih bagus." ucap Andre.


Sarah menghela nafas panjang.


"Tapi tidak mungkin setiap hari aku ke sini, bagaimana dengan Kina?" ucap Sarah.


"Kina sudah biasa ke sini, dia tidak terlalu nakal." ucap Andre.. Sarah menggeleng kan kepala nya.


"Sebaik nya kami pulang saja, pekerjaan saya di rumah sangat banyak." ucap Sarah.


Andre menahan tangan Sarah.


"Kalau kamu tidak mau, kamu Temanin saya saja olahraga." ucap Andre.


Sarah menggeleng kan kepala nya.


"Kina tidak akan nyaman di sini pak,.saya juga tidak nyaman dengan tempat ini, sebaik nya kami pulang." ucap Sarah.


"Tempat ini adalah milik saya, tidak akan ada orang lain yang datang ke sini..Kamu tidak perlu khawatir." ucap Andre.


Sarah terdiam.


"Hanya beberapa jam ." ucap Andre..


"Baiklah kalau begitu." ucap Sarah. Andre langsung menukar pakaian nya dan mulai pemanasan.


Kina yang hanya diam memerhatikan Andre olahraga membuat Sarah juga ikutan melihat Andre.


Otot-otot Andre keluar semua, badan kekar itu membuat Sarah hampir lupa diri.


"Kamu mau mencoba nya?" tanya Andre kepada Sarah.. Sarah menggeleng kan kepala. Namun Andre menarik tangan Sarah.


"Kamu Bisa mencoba ini, saya akan membantu kamu." ucap Andre ke bagian yang alat olahraga bagi pemula.


Namun Sarah tidak bisa dia hanya menjadi pengganggu.


Walaupun dia tidak bisa, dia menjadi penyemangat Andre yang sedang berolahraga.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai. "Ini." ucap Sarah memberikan botol air minum kepada Andre. Andre meminum air itu.


Sarah memerhatikan badan Andre yang sudah basah karena keringat.


"Tante lap badan Papah." ucap Kina.. Andre dan Sarah kaget dengan kata-kata Kina.


"Papah bisa melakukan nya sendiri." ucap Andre.. Namun Sarah tiba-tiba mengambil kain dari tangan Andre.


"Anak kecil sudah banyak mengerti hal, jadi kalau saya tidak menuruti, dia akan mengikuti hal yang dia lihat." ucap Sarah.


Andre tersenyum tipis. Setelah selesai dari Sana mereka memutuskan untuk kembali ke rumah.


Namun sebelum kembali Andre membawa mereka ke Transmart untuk membeli Susu Kina dan semua yang mereka butuhkan di rumah.