
"Kamu selalu mengatakan seperti itu! Mamah sudah muak mendengar nya." ucap Bu Rosa.
"setelah menjadi duda tidak jarang Mamah mendengar kalau kamu sudah tidur dengan semua perempuan yang kamu pacari! Mamah jadi malu seperti itu!" ucap Bu Rosa.
"Iyah mah, aku tau aku salah, aku minta maaf, aku tidak akan mengulangi hal seperti itu lagi!" ucap Andre.
"Mamah sama sekali tidak bisa percaya sama kamu, kamu itu tidak pernah serius dengan hal apapun, mamah Heran menghadapi kamu." ucap Bu Rosa.
Sarah hanya diam saja sambil mendengarkan perdebatan di antara mereka. Setelah selesai berbincang-bincang Bu Rosa membawa Kina ke kamar nya.
"Ibu..." Ucap Sarah menyusul Kina karena dia bingung harus ngapain. "Eh Sarah, ayo masuk sini." ucap Bu Rosa.
"Gak apa-apa nih bu? Saya tidak enak." ucap Sarah.
"Tidak apa-apa, sini ikut cerita-cerita sama kami." ucap Bu Rosa.
Sarah ikut duduk di pinggir kasur. "Oh iya ibu mau nanya sama kamu, bagaimana perasaan kamu sekarang setelah putus dengan pacar kamu itu?" tanya Bu Rosa.
"Kenapa ibu bertanya?" tanya Sarah karena tidak biasa nya.
"Ibu melihat kamu sudah jauh lebih baik sekarang, jadi ibu ingin tau apa kamu masih memikirkan dia?" tanya Bu Rosa. "Sudah tidak lagi Bu, untuk apa aku memikirkan dia." ucap Sarah.
"Nah gitu dong, ibu mau mengenal kan kamu ke seseorang." ucap Bu Rosa. "Seseorang? Siapa Bu?" tanya Sarah.
"Yang pasti bisa jadi pengganti pria yang menyakiti kamu." ucap Bu Rosa.
"Pokoknya Minggu depan kamu harus datang ke sini." ucap Bu Rosa.
"Tidak perlu Bu, aku juga ingin sendiri dan fokus bekerja." ucap Sarah.
"Kamu gak akan nyesel kenal sama dia, anak nya baik, tampan pekerja keras." ucap Bu Rosa.
Sarah malas untuk memperpanjang akhirnya dia menginyakan. "Dulu waktu ibu muda, kalau sudah putus cinta ibu cepat-cepat mencari yang baru dan membuat yang lama menyesal." ucap Bu Rosa.
Sarah hanya tersenyum. "Ibu ingin melihat kamu tersenyum seperti sebelumnya, kamu terlihat sangat cantik. Ibu juga ingin kamu jauh lebih akrab dan dekat kepada ibu." ucap Bu Rosa.
"Bukan saya tidak mau akrab dengan ibu, saya hanya menjaga batasan saya Bu, saya juga tidak enak kalau terlalu dekat, takut ibu risih." ucap Sarah.
"Enggak kok, kamu jangan berfikir seperti itu." ucap Bu Rosa.
"Justru Ibu yang merasa tidak enak kepada kamu. Ibu sudah pernah jahat kepada kamu. Tapi sekarang ibu sudah menganggap kamu seperti anak ibu sendiri." ucap Bu Rosa.
"Dari dulu ibu sangat ingin memiliki anak perempuan namun Tidak di kasih rejeki. Beberapa kali Ini keguguran dan akhirnya Yang terakhir adalah Andre. Ibu sangat bersyukur dia selamat." ucap Bu Rosa.
"Ibu juga sangat senang ketika dia menikah cepat-cepat. Namun ternyata mereka tidak lama bersama. Hanya satu tahun setelah itu mereka berpisah tampa sepengetahuan Ibu dan bapak." ucap Bu Rosa.
"Kok bisa Bu?" tanya Sarah, Bu Rosa menggeleng kan kepala nya.
"Andre memang anak nya pembosan, mungkin kesalahan nya sebagian berasal dari Andre. Itu sebabnya kalau ibu kurang percaya lagi kepada Andre kalau dia menikah lagi, kasihan perempuan nya." ucap Bu Rosa sambil tersenyum.
Sarah ikut tersenyum walaupun pikiran nya entah kemana.
"Mantan Istri pak Andre Sekarang tinggal di Mana? penyebab mereka bercerai kenapa?" batin Sarah bertanya-tanya, namun dia tidak ingin menanyakan langsung.
"Kamu pasti penasaran kenapa Andre dengan mantan istri nya bercerai kan?" tanya Bu Rosa.
Sarah mendengar kan dengan baik.
"Mereka menikah karena permintaan dari ibu juga. Mereka sudah sering bersama beberapa bulan. Setelah mereka menikah Kehidupan mereka baik-baik saja, hubungan mereka terlihat baik-baik saja."
"Namun setelah Kina di kandungan Mamah nya tujuh bulan ternyata Mamah nya Kina selingkuh dengan mantan kekasih nya dulu." ucap Bu Rosa.
Sarah seketika langsung terdiam, dia tidak akan menyangka cerita nya seperti itu.
"Masih banyak lagi sih ceritanya, namun ibu tidak ingin mengingat itu lagi. Kalau Andre tau ibu menceritakan ini dia pasti sangat marah." ucap Bu Sarah.
"Kenapa marah Bu?" tanya Sarah.
"Karena Andre membenci masa lalu nya." ucap Bu Sarah. Sarah terdiam sejenak.
"Aku rasa semua orang membenci masa lalu nya." batin Sarah.
"Mah..." Andre mengetuk pintu, Sarah membuka nya.
"Kamu di sini juga? Ada mamah?" tanya Andre. Sarah mengangguk.
Andre masuk dan ternyata anak nya sudah tidur.
"Kenapa?" tanya Bu Rosa.
"Aku ada janji di luar sebentar, aku titip Sarah dan Kina yah." ucap Andre.
"Janji apa?" tanya Bu Rosa. "Sama temen mah, mereka ngajakin ketemu. Tidak jauh kok, setelah itu aku langsung kembali ke sini." ucap Andre.
Setelah ijin dia langsung pergi begitu saja.
"Kalau Andre tinggal di rumah ini dia akan seperti lajang yang masih singel, itu sebabnya ibu mengijinkan dia tinggal di rumah berbeda membawa anak nya agar lebih Dewasa dan berfikir tentang masa depan nya dan anak nya." ucap Bu Rosa.
Sarah tersenyum. "Ya udah kalau begitu kamu tidur siang saja dengan Kina di sini." ucap Bu Rosa.
"Ibu mau kemana?" tanya Sarah karena tidak mungkin dia dan kina di kamar itu.
"Ke bawah menyusul bapak. Kamu tidak perlu sungkan, tidur saja. Lagian Andre sudah pergi, dia tidak akan marah-marah sama kamu." ucap Bu Rosa.
Bu Rosa keluar meninggalkan Sarah dan Kina.
"Mamah.." ucap suami nya melihat istrinya duduk di samping nya.
"Papah lagi Nonton apa?" tanya Bu Rosa.
"Lagi nonton Film Luar, sangat seru. Kina sama Sarah di mana?" tanya suami nya.
"Mereka lagi tidur siang pah di kamar." ucap Bu Rosa.
"Oohh.." ucap Suami nya.
"Papah ngerasa gak sih semenjak ada nya Sarah Andre jauh lebih perduli kepada keluarga? seperti meluangkan waktu untuk keluarga." ucap Bu Rosa.
"Mamah baru sadar? Dari awal papah sudah melihat kalau Sarah pembawa rejeki kepada kita. Bukan rejeki uang, tapi rejeki dalam kehangatan keluarga." ucap suami nya.
"Bagaimana kalau kita mengangkat nya sebagai anak angkat Pah?" tanya Bu Rosa.. Suami nya menatap Bu Rosa.
"Mamah awalnya sangat membenci Sarah, namun sekarang tiba-tiba mau menjadikan nya anak ." ucap suami nya.
"Huff papah tau sendiri kalau mamah sangat sulit dekat dengan orang lain, namun kalau sudah dekat mamah pasti akan sangat menyanyangi nya." ucap Bu rosa..
"Iyah mah, papah Percaya kok, karena istri Papah yang paling baik." ucap Suami nya mencium Pipi istri nya.