
"Bagaimana kalau kita mengangkat nya sebagai anak angkat Pah?" tanya Bu Rosa.. Suami nya menatap Bu Rosa.
"Mamah awalnya sangat membenci Sarah, namun sekarang tiba-tiba mau menjadikan nya anak ." ucap suami nya.
"Huff papah tau sendiri kalau mamah sangat sulit dekat dengan orang lain, namun kalau sudah dekat mamah pasti akan sangat menyanyangi nya." ucap Bu rosa..
"Iyah mah, papah Percaya kok, karena istri Papah yang paling baik." ucap Suami nya mencium Pipi istri nya.
Dua jam kemudian Andre kembali ke rumah. "Cepat sekali kamu pulang nak?" tanya Bu Rosa kepada Andre yang baru pulang.
"Aku hanya berbicara sebentar mah, Lagian aku sudah janji mau menemani mamah sama papah jalan-jalan." ucap Andre.
Orang tua nya tersenyum. Andre melihat tidak ada Sarah dan Kina.
"Kina mana Mah?" tanya Andre.
"Mereka lagi tidur siang di kamar mamah sama papah, sebaiknya kamu membangun kan mereka gih." ucap Bu Rosa.
Andre mengangguk. Dia berjalan menuju kamar orang tua nya.
"Sarah.." Andre membangun kan Sarah dengan suara yang begitu lembut.
"Sarah bangun!!" ucap Andre. Sarah bergeliat dia membuka mata nya melihat Andre.
"Kenapa pak?" tanya Sarah langsung duduk.
"Ini sudah jam Dua siang, ayo kita jalan-jalan ikut dengan orang saya." ucap Andre. "Aku masih sangat mengantuk pak, kina juga masih tidur." ucap Sarah dengan suara serak.
Dia duduk dan bersandar ke kasur. Andre tersenyum melihat wajah Sarah bangun tidur. Andre merapikan rambut Sarah yang berantakan.
Sarah menutup mata nya. "Kamu bangun lah, ini bukan di rumah." ucap Andre. Sarah tidak menghiraukan nya.
"Kalau kamu tidak bangun, saya akan mencium kamu." ucap Andre.
Sarah langsung membuka mata nya dia memukul dada Andre yang duduk dekatnya.
"Bapak bisa berhenti bercanda tidak? Aku sangat ngantuk." ucap Sarah. Andre tiba-tiba mencium bibir Sarah.
Sarah sangat terkejut dia mendorong Andre dari nya.
"Apa yang Bapak lakukan? bagaimana kalau ada yang melihat?" ucap Sarah pelan.
"Tidak ada yang melihat, saya menutup pintu. Apa kah saya Melakukan nya lagi?" tanya Andre. Sarah menggeleng kan kepala nya.
"Bapak jangan aneh-aneh deh!" ucap Sarah.
Andre tersenyum. "Ya sudah deh kalau begitu sebaiknya kamu bangun kalau tidak mau saya mencium kamu!" ucap Andre.
"Bagaimana dengan Kina?" tanya Sarah. "Saya akan membangun kan dia." ucap Andre. Sarah mengangguk dia turun dari kasur.
Namun tiba-tiba Andre menahan tangan Sarah. "Ada apa pak?" tanya Sarah.
"Apa belum ada balasan untuk perasaan saya?" tanya Andre. "Humm maksud Bapak?" tanya Sarah gugup.
"Huff..." Andre menghela nafas panjang.
"Saya mencintai kamu, apa kamu mencintai saya?" tanya Andre. Sarah diam.
"Saya Merasa Kalau kita memiliki perasaan yang sama. Namun kenapa kamu tidak jujur saja?" tanya Andre.
Sarah menatap Andre.
"Bapak adalah pria yang memiliki masa lalu memiliki banyak perempuan, saya tidak ingin jadi mainan bapak saja." ucap Sarah.
"Saya serius dengan kamu." ucap Andre. Sarah menatap wajah Andre.
"Aku tidak enak jika membohongi pak Andre terus seperti ini, membuat nya menunggu lama, tapi pikiran ku sekarang membuat ku ragu." batin Sarah.
"Cinta bukan lah hal untuk di coba-coba." ucap Sarah. "Saya tidak bisa menunggu lebih lama lagi Sarah, saya sangat mencintai kamu, saya ingin menjadi kan kamu kekasih saya." ucap Andre.
Sarah melepaskan tangan Andre.
"Kalau Bapak mencintai ku, Bapak harus lebih banyak bersabar lagi." ucap Sarah.
Dia tersenyum sambil masuk ke kamar mandi. Andre menghela nafas panjang. "Huff benar-benar kamu Sarah." ucap Andre sambil mengusap wajah nya.
"Aku tidak akan menyerah, aku akan memiliki kamu sebentar lagi." ucap Andre.
Mereka sudah di perjalanan untuk jalan-jalan. Andre duduk di depan bersama Sarah karena Andre jadi supir nya.
Sementara orang tua dan anak nya duduk di belakang.
Dia menoleh ke arah Sarah yang hanya diam fokus melihat jalanan.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di tempat tujuan mereka. Kina dan orang tua Andre masuk ke dalam terlebih dahulu sementara Sarah mengambil gambar pantai yang terlihat sangat cantik dari depan cafe.
Sarah menawarkan diri untuk menjaga Kina, namun orang tua Andre meminta Sarah untuk menikmati pemandangan nya saja, masalah Kina Mereka yang akan mengurus.
"Sarah!" panggil Andre. Sarah menoleh ke arah Andre, ternyata Andre mengambil gambar dirinya. Dia langsung tersenyum.
"Sangat cantik sekali." ucap Andre menunjukkan hasil nya kepada Sarah. Sarah tersenyum.
"Aku baru tau ada tempat seperti ini di sini, walaupun cukup jauh dan melelahkan, tempat ini sangat lah bagus." ucap Sarah.
"Saya akan membawa kamu ke banyak tempat kalau saya memiliki waktu libur dan kamu juga mau ikut." ucap Andre.
Sarah tersenyum. "Kalau dengan Bapak aku pasti ikut. Karena perjalanan nyaman dan aman karena di supirin Pria tampan yang terkadang baik, terkadang galak." ucap Sarah. Andre tersenyum. "Kamu menggoda saya. Tapi cinta saya tidak kamu terima." ucap Andre.
Sarah tertawa kecil. "Pak Andre.." ucap Sarah. Andre menoleh ke arah Sarah..
"Cekkrek!!" Gambar Andre berhasil di ambil oleh Sarah.
Andre menghela nafas panjang. "Hapus itu, pasti hasilnya sangat buruk." ucap Andre.
"Ini sangat bagus dan sangat tampan." ucap Sarah, Andre melihat nya dia menghela nafas panjang karena wajah nya berbentuk aneh.
Sarah tertawa.
"Baiklah-baiklah sini aku ambil yang bagus. Bapak berdiri lah dan tersenyum, jangan memasang wajah menakutkan." ucap Sarah.
Andre memasang wajah kesal, Sarah tidak berhenti tertawa. Andre melihat Sarah dia juga ikut tersenyum.
Setelah mengambil foto yang banyak, Andre membawa minuman untuk Sarah yang duduk di bebatuan besar.
"Kamu lagi membayang kan mantan kekasih kamu yah?" tanya Andre. Sarah menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak pernah lagi mengingat nya. Aku tidak tau kenapa begitu cepat aku melupakan nya." ucap Sarah.
Andre tersenyum. Dia melihat ke arah Air.
Sarah menatap Andre. "Bapak mau tau aku memikirkan apa?" tanya Sarah.
"Kalau kamu tidak mau jujur, saya tidak akan memaksa nya." ucap Andre.
"Bapak yakin? Aku rasa bapak Akan menyesal tidak mendengar ini." ucap Sarah.
Andre menoleh ke arah Sarah dia menatap mata Sarah, begitu juga dengan Sarah.
"Aku memikirkan bapak, aku bingung harus memulai dari mana dulu, Tapi aku juga ingin bilang kalau aku mencintai bapak." ucap Sarah dengan sangat serius menatap mata Andre.
"Huff sial, jantung ku tidak berhenti berdetak." ucap Andre langsung memalingkan pandangannya, wajah kaget, senang, tidak menyangka.